Langsung ke konten
Sabtu, 12 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Nasional

Dosen Poliwangi Sulap Limbah Konstruksi Jadi Rambu Keselamatan di Pesisir Blimbingsari

BANYUWANGI – Limbah material konstruksi disulap menjadi elemen rambu keselamatan di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Inovasi ini dilakukan tim dosen Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Limbah Material Konstruksi sebagai Elemen Rambu Keselamatan dalam Mitigasi Kerusakan Infrastruktur di Pesisir Pantai Blimbingsari.”

Tim yang terdiri atas Akhmad Taufik A., S.T., M.T., Lia Eka Prianti, S.T., M.T., dan Siska Aprilia Hardiyanti, S.Pd., M.Si., bekerja sama dengan Kepala Desa Blimbingsari Lukman Sanjaya dan Ketua POKDARWIS Agus Sukriyadi.

Kegiatan ini berangkat dari dua persoalan, yakni keberadaan sisa material konstruksi yang belum termanfaatkan serta minimnya rambu keselamatan di kawasan pesisir. Material berupa bata, paving, besi, dan kayu dipilah dan diolah kembali menjadi bagian dari tiang dan papan rambu.

Kami ingin mengubah material yang sebelumnya menjadi limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung keselamatan masyarakat dan wisatawan,” ujar Ketua Tim PkM, Akhmad Taufik.

Iklan

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat mulai dari identifikasi material, proses pengolahan, hingga pemasangan rambu di titik-titik strategis kawasan pantai. Sejumlah elemen keselamatan kini telah terpasang di titik-titik strategis Pantai Blimbingsari, meliputi rambu penunjuk jalur evakuasi, penanda titik kumpul, hingga papan imbauan keselamatan bagi wisatawan dan nelayan.

Kepala Desa Blimbingsari, Lukman Sanjaya, mengapresiasi program tersebut karena memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat. Sementara Ketua POKDARWIS, Agus Sukriyadi, menilai keterlibatan warga dapat meningkatkan rasa memiliki sekaligus memberikan keterampilan baru dalam mengolah material bekas.

Selain mengurangi limbah konstruksi, keberadaan rambu diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan wisatawan dan masyarakat terhadap potensi risiko di kawasan pesisir. Program ini juga mendorong keterampilan upcycling, sehingga limbah dapat diubah menjadi aset yang bermanfaat.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, POKDARWIS, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju pesisir Blimbingsari yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.