Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Pendidikan

Seminar Parenting SBIS 2026: Ratusan Orang Tua Simak Pesan Penting Prof Like

Seminar Parenting SBIS 2026 dihadiri ratusan orang tua yang antusias menyimak pesan penting Prof Like melalui materinya tentang hybrid parenting.

Prof Like menjadi narasumber Seminar Parenting SBIS 2026 yang dihadiri ratusan orang tua, Sabtu (7/11)./dok.MFT

Prof Like menjadi narasumber Seminar Parenting SBIS 2026 yang dihadiri ratusan orang tua, Sabtu (7/11)./dok.MFT

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Ratusan orang tua dan wali murid Surya Buana Islamic School (SBIS) Malang mengikuti Seminar Parenting SBIS 2026.

Seminar ini bertajuk “Hybrid Parenting dan Pengasuhan Adaptif di Era Digital”, yang berlangsung di Hall BBPPMPV VEDC, Arjosari, Kota Malang, Sabtu (7/11/2026).

Seminarnya juga menghadirkan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Like Raskova Oktaberlina, M.Ed., yang membahas pentingnya peran dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Baca juga: Menantang Tatapan Kosong: Dampak Screen Time terhadap Daya Fokus di Kelas

Seminar Parenting SBIS 2026

Keselarasan Pola Asuh Keluarga dan Sekolah

Prof Like memperkenalkan materi hybrid parenting saat menjadi narasumber Seminar Parenting SBIS 2026 yang dihadiri ratusan orang tua, Sabtu (7/11)./dok.MFT
Prof Like memperkenalkan materi hybrid parenting saat menjadi narasumber Seminar Parenting SBIS 2026 yang dihadiri ratusan orang tua, Sabtu (7/11)./dok.MFT

Peserta kegiatan terdiri orang tua dan wali murid jenjang KB/TK, SD Islam, MTs, dan SMA Surya Buana, serta guru dan karyawan di lingkungan SBIS.

Hadir pula seluruh kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMA di bawah naungan Yayasan Bahana Cita Persada.

Ketua Panitia, Farihul Muflihin, S.Pd., mengatakan seminar parenting merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan untuk memperkuat sinergi pola asuh antara keluarga dan sekolah.

Menurutnya, keselarasan pola pengasuhan diperlukan agar anak memperoleh pendampingan yang optimal, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah.

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Bahana Cita Persada, Elzan Kurnia Oktajaya, B.A., menegaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Orang tua harus terlibat aktif dalam mendampingi anak, termasuk mendukung mereka meraih cita-cita.

Hybrid Parenting

Prof Like menjadi narasumber Seminar Parenting SBIS 2026 yang dihadiri ratusan orang tua, Sabtu (7/11)./dok.MFT
Prof Like menjadi narasumber Seminar Parenting SBIS 2026 yang dihadiri ratusan orang tua, Sabtu (7/11)./dok.MFT

Dalam pemaparannya, Prof. Like menjelaskan bahwa hybrid parenting merupakan pola pengasuhan yang memadukan pendekatan konvensional dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan adaptif sesuai kebutuhan anak.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser peran utama orang tua dalam keluarga. Anak tidak hanya membutuhkan fasilitas digital, pendidikan berkualitas, dan pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga kasih sayang, perhatian, komunikasi, serta pendampingan emosional.

“Tidak ada anak yang tidak sukses, yang ada adalah orang tua yang tidak bisa memberikan contoh yang baik,” ungkap Prof. Like.

Iklan

Ia menekankan bahwa keteladanan orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu, pendidikan karakter perlu dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dengan membiasakan anak menggunakan empat kata penting atau magic words, yakni permisi, maaf, minta tolong, dan terima kasih. Kebiasaan tersebut dinilai dapat membangun kesantunan sekaligus menumbuhkan sikap menghargai orang lain.

Selain itu, Prof. Like mengingatkan orang tua agar tidak selalu memberikan kemudahan kepada anak. Anak perlu dibiasakan menghadapi tantangan, memahami proses, dan berusaha menyelesaikan persoalan agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

Ia mengibaratkan proses membangun keberhasilan seperti membangun rumah yang membutuhkan batu bata, bukan bantal. Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan membutuhkan fondasi kuat, perjuangan, dan proses yang tidak selalu mudah.

Kehadiran Orang Tua Sangat Penting

Prof. Like juga meminta orang tua tidak langsung menghakimi ketika anak melakukan kesalahan. Sebaliknya, orang tua perlu membangun komunikasi, memberikan pemahaman, dan mendampingi anak untuk menemukan solusi.

Menurutnya, kehadiran emosional orang tua sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan pendidikan dan materi. Anak membutuhkan perhatian serta kasih sayang yang cukup ketika berada di rumah.

Ia mengingatkan agar jangan sampai anak memperoleh perhatian dan kasih sayang dari guru di sekolah, tetapi justru kekurangan hal serupa dari orang tuanya sendiri.

Materi Relevan dengan Kondisi Sekarang

Ratusan orang tua dan wali murid Surya Buana Islamic School antusias menyimak materi hybrid parenting dari Prof Like (7/11)./dok.MFT
Ratusan orang tua dan wali murid Surya Buana Islamic School antusias menyimak materi hybrid parenting dari Prof Like (7/11)./dok.MFT

Salah satu peserta seminar, Siti Nurzaenab, M.Pd., wali murid kelas III, mengapresiasi penyelenggaraan Seminar Parenting SBIS Surya Buana 2026.

Ia menilai materi yang disampaikan narasumber sangat menarik, mudah dipahami, serta relevan dengan kebutuhan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk memperluas wawasan, merefleksikan sekaligus mengevaluasi pola pengasuhan yang selama ini diterapkan dalam keluarga, serta menemukan pendekatan yang lebih tepat dalam mendampingi anak.

Melalui Seminar Parenting 2026, SBIS Surya Buana berharap terbangun komitmen bersama antara sekolah dan keluarga dalam mendidik generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan anak tidak hanya memperoleh pendidikan yang baik, tetapi juga perhatian, keteladanan, dan pendampingan yang utuh selama proses tumbuh kembangnya.***

Kontributor: MFT

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.