Langsung ke konten
Sabtu, 22 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Daerah

Gunungan Wayang hingga Gatotkaca Muda Warnai Pembukaan PBAK FITK 2026

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026 berlangsung semarak dengan perpaduan budaya Nusantara, seni tradisi, dan pertunjukan pewayangan. Mengusung tema “NIRWAKARSA – PELOPOR DUNIA”, pembukaan PBAK dikemas melalui parade budaya yang mengantarkan mahasiswa baru memasuki rangkaian kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Soeharto/Sport Center Lantai 2, Kamis (20/8/2026). Sebelum acara utama dimulai, jajaran pimpinan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengikuti parade menuju arena kegiatan dengan iringan gunungan wayang.

Di belakang gunungan, berkibar bendera dari 10 program studi di lingkungan FITK. Parade tersebut turut dimeriahkan Duta FITK, penampilan tari Cucuk Lampah, serta iringan musik dari Sanggar Seni FITK.

Gunungan wayang dalam parade menjadi simbol dimulainya perjalanan mahasiswa baru di lingkungan FITK. Sementara sepuluh bendera program studi menggambarkan keberagaman bidang keilmuan yang berada dalam satu keluarga fakultas.

Dalam sambutannya, ketua pelaksana dari unsur dosen, Ulfah Muhayani, MPP., Ph.D menyampaikan esensi dari kegiatan PBAK.

“PBAK bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan gedung, program studi, organisasi kemahasiswaan, ataupun berbagai aturan akademik. Lebih dari itu, PBAK merupakan pintu masuk untuk memahami budaya akademik, nilai-nilai keislaman, moderasi, integritas, tanggung jawab, serta semangat keilmuan yang menjadi identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” tandasnya.

Nuansa budaya semakin kuat melalui penampilan Cucuk Lampah yang mengiringi perjalanan para pimpinan FITK menuju arena kegiatan. Musik tradisional dari Sanggar Seni FITK kemudian melengkapi prosesi tersebut.

Setelah parade, mahasiswa baru disuguhi pertunjukan tari Nusantara yang menampilkan beragam ekspresi budaya Indonesia. Pertunjukan tersebut kemudian dipadukan dengan alur cerita drama pewayangan sehingga menyatukan unsur tari, musik, seni peran, dan narasi budaya dalam satu pertunjukan.

Cerita pewayangan yang ditampilkan mengangkat pesan tentang keberanian, perjuangan, tanggung jawab, serta proses menuju kedewasaan. Nilai tersebut dikaitkan dengan perjalanan mahasiswa baru yang mulai memasuki lingkungan akademik dan dituntut untuk berkembang melalui berbagai pengalaman selama menjalani pendidikan di FITK.

Dalam rangkaian PBAK 2026, mahasiswa baru FITK diperkenalkan dengan sebutan “Gatotkaca Muda”. Sebutan tersebut mengambil karakter Gatotkaca dalam pewayangan yang dikenal sebagai sosok pemberani dan kuat.

Simbol Gatotkaca Muda diarahkan untuk menggambarkan mahasiswa baru yang tengah menjalani proses pembentukan diri. Perjalanan tersebut tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui organisasi, interaksi sosial, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai pengalaman akademik.

Semangat tersebut sejalan dengan tema “NIRWAKARSA – PELOPOR DUNIA” yang menempatkan mahasiswa sebagai generasi yang diharapkan berani mengambil inisiatif, berinovasi, serta membawa pengetahuan dan keterampilannya untuk memberikan manfaat lebih luas.

Melalui konsep pembukaan yang memadukan tradisi dan pesan pendidikan, PBAK FITK 2026 tidak hanya menjadi pintu masuk mahasiswa baru ke lingkungan akademik. Rangkaian parade gunungan wayang, sepuluh bendera program studi, Duta FITK, Cucuk Lampah, musik Sanggar Seni FITK, tari Nusantara, hingga drama pewayangan menjadi bagian dari pengenalan identitas dan nilai yang ingin dibangun FITK kepada mahasiswa baru.

Dengan semangat “We Serve Your Academic Journey”, FITK menempatkan perjalanan mahasiswa bukan hanya sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.