MALAYSIA | JATIMSATUNEWS.COM: Kiprah membanggakan ditunjukkan sivitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung di panggung internasional. Dosen sekaligus Direktur Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Yayasan Darul Fattah, Dr. Masfiyatul Asriyah, M.Pd. (yang juga dikenal dengan nama pena Evi Ghozaly), tampil sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam ajang bergengsi The 7th International Conference on Sustainability in Technological, Environmental, Law, Management, Social and Economic Matters (ICOSTELM 2026) di Ames Hotel, Ayer Keroh, Melaka, Malaysia.
Konferensi internasional yang mempertemukan para pakar, akademisi, dan praktisi lintas disiplin ini mengusung tema kesiapan pengembangan modal manusia di masa depan (Future Ready Human Capital Development).
Dalam forum akademik tersebut, Masfiyatul memaparkan gagasan komprehensif bertajuk “Empowering Educational Leadership Through Prophetic Principles: Mitigating Cultural and Moral Disruption”.
Baca juga: Di Depan Presiden Prabowo, Kiai Hasan Gontor Sampaikan Pesan Moral soal Ijazah hingga Jabatan
Dalam orasinya, Masfiyatul menyoroti fenomena disrupsi moral dan kerentanan digital yang kian masif mengikis tatanan karakter generasi muda, diiringi minimnya figur keteladanan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa model kepemimpinan pendidikan konvensional yang hanya bertumpu pada kemahiran manajerial, efisiensi operasional, dan kepatuhan administratif formal tidak lagi memadai untuk menjawab krisis moral saat ini.
”Menghadapi disrupsi moral dalam dunia pendidikan membutuhkan langkah yang melampaui sekadar penegakan administratif dan regulasi formal.
Pendekatan profetik menjadi sebuah keharusan untuk menginspirasi hati nurani, menanamkan nilai-nilai luhur, sekaligus menggerakkan transformasi moral yang substantif dan berkelanjutan,” tegas Masfiyatul di hadapan forum internasional tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan profetik berakar pada fondasi spiritual dan moral yang mentransformasi pola pikir (mindset) sekaligus kepekaan hati (heartset) para pemimpin pendidikan.
Gagasan tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni humanisasi (amar ma’ruf), liberasi (nahi munkar), dan transendensi (iman billah). Ketiganya diwujudkan melalui empat karakter kenabian: Sidiq (integritas moral), Amanah (akuntabilitas dan tata kelola berintegritas), Tabligh (advokasi dan komunikasi yang menginspirasi), serta Fathonah (ketajaman intelektual dan kearifan strategis).
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa implementasi nilai-nilai ini diturunkan ke dalam modul pelatihan bertahap, mulai dari penumbuhan kesadaran diri (self-awareness), pemetaan nilai yang diinternalisasi, penyelesaian dilema moral berbasis studi kasus, hingga penyusunan rencana aksi nyata di lingkungan sekolah.
Menurutnya, hasil akhir yang diharapkan adalah lahirnya keteladanan nyata dari para kepala sekolah, tata kelola berbasis nilai, serta terciptanya ekosistem belajar yang aman, inklusif, dan kuat secara spiritual.
Partisipasi akademik Dr. Masfiyatul Asriyah ini merupakan rangkaian dari agenda konferensi internasional serta simposium kemitraan lintas negara yang berlangsung di Selangor, Negeri Sembilan, Johor, hingga Melaka sejak 30 September 2026 hingga 3 Oktober 2026.
Kehadirannya tidak hanya memperkuat posisi IAI Darul Fattah Lampung dalam jejaring keilmuan global, melainkan juga membuktikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Islam mampu memberikan solusi konkret atas tantangan krisis moral pendidikan modern di kancah dunia.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.