NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: NU Care LAZISNU PCNU Ngawi menegaskan bahwa zakat bukanlah sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang nyata.
Semangat inilah yang mereka gaungkan melalui penyaluran zakat produktif berupa kontainer usaha untuk Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) MWCNU di tiga kecamatan.
Agenda penyerahan bantuan ini berlangsung di Gedung MWCNU Kasreman, pada Jumat siang, (6/11/2026), dan didampingi langsung oleh Sekretaris Jenderal NU-Care LAZISNU PWNU Jawa Timur, Gus Rofi’i Boenawi.
Ia turut menyerahkan bantuan modal usaha kepada para mustahik dari UPZIS MWCNU Kasreman, Padas, dan Jogorogo.
Baca juga: NU Care LAZISNU PCNU Ngawi Gandeng BAZNAS Kolaborasi Program Zakat Produktif Gerobak UMKM
Sorotan
Zakat Produktif NU Care LAZISNU PCNU Ngawi
Tiga UPZIS Terima Bantuan Modal Usaha dan Gerobak UMKM

Prosesi penyerahan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh terkemuka, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH. Rudi Tri Wachid, Penasihat NU Care LAZISNU PCNU Ngawi Gus Mahsun Fuad, serta Ketua BAZNAS Ngawi yang juga turut memberikan dukungan bantuan modal usaha kepada para mustahik.
Kolaborasi lintas lembaga ini memperkuat ekosistem filantropi Islam dalam mengentaskan kemiskinan di daerah.
Program luar biasa ini merupakan adaptasi dari inovasi unggulan NU Care LAZISNU PWNU Jawa Timur.
Sebelumnya, NU Care LAZISNU PCNU Ngawi telah secara resmi meluncurkan program zakat produktif ini di atas panggung utama peringatan Hari Santri Nasional (22/10/2026).
Percontohan Zakat Bergulir di Jawa Timur

Keberhasilan program ini menarik perhatian ditingkat wilayah. NU-Care LAZISNU PWNU Jawa Timur secara khusus membidik Kabupaten Ngawi sebagai daerah percontohan baru untuk program zakat bergulir berbasis modal usaha.
“Kami melihat Kabupaten Ngawi memiliki potensi besar dan keseriusan dalam tata kelola zakat produktif,” ungkap Gus Rofi’i Boenawi, Sekretaris Jenderal NU Care LAZISNU PWNU Jatim.
“Ke depan, Ngawi akan kami jadikan sebagai percontohan di Jawa Timur untuk model zakat bergulir ini, mengikuti jejak sukses Surabaya dan Mojokerto,” lanjutnya.
Dukungan senada juga disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi, KH. Rudi Tri Wachid. Ia memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang digerakkan oleh LAZISNU dalam mentransformasikan dana umat menjadi produktivitas ekonomi riil.
“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata NU-Care LAZISNU PCNU Ngawi yang terus berinovasi memberdayakan umat,” ujar KH. Rudi Tri Wachid.
“Zakat tidak boleh hanya habis dikonsumsi, tetapi harus mampu melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Nahdliyin,” imbuhnya.

Senyum Haru Penerima Manfaat

Salah satu momen paling berharga dalam kegiatan ini adalah penyerahan kontainer usaha kepada Mami, seorang warga Dusun Banjar RT/RW 008/003, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.
Bantuan fasilitas usaha ini disambut penuh rasa syukur oleh Mami yang selama ini merintis usahanya secara sederhana.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa mendapatkan bantuan kontainer usaha dari LAZISNU Ngawi,” ucap Mami.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kelanjutan usaha kecil saya, semoga jajaran pengurus NU-Care LAZISNU selalu diberkahi dan usahanya semakin maju,” imbuhnya dengan penuh haru.
Selain dari LAZISNU, sinergi kebaikan juga diperkuat oleh BAZNAS Ngawi yang turut memberikan dukungan berupa bantuan modal usaha kepada para mustahik, melengkapi fasilitas untuk pengisian kontainer yang telah diterima.
Dengan adanya fasilitas kontainer usaha dan suntikan modal ini, para penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, mengembangkan usahanya secara optimal, dan kelak bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan.***
Jurnalis: Qony


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.