Langsung ke konten
Rabu, 12 Agustus 2026
Headline 3 Pilihan Target John Herdman Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Daerah

Dipercaya LPPM, KKN Kelompok 02 UPN “Veteran” Jawa Timur Presentasikan Hasil KKN di Hadapan Bupati Lamongan dan Jajaran

Dokumentasi Kegiatan KKN Kelompok 02 UPN “Veteran” Jawa Timur Presentasikan Hasil KKN di Hadapan Bupati Lamongan dan Jajaran

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Kelompok 02 KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Desa Kedungmegarih, Kecamatan
Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, mendapat kepercayaan untuk mempresentasikan
hasil pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam KKN Expo Megilan
2026 yang diselenggarakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Kegiatan
tersebut menjadi bagian dari Expo Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kabupaten
Lamongan Tahun 2026, yang diselenggarakan sebagai ruang evaluasi,
apresiasi, dokumentasi, dan
diseminasi hasil pengabdian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang
melaksanakan KKN di wilayah Kabupaten Lamongan. Berdasarkan petunjuk teknis,
expo juga diarahkan untuk menampilkan inovasi, program kerja unggulan, serta
dampak nyata kegiatan KKN bagi masyarakat.

Dalam
kegiatan tersebut, setiap kelompok KKN diberikan ruang untuk menampilkan hasil
program melalui stand dan mempresentasikan capaian program kepada para pemangku
kepentingan. Presentasi dilakukan dengan sistem Penilai Keliling, di mana
Bupati Lamongan bersama tim pengunjung yang terdiri atas perangkat daerah dan
unsur universitas berkeliling mengunjungi setiap stand. Setiap kelompok
diberikan waktu maksimal 10 menit untuk memaparkan konsep, implementasi, inovasi,
serta dampak program
yang telah dilaksanakan di lokasi KKN.

Membawa Potensi Desa Kedungmegarih ke Ruang Publik

Sebagai salah satu kelompok yang melaksanakan KKN di Kabupaten
Lamongan, Kelompok 02 Desa Kedungmegarih memanfaatkan
kesempatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai program dan inovasi yang
telah dikembangkan selama pelaksanaan KKN.

Presentasi Kelompok
02 tidak hanya
menampilkan dokumentasi kegiatan, tetapi juga membawa gagasan mengenai bagaimana
potensi lokal Desa Kedungmegarih dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki
manfaat bagi masyarakat.

Salah
satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan sekam padi menjadi briket.
Program tersebut berangkat dari kondisi lingkungan pertanian Desa Kedungmegarih
yang memiliki potensi limbah sekam padi. Melalui pengolahan sederhana, limbah
pertanian tersebut diarahkan menjadi produk
yang memiliki nilai
guna sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai
energi alternatif dan peluang ekonomi masyarakat.

Selain
itu, Kelompok 02 juga memperkenalkan program pengolahan limbah organik menjadi
solusi pupuk untuk pertanian. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong
pemanfaatan kembali limbah organik
agar tidak berhenti
sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi kompos dan produk pendukung pertanian.

Kedua
program tersebut menjadi representasi pendekatan KKN Kelompok 02 dalam melihat
persoalan desa. Limbah pertanian dan limbah organik tidak semata-mata dipandang
sebagai persoalan lingkungan, tetapi
juga sebagai potensi
yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang
lebih bernilai.

Dari Program
KKN Menuju Inovasi
yang Berdampak

Keikutsertaan Kelompok 02 dalam Expo KKN Kabupaten Lamongan menjadi lebih
dari sekadar agenda untuk
mempresentasikan hasil kegiatan. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa
untuk menunjukkan proses pengabdian yang telah dilakukan sekaligus mendapatkan
ruang untuk memperkenalkan inovasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang
lebih luas.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan Expo KKN Kabupaten Lamongan yang
salah satunya adalah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan
capaian dan inovasi program kepada Dosen Pembimbing Lapangan, perangkat daerah,
dan masyarakat umum. Expo juga dirancang sebagai media dokumentasi dan publikasi hasil
pengabdian perguruan tinggi
kepada para pemangku kepentingan di Kabupaten Lamongan.

Bagi Kelompok 02,
kesempatan untuk mempresentasikan hasil KKN di hadapan jajaran pemerintah
daerah menjadi bentuk apresiasi sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan
bahwa program yang dilaksanakan selama
berada di Desa Kedungmegarih memiliki
keterkaitan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.

Program yang dibawa
tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan
selama masa KKN, tetapi diarahkan untuk meninggalkan
gagasan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat. Semangat tersebut
sejalan dengan tujuan Expo yang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan
seremonial, melainkan menjadi ruang diseminasi inovasi yang memberikan dampak
nyata bagi pembangunan daerah.

KKN sebagai Ruang
Kolaborasi Perguruan Tinggi
dan Desa

Keikutsertaan Kelompok
02 dalam KKN Expo Megilan
2026 pada akhirnya
menjadi representasi dari
proses pengabdian yang telah dilakukan mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur di
Desa Kedungmegarih.

Melalui program yang mengangkat pemanfaatan limbah pertanian, inovasi
energi alternatif, serta
pengelolaan limbah organik untuk mendukung pertanian, Kelompok 02 berupaya
mempertemukan pengetahuan mahasiswa dengan potensi lokal masyarakat desa.

KKN menjadi ruang bagi mahasiswa
untuk tidak hanya hadir sebagai
pelaksana program, tetapi juga belajar memahami persoalan masyarakat, mengidentifikasi potensi
desa, serta merancang inovasi yang dapat memberikan
nilai tambah.

Bagi
Kelompok 02 Desa Kedungmegarih, keikutsertaan dalam Expo KKN Kabupaten Lamongan menjadi
penanda bahwa perjalanan KKN tidak berhenti
ketika program kerja
selesai dilaksanakan. Gagasan, inovasi, dan pengalaman yang diperoleh
selama berada di tengah masyarakat kemudian dibawa ke ruang yang lebih luas untuk
diperkenalkan, dievaluasi, dan dikembangkan.

Dengan semangat
tersebut, Kelompok 02 berharap hasil
KKN yang dipresentasikan dalam KKN Expo
Megilan 2026 dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong
pemanfaatan potensi desa, penguatan inovasi masyarakat, serta pembangunan
Kabupaten Lamongan yang berkelanjutan.


Penulis :  Kelompok 2 KKN Lamongan 2026 UPN “Veteran” Jawa Timur