MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang merupakan salah satu penerima LSDP (Local Service Delivery Improvement Projects) menjadi lokasi penelitian Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Iwan Kurniawan pada beberapa pekan yang lalu. Kamis (20/8/2026) di Mini Block Office Lantai 4 Kota Malang.
Dikatakannya bahwa Kota Malang dinilai mampu sebagai penerima LSDP karena sudah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Kedatangan pejabat yang pernah menjadi Pj Wali Kota Malang ini untuk memperoleh masukan terkait penyelarasan program pembangunan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Malang termasuk yang sudah masuk dalam 30 prioritas nasional yang akan berjalan mulai tahun 2027. Pembangunannya mulai dari hulu yakni mindset masyarakat hingga hilirnya,” jelas Iwan.
Baca juga: RW 05 Arjowinangun Binaan DLH Kota Malang, Jadi Kandidat Peraih Proklim Lestari
Baca juga: Perkuat Layanan Angkutan Sampah, DLH Kota Malang Dapat Tambahan Anggaran BBM
Dalam kegiatan tersebut, dirinya menyampaikan bahwa konsep utama dalam penelitian ini adalah sinkronisasi perencanaan pembangunan pusat dan daerah yang dioperasikan ke dalam tujuh dimensi terukur. “Setiap dimensi mempresentasikan aspek kritis yang perlu dievaluasi untuk memahami tingkat sinkronisasi dan komprehensif” jelasnya.
“Indikatornya meliputi keselarasan visi dan misi, konsistensi program dan kegiatan, koordinasi antar pemangku kepentingan, integrasi perencanaan dan penganggaran, sinkronisasi data dan informasi serta harmonisasi kebijakan,” bebernya.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menyampaikan apabila yang terpenting dari LSDP ini adalah pembangunannya. “Bukan hanya fisik di pengelolaan sampah semata, tetapi bagaimana program LSDP ini mampu menuntaskan volume sampah di Kota Malang,” ujar Ali Muthohirin.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menyampaikan apabila Kota Malang melakukan kegiatan dulu, pembangunan dan pembelian belanja modal. “Kami berharap dengan adanya program LSDP ini tidak hanya pengelolaan sampah di hilir tapi juga dapat menciptakan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” jelas Raymond. (Ans)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.