Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

Dari Malang ke Banyuwangi, 35 Pesilat Pagar Nusa Bawa Misi Menjaga Tradisi Juara

Kontingen Pagar Nusa Kabupaten Malang yang berisi 35 pesilat menuju Banyuwangi untuk Kejuaraan Wilayah X Pagar Nusa Jawa Timur (23/9).

Kontingen Pagar Nusa Kabupaten Malang yang berisi 35 pesilat menuju Banyuwangi untuk Kejuaraan Wilayah X Pagar Nusa Jawa Timur (23/9)./dok.ROF

Kontingen Pagar Nusa Kabupaten Malang ke Banyuwangi untuk Kejuaraan Wilayah X Pagar Nusa Jawa Timur (23/9)./dok.ROF

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pagi itu, gelanggang belum menjadi tempat mereka bertarung. Namun, amanah sudah lebih dulu dipikul.

Sebanyak 35 pesilat terbaik Pagar Nusa Kabupaten Malang diberangkatkan dari Kantor PCNU Kabupaten Malang menuju Banyuwangi, Rabu (23/9/2026) pukul 08.00 WIB.

Mereka akan mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) X Pagar Nusa Jawa Timur pada 24–27 September 2026.

Baca juga: 220 Pesilat Muda Padati Maarif Day 2026

Keberangkatan 35 Pesilat Pagar Nusa Kabupaten Malang

Perjalanan itu bukan sekadar menuju arena pertandingan. Di balik perlengkapan tanding dan persiapan fisik, ada nama Pagar Nusa Kabupaten Malang yang harus dijaga. Ada pula tradisi juara yang ingin terus dirawat.

Ketua PC Pagar Nusa Kab. Malang, Saiful Anam, menegaskan bahwa Kejurwil memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.

“Kejurwil bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian dari khidmah kepada organisasi. Ini amanah yang harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ujar Saiful.

Bagi kontingen ini, kejuaraan cabang, wilayah hingga nasional merupakan bagian dari perjalanan organisasi.

Iklan

Gelanggang menjadi tempat menguji kemampuan, sekaligus ruang bagi kader untuk menjalankan amanah.

Merawat Tradisi Juara

Tradisi juara tidak lahir dalam sehari. Ia dibentuk melalui latihan, disiplin, pembinaan, mental bertanding, dan keberanian untuk terus menguji kemampuan.

Karena itu, Tatok Agus, Koordinator Divisi Keatletan Pagar Nusa Kabupaten Malang, berpesan agar para atlet bertanding dengan suasana hati yang gembira, tetapi tetap fokus dan profesional.

“Bertanding dengan hati gembira, fokus dan profesional. Jaga nama Pagar Nusa Kabupaten Malang dan jaga pula tradisi juara kita,” pesan Tatok.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kemenangan tidak hanya diukur dari medali. Sikap sportif, disiplin, dan kemampuan menjaga nama baik organisasi juga menjadi bagian dari perjuangan seorang pesilat.

Sebelum bertolak ke Banyuwangi, rombongan mengikuti doa bersama yang dipimpin Ustaz Khotib Ghozali, pengasuh Pesantren Nyuluh Kabupaten Malang.

Turut hadir Akhmad Basori, Farhini, A. Putra, dan Bahrul Rizki yang ditugaskan sebagai official untuk mendampingi kontingen selama Kejurwil berlangsung.

Dari Kantor PCNU Kabupaten Malang, 35 pesilat itu kemudian berangkat membawa satu misi: menguji hasil latihan di gelanggang sekaligus menjaga kehormatan organisasi.

Sebab bagi Pagar Nusa Kabupaten Malang, bertanding dan berkhidmat bukan dua jalan yang berbeda.

Medali adalah target. Khidmah adalah amanah. Tradisi juara adalah tanggung jawab yang harus terus dijaga.(ROF)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.