Raih Juara OBA Jawa Timur, Siswa Kelas 9 SPARTA Buktikan Bahasa Arab Bukan Sekadar Pelajaran
Kali ini, giliran Muhammad Khoirul Muttaqin, siswa kelas 9, yang berhasil membawa pulang gelar Juara Harapan 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi
EditorTim Redaksi JatimSatuNews
Diperbarui 4 September 2026, 16:57 WIB
Poster permohonan doa dan dukungan dari SMP Ar-Rohmah Putra Malang (SPARTA) untuk M. Khoirul Muttaqin dan Ilyasa Fath Jamlean saat mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi Jawa Timur, di mana M. Khoirul Muttaqin berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara Harapan (Foto: Tim SPARTA)
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SPARTA (SMP Ar-Rohmah Putra Malang). Kali ini, giliran Muhammad Khoirul Muttaqin, siswa kelas 9, yang berhasil membawa pulang gelar Juara Harapan 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang OBA tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di MAN 2 Kota Malang, Sabtu (29/8/2026). Khoirul harus bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah di Jawa Timur sebelum akhirnya berhasil masuk jajaran peraih penghargaan.
Bagi Khoirul, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang piala. Ada proses belajar, latihan, dan persiapan yang harus ia jalani sebelum tampil di tingkat provinsi.
“Saya bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 1. Bagi saya, lomba ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena bisa bertemu dan bersaing dengan siswa-siswa dari sekolah lain. Saya juga belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik harus mau berlatih dan tidak mudah menyerah,” ujar Khoirul.
Ia berharap pengalaman mengikuti OBA dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Bahasa Arab dan berani mengikuti kompetisi lainnya.
Iklan
Di balik pencapaian Khoirul, terdapat peran pembina yang turut mendampingi proses persiapannya, diantaranya adalah Ustadz Latief. Sebagai salah satu guru pembina, mengatakan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara bertahap. Menurutnya, salah satu hal terpenting dalam pembinaan bukan hanya mempersiapkan siswa untuk menjawab soal, tetapi juga membangun mental dan kepercayaan diri ketika menghadapi kompetisi.
“Kami tentu bersyukur dengan capaian Ananda Khoirul. Namun, yang paling penting dari proses ini adalah bagaimana dia belajar untuk konsisten, mau berlatih, dan berani menghadapi peserta-peserta terbaik dari berbagai sekolah di Jawa Timur yang dikenal gudangnya pesantren dan sekolah-sekolah terbaik. Juara adalah bonus dari proses yang sudah dijalani,” ungkap Ustadz Latief.
Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Ananda Khoirul untuk terus berkembang sekaligus memotivasi siswa SPARTA lainnya agar tidak takut mencoba berbagai kompetisi.
“Harapannya, Ananda Khoirul tidak berhenti di sini. Semoga prestasi ini menjadi pengalaman dan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Bahasa Arab, sekaligus menginspirasi teman-temannya untuk berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Waka Kurikulum SPARTA, Ustadz M. Zaki Hidayat, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat provinsi menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan pembinaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensinya.
“Kami mengapresiasi capaian Ananda Muhammad Khoirul Muttaqin. Juara Harapan 1 di tingkat Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa siswa SPARTA memiliki potensi untuk bersaing di level yang lebih luas,” ujar M. Zaki Hidayat.
Iklan
Ia menegaskan bahwa sekolah akan terus mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing.
“Bagi kami, prestasi bukan hanya tentang berapa banyak piala yang dibawa pulang. Yang lebih penting adalah tumbuhnya semangat belajar, keberanian berkompetisi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Semoga capaian Khoirul menjadi pemantik bagi siswa-siswa lain untuk berani mengambil kesempatan dan memberikan prestasi terbaik,” tuturnya.
Keberhasilan Ananda Khoirul menjadi Juara Harapan 1 OBA tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 menambah deretan pengalaman kompetitif siswa SPARTA di bidang akademik.
Dari ruang belajar hingga panggung kompetisi, proses tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ada latihan, pendampingan, keberanian, dan konsistensi di balik setiap penghargaan.
Bagi Khoirul, perjalanan di OBA mungkin telah berakhir dengan sebuah piala dan sertifikat.
Namun bagi SPARTA, satu prestasi ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak siswa yang berani bermimpi, berani berkompetisi, dan berani membawa nama sekolah lebih jauh. 🏆 SPARTA 30th BRAVE! By ZLion
Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.