BLITAR | JATIMSATUNEWS.COM: Tim Pengabdian Masyarakat Strategis bersama Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 58 Universitas Brawijaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada 26 Juli–1 Agustus 2026.
Tim melibatkan Dr. Ria Dewi Andriani, Dr. Jaisy Aghniarahim, Dr. Yuli Frita Nuningtyas, dan Dr. Emy Sudarwati bersama mahasiswa MMD Kelompok 58. Kegiatan mencakup pengembangan produk olahan susu, peningkatan pengetahuan keamanan pangan bagi pelaku UMKM, penguatan literasi anak, hingga promosi produk lokal melalui Festival Literasi x UMKM.
Program tersebut dikembangkan berdasarkan potensi Desa Semen sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas peternakan sapi perah. Ketersediaan susu segar memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan bernilai tambah sehingga pemanfaatan komoditas lokal tidak terbatas pada penjualan susu segar. Salah satu program yang dilaksanakan adalah CREAMY (Creative Economy & Added-Value of Milk). Program ini memperkenalkan dangke sebagai alternatif diversifikasi produk olahan susu.
Baca juga: Sambut Tamu Muktamar NU 35, DPD APPSI buka Gerai Kopi Gratis Cek Jam Buka dan Ketersediaan

Pelaku UMKM memperoleh penjelasan dan demonstrasi mengenai tahapan pembuatan dangke, mulai dari persiapan bahan, pemanasan susu, penambahan bahan penggumpal, pemisahan dadih, hingga pencetakan. SOP pembuatan dangke juga diberikan agar peserta memiliki panduan yang dapat digunakan setelah program berakhir.
Penguatan aspek keamanan pangan dilakukan melalui program Detektif Pangan (Deteksi Dini Olahan Pangan Desa). Materi mencakup higiene dan sanitasi, penggunaan bahan tambahan pangan yang aman, pengendalian pH, penyimpanan, pengemasan, dan pelabelan.
Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan kertas indikator pH serta pemanfaatan kunyit dan kubis ungu sebagai indikator alami melalui demonstrasi sederhana. Materi dilengkapi dengan edukasi mengenai penggunaan kemasan food grade, kemasan PP, kemasan vakum, serta informasi yang perlu diperhatikan pada label produk.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Festival Literasi x UMKM pada 1 Agustus 2026 di Pendopo Balai Desa Semen. Festival menghadirkan lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak yang diikuti 86 peserta dari lima lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Semen.

Koordinator Desa MMD Kelompok 58, Mohammad Faiq Mujtabi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.
“Kegiatan ini memberikan ruang bagi adik-adik TK untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan minat belajar melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan serta mengenal dunia peternakan,” ujarnya.

Festival juga diisi dengan bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal masyarakat. Bazar menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produknya kepada masyarakat sekaligus memperluas pengenalan terhadap potensi ekonomi Desa Semen.
Pada akhir kegiatan, Tim MMD didampingi DPL Dr. Ria Dewi Andriani menyerahkan Peta Lokasi Wisata Desa Semen kepada pemerintah desa. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi untuk memperkenalkan potensi destinasi wisata Desa Semen kepada masyarakat dan wisatawan. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui integrasi kegiatan literasi, penguatan UMKM, dan kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah desa serta masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim PKM Strategis dan MMD Kelompok 58 Universitas Brawijaya berharap pengetahuan dan inovasi yang diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Semen. Pengembangan diversifikasi produk susu, peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan, promosi UMKM, serta penguatan literasi anak diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih optimal.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.