Langsung ke konten
Jumat, 4 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Raih Juara OBA Jawa Timur, Siswa Kelas 9 SPARTA Buktikan Bahasa Arab Bukan Sekadar Pelajaran

Kali ini, giliran Muhammad Khoirul Muttaqin, siswa kelas 9, yang berhasil membawa pulang gelar Juara Harapan 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi

Poster permohonan doa dan dukungan dari SMP Ar-Rohmah Putra Malang (SPARTA) untuk M. Khoirul Muttaqin dan Ilyasa Fath Jamlean saat mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Jawa Timur, di mana M. Khoirul Muttaqin berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara Harapan

Poster permohonan doa dan dukungan dari SMP Ar-Rohmah Putra Malang (SPARTA) untuk M. Khoirul Muttaqin dan Ilyasa Fath Jamlean saat mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Jawa Timur, di mana M. Khoirul Muttaqin berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara Harapan (Foto: Tim SPARTA)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SPARTA (SMP Ar-Rohmah Putra Malang). Kali ini, giliran Muhammad Khoirul Muttaqin, siswa kelas 9, yang berhasil membawa pulang gelar Juara Harapan 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.

Prestasi tersebut diraih dalam ajang OBA tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di MAN 2 Kota Malang, Sabtu (29/8/2026). Khoirul harus bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah di Jawa Timur sebelum akhirnya berhasil masuk jajaran peraih penghargaan.

Bagi Khoirul, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang piala. Ada proses belajar, latihan, dan persiapan yang harus ia jalani sebelum tampil di tingkat provinsi.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (5/9/2024). Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi magnet tersendiri ketika menyampaikan motivasi terhadap calon mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Unusida sempat menitipkan pesan atau aspirasi untuk diperjuangkan Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama di kursi DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 nanti. “Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto. Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional. Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementrian terkait. “Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementrian,” kata Ning Lia. Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka. “Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Kita perjuangan masalah ini di DPD dan DPR RI serta kementrian terkait. Mohon doanya dari teman-teman mahasiswa baru yang sudah menyampaikan apresiasi terkait masalah tersebut,” harapnya. Ning Lia terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini. “Terharu, apresiasi untuk semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” harunya. Dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi. “Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya. Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita. “Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya. penulis: Maschan Yusuf

Baca juga: Zona KHAS UMM Dilirik Kemenpar, Jadi Modal Penguatan Wisata Halal Jawa Timur

“Saya bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 1. Bagi saya, lomba ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena bisa bertemu dan bersaing dengan siswa-siswa dari sekolah lain. Saya juga belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik harus mau berlatih dan tidak mudah menyerah,” ujar Khoirul.

Ia berharap pengalaman mengikuti OBA dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Bahasa Arab dan berani mengikuti kompetisi lainnya.

Iklan

Di balik pencapaian Khoirul, terdapat peran pembina yang turut mendampingi proses persiapannya, diantaranya adalah Ustadz Latief. Sebagai salah satu guru pembina, mengatakan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara bertahap.
Menurutnya, salah satu hal terpenting dalam pembinaan bukan hanya mempersiapkan siswa untuk menjawab soal, tetapi juga membangun mental dan kepercayaan diri ketika menghadapi kompetisi.

“Kami tentu bersyukur dengan capaian Ananda Khoirul. Namun, yang paling penting dari proses ini adalah bagaimana dia belajar untuk konsisten, mau berlatih, dan berani menghadapi peserta-peserta terbaik dari berbagai sekolah di Jawa Timur yang dikenal gudangnya pesantren dan sekolah-sekolah terbaik. Juara adalah bonus dari proses yang sudah dijalani,” ungkap Ustadz Latief.

Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Ananda Khoirul untuk terus berkembang sekaligus memotivasi siswa SPARTA lainnya agar tidak takut mencoba berbagai kompetisi.

“Harapannya, Ananda Khoirul tidak berhenti di sini. Semoga prestasi ini menjadi pengalaman dan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Bahasa Arab, sekaligus menginspirasi teman-temannya untuk berprestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Waka Kurikulum SPARTA, Ustadz M. Zaki Hidayat, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat provinsi menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan pembinaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensinya.

“Kami mengapresiasi capaian Ananda Muhammad Khoirul Muttaqin. Juara Harapan 1 di tingkat Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa siswa SPARTA memiliki potensi untuk bersaing di level yang lebih luas,” ujar M. Zaki Hidayat.

Iklan

Ia menegaskan bahwa sekolah akan terus mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing.

“Bagi kami, prestasi bukan hanya tentang berapa banyak piala yang dibawa pulang. Yang lebih penting adalah tumbuhnya semangat belajar, keberanian berkompetisi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Semoga capaian Khoirul menjadi pemantik bagi siswa-siswa lain untuk berani mengambil kesempatan dan memberikan prestasi terbaik,” tuturnya.

Keberhasilan Ananda Khoirul menjadi Juara Harapan 1 OBA tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 menambah deretan pengalaman kompetitif siswa SPARTA di bidang akademik.

Dari ruang belajar hingga panggung kompetisi, proses tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ada latihan, pendampingan, keberanian, dan konsistensi di balik setiap penghargaan.

Bagi Khoirul, perjalanan di OBA mungkin telah berakhir dengan sebuah piala dan sertifikat.

Namun bagi SPARTA, satu prestasi ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak siswa yang berani bermimpi, berani berkompetisi, dan berani membawa nama sekolah lebih jauh. 🏆 SPARTA 30th BRAVE! By ZLion

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.