Langsung ke konten
Minggu, 20 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Madinah Van Java 2 Resmi Bergulir, 50 Kontingen Ramaikan GOR Untung Suropati

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Kejuaraan pencak silat Madinah Van Java 2 kembali digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan.

Ratusan pesilat dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java 2 yang digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan,19–20 September 2026.

Ratusan pesilat dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Madinah Van Java 2 yang digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan,19–20 September 2026. (Foto: Slamet Mulyono)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM:

Kejuaraan pencak silat Madinah Van Java 2 kembali digelar di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung pada 18 hingga 20 September 2026 tersebut mempertemukan ratusan pesilat dari berbagai daerah dan kelompok umur.
Kejuaraan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong perkembangan olahraga pencak silat sekaligus memperkuat pembinaan atlet di Kota Pasuruan.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarperguruan, klub, sekolah, atlet, dan insan pencak silat dari berbagai daerah.

Baca juga: Pagar Nusa Kabupaten Malang Tunjukkan Konsistensi Prestasi di Bupati Cup 2026

Baca juga: Wartawan Jatimsatunews Dinyatakan Kompeten di UKW Jenjang Muda 2026

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan, M. Farid Misbah, mengatakan Madinah Van Java 2 tahun ini diikuti sekitar 600 peserta yang tergabung dalam 50 kontingen.
Para peserta tidak hanya berasal dari Kota Pasuruan, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Banyuwangi, Jember, Lumajang, wilayah Mataraman, serta sejumlah daerah lainnya.

“Kejuaraan ini merupakan salah satu upaya mendukung visi dan misi Wali Kota Pasuruan, khususnya dalam mengembangkan atlet di Kota Pasuruan. Kami ingin mendatangkan peserta dari luar daerah sehingga Kota Pasuruan juga menjadi tempat berlangsungnya kegiatan olahraga,” ujar M.Farid Misbah.

Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Lebih dari itu, Madinah Van Java 2 menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antaratlet maupun perguruan pencak silat.

Khusus di Kota Pasuruan, terdapat sekitar 22 perguruan pencak silat yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sementara peserta dari luar daerah tidak seluruhnya datang membawa nama perguruan. Sebagian di antaranya mengikuti kejuaraan dengan membawa nama klub maupun sekolah.

Iklan

M.Farid Misbah menjelaskan, jumlah peserta pada pelaksanaan tahun ini memang sedikit mengalami penurunan dibandingkan penyelenggaraan Madinah Van Java sebelumnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah adanya sejumlah kegiatan dan kejuaraan pencak silat lain yang berlangsung dalam waktu bersamaan di beberapa daerah, termasuk Malang dan Surabaya.

“Kalau dibandingkan dengan yang pertama memang ada penurunan jumlah peserta. Karena waktunya bersamaan dengan kegiatan atau kejuaraan lain di beberapa daerah. Namun peserta dari wilayah yang tidak memiliki kejuaraan justru datang ke sini,” jelasnya.

Dalam Kejuaraan Madinah Van Java 2, peserta mempertandingkan berbagai kategori, baik kategori tanding maupun seni. Untuk kategori tanding, peserta dikelompokkan berdasarkan usia, mulai dari usia dini sekitar 5 hingga 8 tahun, usia 8 hingga 10 tahun, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.

Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara dalam memberikan ruang kompetisi yang sesuai dengan jenjang usia dan perkembangan para atlet.
Selain mengejar prestasi, penyelenggaraan kejuaraan juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, serta sportivitas para pesilat. Para atlet diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis di arena pertandingan, tetapi juga mampu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan sikap saling menghormati.

Pencak silat sendiri diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya bangsa, tetapi juga dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus wadah untuk meraih prestasi di bidang olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pasuruan Dr. H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejuaraan Madinah Van Java 2. Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pesilat dari berbagai daerah tersebut memiliki banyak manfaat bagi perkembangan olahraga dan generasi muda.

“Ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga bagaimana para atlet dari berbagai perguruan bisa saling mengenal, bersilaturahmi dan membangun persatuan. Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang juga bisa menjadi wadah untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Para pesilat diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, saling menghormati, serta menjadi teladan bagi generasi muda.
Selain aspek pembinaan atlet, keberadaan kejuaraan tingkat regional tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi Kota Pasuruan.

Dengan datangnya peserta dan pendamping dari berbagai daerah, kegiatan olahraga seperti ini berpotensi turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan Kota Pasuruan sebagai salah satu daerah yang aktif menggelar kegiatan olahraga.

Iklan

Kejuaraan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pasuruan H. M. Toyib, perwakilan Polres Pasuruan Kota, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Sekretaris Dispora Kota Pasuruan Budi, Ketua IPSI Kota Pasuruan M. Farid Misbah beserta jajaran pengurus, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Penyelenggara juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pasuruan dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Madinah Van Java 2.
Konsistensi IPSI Kota Pasuruan dalam menyelenggarakan agenda tersebut selama dua tahun berturut-turut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan pencak silat di Kota Pasuruan.

Sementara itu, Wakil IPSI, Bharudin, mengatakan rangkaian kegiatan turnamen telah dimulai sejak 19 September 2026 pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari.
Pada tahap awal, kegiatan diisi dengan agenda teknis serta sosialisasi dari IPSI Jawa Timur. Setelah itu, pertandingan dilaksanakan secara bertahap hingga rangkaian kejuaraan berakhir.

“Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 19 sampai 20 September 2026, ada kegiatan teknis dan sosialisasi dari IPSI Jawa Timur. Kemudian pertandingan dilaksanakan sampai besok,” katanya.

Bharudin menambahkan, Kejuaraan Madinah Van Java 2 juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet dalam menghadapi berbagai agenda olahraga berikutnya, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang rencananya digelar di Surabaya.

Melalui kompetisi tersebut, para atlet diharapkan mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka sebelum mengikuti ajang olahraga yang lebih besar.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Pasuruan dan berbagai pihak terkait, IPSI Kota Pasuruan berharap Kejuaraan Madinah Van Java dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Selain menjadi wadah kompetisi, keberlanjutan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan pencak silat di Kota Pasuruan serta melahirkan atlet-atlet muda yang mampu mengukir prestasi, baik di tingkat regional maupun pada jenjang yang lebih tinggi.(SM)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.