MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gagasan tentang pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ulfa Maskanah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, membawa gagasan tersebut ke ruang akademik melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 3.
Artikel berjudul “The Role of Islamic Religious Education Teachers in the ‘Program Sekolah Penggerak’ at Public Elementary Schools” itu diterbitkan dalam Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Vol. 13 No. 3 (2024), jurnal yang diterbitkan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo, Kediri.
Publikasi tersebut mengangkat kajian tentang peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di sekolah dasar negeri. Kajian itu mempertemukan posisi guru PAI dengan dinamika perubahan ekosistem pendidikan yang berlangsung melalui Program Sekolah Penggerak.
Dalam konteks tersebut, guru PAI tidak hanya ditempatkan sebagai pengajar materi keagamaan. Perannya juga berkaitan dengan proses pendampingan peserta didik serta keterlibatan dalam lingkungan pendidikan yang terus mengalami perubahan. Perspektif inilah yang kemudian dibawa Ulfa ke dalam sebuah karya ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi.
Bagi mahasiswa, pengalaman publikasi pada jurnal ilmiah menjadi bagian penting dari proses pembentukan tradisi akademik. Menulis artikel ilmiah menuntut kemampuan mengolah persoalan, menyusun argumentasi secara sistematis, serta menyajikan gagasan dalam format yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Publikasi Ulfa juga memperlihatkan bahwa ruang belajar mahasiswa tidak terbatas pada aktivitas perkuliahan. Penelitian dan penulisan ilmiah membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan sekaligus berpartisipasi dalam diskursus akademik yang lebih luas.
Isu tentang pendidikan agama dan perubahan ekosistem pembelajaran yang diangkat dalam artikel tersebut menjadi contoh bagaimana persoalan pendidikan dapat diolah menjadi kajian ilmiah. Dari pengalaman dan pengamatan terhadap persoalan pendidikan, mahasiswa dapat membangun pertanyaan akademik, mengembangkannya menjadi penelitian, kemudian menghadirkannya kembali dalam bentuk karya yang dapat dibaca oleh masyarakat akademik.
Bagi PAI FTIK UIN Malang, capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari tumbuhnya budaya literasi dan publikasi ilmiah mahasiswa. Publikasi di jurnal terakreditasi menunjukkan adanya ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pembaca pengetahuan, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai penulis dan penghasil gagasan akademik.
Pada akhirnya, perjalanan sebuah karya ilmiah bermula dari gagasan yang sederhana: melihat persoalan, mempertanyakannya, lalu berusaha memahaminya melalui penelitian. Ketika gagasan tersebut berhasil menjadi artikel yang dipublikasikan, ia tidak lagi berhenti sebagai pengalaman belajar personal, tetapi telah menjadi bagian dari percakapan akademik yang lebih luas.
Dari ruang kelas, gagasan itu bergerak menjadi tulisan. Dari tulisan, lahir sebuah jejak akademik.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.