BRASÍLIA | JATIMSATUNEWS.COM: Senator Flávio Bolsonaro dari Partai Liberal (PL) mengungguli Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva pada putaran pertama pemilu presiden Brasil, Minggu (4/10/2026). Keduanya melaju ke putaran kedua yang dijadwalkan 25 Oktober 2026, karena tidak ada kandidat yang menembus ambang 50 persen suara sah.
Selisih Dua Poin yang Meleset dari Prediksi
Dengan hampir 99 persen suara terhitung, Flávio Bolsonaro memperoleh sekitar 47 persen suara sah atau sekitar 56 juta suara. Lula da Silva mengumpulkan 44,9 persen atau hampir 53 juta suara. Selisih keduanya hanya sekitar dua poin persentase.
Hasil itu meleset dari sebagian besar jajak pendapat menjelang hari pemungutan suara, yang memperkirakan Lula unggul pada putaran pertama. Analis politik Rafael Favetti menilai sebagian dukungan Bolsonaro sudah terserap lebih awal, sehingga ruang pertumbuhannya pada putaran kedua justru menyempit.
Baca juga: Karena Yuran Fernandes Liga 1 Disorot Organisasi Dunia, Bagaimana Tanggapan PSSI?
Partai Liberal Menguat di Parlemen
Di luar perebutan kursi presiden, Partai Liberal muncul sebagai kekuatan terbesar di Majelis Rendah. Sejumlah anggota keluarga Bolsonaro juga memenangi kursi Senat, di antaranya mantan Ibu Negara Michelle Bolsonaro untuk Distrik Federal dan Carlos Bolsonaro untuk Santa Catarina.
Penguatan blok kanan di parlemen itu menjadi konteks penting menjelang putaran kedua, karena menentukan ruang gerak siapa pun yang terpilih nanti.
Tanggapan Kedua Kandidat
Flávio Bolsonaro menyatakan hasil putaran pertama menunjukkan rakyat Brasil menginginkan perubahan.
Lula da Silva, yang kini berusia 80 tahun, mengakui perkiraannya meleset. "Saya mengakui, saya yakin akan menang di putaran pertama. Kita berada di masa perpanjangan. Di masa perpanjangan, kita akan menang," katanya.
Sumber: aljazeera.com



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.