SMAN 1 Turen Perkuat Digital Skill Siswi, Dampak Program UNICEF–ITS Tembus hingga Kuliah ke Luar Negeri
Malang – Penguatan keterampilan digital bagi pelajar, khususnya perempuan di SMAN 1 Turen terus menunjukkan hasil positif. Program kolaborasi bersama UNICEF dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember tidak hanya meningkatkan kemampuan digital siswa, tetapi juga membuka peluang internasional bagi mereka.
Tim UNICEF Dan ITS melaksanakan kunjungan khusus ke sekolah ini pada Selasa 7 April 2026 dihadiri oleh Tubagus Ari Lukmantara, tim ITS dipimpin Drs. Zainul Asrori, M.Si serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yakni Kabid SMA Dr. Mustaqim, Dwi Anggraeni, M.Pd dan pengawas sekolah Drs. Pi i.
Turut hadir pula vice President IMC Rumi Kuramochi bersama rombongan dari luar negeri yang ingin melihat langsung implementasi program digital skill di SMAN 1 Turen.
Menanggapi acara di SMAN 1 Turen, Dr. Zainul Asrori menyampaikan bahwa kunjungan kali ini merupakan yang kedua kalinya, sekaligus menjadi bukti keberhasilan program penguatan digital skill yang telah berjalan.
“Ini sebenarnya kunjungan kami yang kedua. Kami pernah mendampingi sebelumnya, dan kali ini kami menjadi saksi keberhasilan anak-anak SMAN 1 Turen dalam program digital skill yang kini semakin berkembang dengan nilai tambah keterampilan yang luar biasa,” ujar Zainul Asrori.
Menurutnya, dampak terbesar dari program tersebut terlihat pada peningkatan kepercayaan diri siswa, khususnya pelajar perempuan.
Jika sebelumnya mereka kurang tertarik dengan dunia digital, kini banyak yang menunjukkan kemampuan dan prestasi membanggakan.
“Terutama anak-anak perempuan yang dulu tidak pernah berpikir ke arah digital, sekarang menjadi sangat percaya diri. Bahkan ada siswa angkatan pertama yang diterima kuliah di Thailand setelah bergabung dengan program ini. Mereka merasa punya keterampilan yang bisa diandalkan,” jelasnya.
Zainul juga menjelaskan bahwa program digital skill ini sebenarnya telah dimulai sejak 2018. Namun, implementasi di Indonesia mulai mendapatkan dukungan penuh sejak tahun 2023.
Sejak saat itu, dampaknya dinilai sangat signifikan dan terus berkembang.
Saat ini, dari total sekitar 144 sekolah sasaran, baru sekitar 40 sekolah reguler yang telah menjalankan program tersebut.
Program ini juga melibatkan PKBM dan komunitas masyarakat sebagai bagian dari perluasan manfaat keterampilan digital.
Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian ITS yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
ITS berperan sebagai pelaksana teknis untuk memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Keberhasilan program di Jawa Timur bahkan menarik perhatian daerah lain. Beberapa provinsi seperti Kalimantan Timur, Lampung, dan Sumatera Utara telah datang langsung untuk belajar dan mengadopsi program serupa.
Bahkan, tahun lalu sejumlah sekolah juga mengirimkan perwakilan untuk mempelajari implementasi program di SMAN 1 Turen.
Dengan capaian tersebut, SMAN 1 Turen kini menjadi salah satu model pengembangan keterampilan digital bagi pelajar di Jawa Timur. Program ini diharapkan terus berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.
[7/4 14:48] Zainul Asrori ITS: Ok, koreksi sedikit, yang sebenarnya sudah mulai 2018 adalah program double track (DT). Baru tahun 2023 digital skills UNICEF mensuport kegiatan DT dengan skills4girls

Komentar Pembaca
Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.