| Dokumentasi Revitalisasi Ruang Tidak Terpakai Menjadi Pusat Literasi melalui Pengembangan Pojok Baca |
BONDOWOSO | JATIMSATUNEWS.COM : Sebuah ruang yang sebelumnya tak terpakai kini berubah menjadi tempat yang penuh cerita, imajinasi, dan semangat belajar. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), BEM Fakultas Keperawatan Universitas Jember bersama anak anak Desa Tanahwulan berhasil merevitalisasi ruang kosong menjadi Pojok Baca Desa, sebuah ruang literasi yang diharapkan menjadi rumah baru bagi tumbuhnya generasi pembelajar.
Inisiatif yang digagas oleh bidang
pendidikan Wanadidik ini lahir dari kepedulian terhadap minimnya akses
ruang belajar nonformal bagi anak-anak desa. Tidak sekadar menghadirkan rak
buku dan koleksi bacaan, Pojok Baca Desa dirancang sebagai ruang yang nyaman,
ramah anak, serta mampu menjadi pusat berbagai aktivitas edukatif yang
mendorong kreativitas, rasa ingin tahu, dan budaya membaca sejak usia dini.
Ketua Ormawa BEM FKEP UNEJ, Dimas
Anang Musa, menyampaikan bahwa pembangunan pojok baca bukan hanya tentang
menghadirkan fasilitas, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi masa depan
anak-anak desa.
“Kami percaya bahwa perubahan
besar selalu berawal dari ruang-ruang kecil yang dimanfaatkan dengan baik.
Pojok baca ini bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi ruang tumbuh bagi
mimpi, kreativitas, dan karakter anak-anak Desa Tanahwulan. Harapannya, budaya
literasi dapat terus hidup dan menjadi fondasi lahirnya generasi yang cerdas,
mandiri, serta berdaya saing,” ungkapnya.
Keberadaan Pojok Baca Desa juga
mendapat sambutan hangat dari anak-anak yang kini memiliki ruang belajar yang
lebih nyaman dan menyenangkan. Salah seorang peserta mengaku senang karena kini
memiliki tempat untuk membaca, berdiskusi, dan belajar bersama teman-temannya.
![]() |
| Dokumentasi Revitalisasi Ruang Tidak Terpakai Menjadi Pusat Literasi melalui Pengembangan Pojok Baca |
Program revitalisasi ini menjadi
salah satu bentuk komitmen PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ dalam menghadirkan
pendidikan nonformal yang berkelanjutan melalui pemberdayaan anak anak. Ke
depan, Pojok Baca Desa tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat membaca, tetapi
juga akan menjadi pusat pelaksanaan berbagai kegiatan seperti kelas inspirasi,
pendampingan belajar, pelatihan keterampilan, hingga edukasi kesehatan bagi
anak-anak.
Melalui langkah sederhana menghidupkan kembali ruang yang sebelumnya kosong, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ membuktikan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, sebuah sudut kecil yang dipenuhi buku mampu melahirkan mimpi-mimpi besar, membuka cakrawala baru, dan menjadi awal terciptanya generasi desa yang gemar membaca, berpikir kritis, serta siap membangun masa depan.
Penulis : Dimas Anang Musa, Universitas Jember



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.