Langsung ke konten
Jumat, 21 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Daerah

Cegah Stunting dari Bangku Sekolah: Prodi Kesehatan Masyarakat UM Kembangkan Sistem Pemantauan Gizi Remaja, Dukung Target Zero Stunting Nasional

Foto Bersama Peserta

Foto Bersama Peserta

BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Pencegahan stunting selama ini banyak berfokus pada ibu hamil dan balita. Padahal, masa remaja disebut sebagai “jendela kesempatan terakhir” untuk memperbaiki status gizi, karena riwayat anemia dan kekurangan gizi pada remaja putri berkaitan erat dengan risiko stunting pada anak yang akan dilahirkan nantinya. Bertolak dari hal itu, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan inovasi sistem pemantauan status gizi remaja untuk memperkuat fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMAN 1 Batu, Jawa Timur.

Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Lulu’ul Badriyah, S.KM., M.KM. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Agustus 2026 yang diikuti sebanyak 31 anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMAN1 Batu. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi workshop edukasi malnutrisi remaja, praktik antropometri dan WHO AnthroPlus, edukasi masalah kesehatan remaja, hingga praktik skrining kesehatan. Peserta yang lulus evaluasi dilantik sebagai kader SATRIA (Satuan Remaja Peduli Kesehatan).

Tim juga mengembangkan sejumlah inovasi pendukung yaitu website SANTARA sebagai basis data digital untuk mencatat status gizi dan hasil skrining kesehatan siswa secara real-time, media edukasi CAGAR (Cakram Gizi–Anemia Remaja), kartu JAKRA (Jejak Kesehatan Remaja), serta Buku Panduan Terpadu UKS sebagai acuan teknis bagi kader kesehatan sekolah.

“Remaja perlu memiliki pemahaman dan keterampilan dasar untuk mengenali kondisi kesehatan dan status gizinya. Kami ingin pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara tepat,” ujar Lulu’ul Badriyah.

Program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Batu mencapai Zero Stunting serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Model penguatan UKS berbasis digitalisasi ini dinilai berpotensi direplikasi di sekolah-sekolah lain di Indonesia sebagai strategi memperkuat peran remaja dalam pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Developments Goals (SDGs), khususnya poin 3 (Good Health and Well-being) dan 4 (Quality Education).

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.