Langsung ke konten
Senin, 14 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Mahasiswa KKN Dorong Revitalisasi Bukit Ngantru, Buka Potensi Wisata dan UMKM Lokal

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Bukit Ngantru yang terletak di Dusun Ngantru Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki

Mahasiswa KKN Kelompok 60 bersama anggota Karang Taruna Dusun Ngantru berfoto di depan plang penanda yang baru dipasang di puncak Bukit Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Mahasiswa KKN Kelompok 60 bersama anggota Karang Taruna Dusun Ngantru berfoto di depan plang penanda yang baru dipasang di puncak Bukit Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Bukit Ngantru yang terletak di Dusun Ngantru Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki banyak potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam yang dapat sekaligus untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui penguatan UMKM. Namun, potensi tersebut hingga kini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kondisi kawasan yang masih rimbun dan minim pengunjung menjadi salah satu tantangan dalam upaya pengembangannya.


Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 60 bersama dengan Karang Taruna setempat turut mendorong upaya dalam melakukan Revitalisasi bukit Ngantru. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam memperkenalkan potensi bukit kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus menghidupkan kembali kawasan yang selama ini belum banyak dikunjungi.

Salah satu bentuk nyata kegiatan mahasiswa KKN adalah pemasangan plang penanda di kawasan Bukit Ngantru. Keberadaan plang tersebut ternyata memberikan dampak awal yang cukup positif. Masyarakat setempat mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengunjungi dan menaiki bukit setelah adanya penanda tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana dapat menjadi pemicu awal untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi lokal.

Bukit Ngantru tidak hanya memiliki daya tarik dari sisi pemandangan alamnya saja, akan tetapi juga menyimpan nilai sejarah. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Darwanto, S.E, selaku Kepala Dusun setempat menjelaskan bahwa terdapat petilasan Sendang Lor/Gidul serta makam peninggalan kolonial di kawasan tersebut. Secara historis, wilayah bukit juga disebut memiliki fungsi sebagai pembatas laut. Keberadaan situs-situs tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas dan menjadi daya tarik Bukit Ngantru itu sendiri.
Dari sisi wisata alam, kawasan bukit memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai tempat menikmati pemandangan, hunting foto, serta menyaksikan matahari terbit maupun terbenam. Selain itu, terdapat pula gagasan untuk membuat jalur pendakian mini yang dapat diperuntukkan bagi anak-anak dan keluarga sehingga kawasan tersebut tidak hanya menjadi tujuan bagi wisatawan tertentu, tetapi juga dapat menjadi destinasi rekreasi masyarakat.

Baca juga: Wartawan Jatimsatunews Dinyatakan Kompeten di UKW Jenjang Muda 2026

Baca juga: JatimSatuNews Bersiap Mengikuti Verifikasi Dewan Pers, Langkah Menuju Media Profesional dan Terpercaya

Tidak berhenti pada potensi alam, pengembangan Bukit Ngantru juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Mas Hudi, selaku Ketua Karang Taruna Dusun Ngantru menyampaikan bahwa kawasan tersebut memiliki peluang untuk menarik wisatawan dari luar daerah sekaligus mendukung perkembangan UMKM lokal.

Iklan

Upaya revitalisasi Bukit Ngantru tidak dapat dilakukan oleh mahasiswa KKN seorang diri. Karang Taruna menjadi salah satu pihak yang diharapkan dapat berkolaborasi dalam menambah aktivitas di kawasan tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Karang Taruna diharapkan mampu menciptakan kegiatan yang lebih menarik sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan bukit setelah program KKN selesai.

Promosi melalui media sosial juga menjadi salah satu strategi yang direncanakan. Dengan membuat konten secara rutin, Bukit Ngantru diharapkan dapat dikenal tidak hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh masyarakat dari luar daerah. Peningkatan visibilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi berkembangnya aktivitas wisata dan UMKM di sekitar kawasan.

Selain Karang Taruna, penguatan kelembagaan masyarakat seperti PKK serta kerja sama dengan pihak Perhutani juga dinilai penting. Bapak Darwanto, S.E. menambahkan bahwa Pemerintah dusun dan pihak terkait diharapkan dapat mengakses dinas-dinas yang memiliki kewenangan dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur wisata. Kehadiran konsultan ahli juga diperlukan untuk membantu menata daya tarik dan tata kelola kawasan agar lebih siap dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Revitalisasi Bukit Ngantru dirancang tidak hanya berhenti pada pemasangan plang saja. Beberapa gagasan pengembangan yang muncul antara lain penghijauan kawasan, penataan titik puncak, jalur pendakian mini, hingga pengembangan wahana seperti flying fox dan wisata air atau cek dam. Namun, pengembangan tersebut masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama karena keterbatasan dana serta akses dan infrastruktur di kawasan Blok Barat.
Karena itu, keberlanjutan program menjadi perhatian utama. Pemasangan plang sebagai hasil kegiatan mahasiswa KKN diharapkan tidak menjadi kegiatan yang berhenti setelah program selesai. Pemeliharaan fasilitas, komunikasi dengan masyarakat, penghijauan, promosi, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting agar revitalisasi dapat terus berjalan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Karang Taruna, pemerintah dusun, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan, Bukit Ngantru diharapkan dapat berkembang dari kawasan yang sebelumnya rimbun dan minim pengunjung menjadi ruang wisata yang memiliki nilai alam, sejarah, sosial, dan ekonomi.
Revitalisasi Bukit Ngantru pada akhirnya bukan hanya tentang memperbaiki sebuah kawasan, tetapi juga tentang menggali kembali potensi yang dimiliki oleh masyarakat, membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menciptakan peluang agar potensi lokal dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Ngantru.

Penulis : Haidar Rafli, Satya Narendra, Aviolla Terza Damaliana

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.