Tentu. Berikut saya buatkan berita versi panjang, lebih lengkap, meUpaya
PASURUAN|JATIMSATUNEWS.COM:
Upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan salat Subuh secara berjamaah terus dilakukan oleh Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui kegiatan KSB (Kesadaran Subuh Berjamaah) yang dilaksanakan secara istiqomah setiap Jumat.
Kegiatan KSB kali ini digelar pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Masjid Nurul Jadid, Dusun Suruh, Desa Kedungbako, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota IASS bersama Takmir Masjid Nurul Jadid serta masyarakat di lingkungan sekitar masjid.
Baca juga: Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kabupaten Pasuruan,Desa Kedungbako Ikut Terdampak
KSB merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang terus dijaga keberlangsungannya oleh pengurus IASS Kecamatan Rejoso. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antarwarga di tingkat kampung maupun desa.
Kegiatan Kesadaran Subuh Berjamaah tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat oleh pengurus IASS Kecamatan Rejoso. Program serupa juga dilaksanakan secara serempak oleh IASS di berbagai wilayah Jawa dan Madura.
Untuk wilayah Jawa, kegiatan KSB dilaksanakan secara rutin setiap Jumat. Sementara untuk wilayah Madura, kegiatan serupa masih berjalan dengan agenda rutin satu bulan sekali.
Melalui kegiatan tersebut, IASS berusaha memberikan motivasi kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya melaksanakan salat Subuh secara berjamaah, baik di masjid maupun di mushala yang berada di lingkungan masing-masing.
Diisi Salat Subuh, Pembacaan Surat Al-Kahfi hingga Tausiah
Rangkaian kegiatan KSB diawali dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah. Setelah salat, jamaah kemudian melanjutkan kegiatan dengan pembacaan Al-Qur'an, khususnya Surat Al-Kahfi, yang dilanjutkan dengan pembacaan wirid dan sholawat.
Suasana masjid pada pagi hari tersebut berlangsung penuh kekhidmatan. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Setelah pembacaan wirid dan sholawat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah atau mauidatul hasanah yang pada kesempatan kali ini disampaikan langsung oleh Ustadz H. Mahfudz, selaku pengurus IASS Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Dalam mauidatul hasanahnya, Ustadz H. Mahfudz menyampaikan tentang besarnya keutamaan salat Subuh berjamaah. Beliau mengingatkan jamaah bahwa salat Subuh merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar, terlebih ketika dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun mushala.
Dalam penyampaiannya, Ustadz H. Mahfudz menyampaikan beberapa poin penting mengenai keutamaan salat Subuh berjamaah.
Pertama, salat Subuh berjamaah memiliki keutamaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak mengabaikan salat Subuh hanya karena kesibukan duniawi.
Kedua, beliau menyampaikan mengenai keutamaan salat Subuh berjamaah yang pahalanya sangat besar, bahkan diibaratkan seperti melaksanakan ibadah salat sunah sepanjang malam, mulai dari waktu Isya hingga masuk waktu Subuh.
Ketiga, Ustadz H. Mahfudz juga menyampaikan bahwa menjaga salat Subuh berjamaah menjadi salah satu ikhtiar untuk memperoleh keberkahan dan tambahan rezeki dari Allah SWT. Penjelasan tersebut disampaikan dengan menukil keterangan dari Kitab Risalatul Jamaah.
Pesan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan KSB, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga istiqomah salat Subuh berjamaah.
Membangun Kesadaran dan Silaturahmi di Tengah Masyarakat
Lebih dari sekadar kegiatan salat berjamaah, KSB juga menjadi momentum untuk membangun hubungan sosial dan mempererat silaturahmi masyarakat.
IASS berharap kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut dapat mendorong masyarakat agar semakin sadar dan istiqomah dalam menjalankan salat Subuh berjamaah.
Selain itu, kegiatan KSB diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai lingkungan, sehingga komunikasi dan silaturahmi antarwarga dapat semakin terjalin.
Dengan berkumpul di masjid pada waktu Subuh, masyarakat tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk beribadah bersama, tetapi juga dapat saling mengenal, saling menyapa dan membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan masing-masing.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan KSB, yakni bagaimana masjid kembali menjadi tempat yang hidup dengan kegiatan ibadah sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat.
Ditutup Ramah Tamah, Ngopi dan Sarapan Bersama
Setelah seluruh rangkaian kegiatan keagamaan selesai, acara KSB kemudian ditutup dengan ramah tamah, ngopi dan sarapan pagi bersama.
Suasana yang sebelumnya berlangsung khidmat berubah menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Para jamaah dan pengurus IASS duduk bersama sambil menikmati hidangan pagi.
Dalam suasana tersebut, para peserta juga membicarakan berbagai hal ringan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Momen tersebut menjadi bagian yang tidak kalah penting karena membuka ruang komunikasi dan silaturahmi secara lebih dekat antara pengurus IASS, Takmir Masjid dan masyarakat.
Kegiatan sederhana berupa ngopi dan sarapan bersama tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat KSB tidak hanya membangun hubungan manusia dengan Allah SWT melalui ibadah, tetapi juga membangun hubungan baik antarsesama manusia.
Mendapat Sambutan Hangat dari Takmir dan Warga
Pelaksanaan KSB di Masjid Nurul Jadid mendapat sambutan hangat dan antusias dari Takmir Masjid Nurul Jadid serta masyarakat di lingkungan sekitar masjid.
Kehadiran pengurus dan anggota IASS dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi karena dinilai mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih menghidupkan salat Subuh berjamaah.
Pihak Takmir Masjid Nurul Jadid dan warga juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara istiqomah dan semakin banyak masyarakat yang ikut hadir.
Dengan semakin banyaknya jamaah yang mengikuti KSB, diharapkan suasana masjid pada waktu Subuh semakin ramai dan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan salat berjamaah semakin kuat.
KSB Telah Dirintis Sejak 2017
Menurut keterangan salah seorang anggota IASS, kegiatan Kesadaran Subuh Berjamaah bukanlah kegiatan yang baru dilaksanakan. Gerakan tersebut telah mulai dirintis sejak tahun 2017.
Kegiatan tersebut dirintis dan diadakan atas arahan Romo KH. Ahmad Nawawi bin Abdul Jalil, yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.
Jika dihitung hingga tahun 2026, gerakan Kesadaran Subuh Berjamaah tersebut telah berjalan kurang lebih sembilan tahun.
Perjalanan selama sembilan tahun tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk terus menjaga gerakan menghidupkan salat Subuh berjamaah di tengah masyarakat.
Kegiatan yang telah dirintis sejak 2017 tersebut kemudian terus dilanjutkan hingga sekarang di bawah asuhan KH. Mas Nur Fuad, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sidogiri.
Keberlanjutan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga semangat masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dan mushala, khususnya melalui pelaksanaan salat Subuh secara berjamaah.
Berharap Semakin Banyak Warga yang Terlibat
IASS Kecamatan Rejoso berharap KSB dapat terus berjalan secara istiqomah dan menjangkau semakin banyak masyarakat.
Semangat yang dibangun bukan semata-mata untuk mengejar jumlah jamaah, tetapi bagaimana kesadaran salat Subuh berjamaah dapat tumbuh dari dalam diri masyarakat dan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan setiap hari.
Kegiatan KSB juga diharapkan mampu menjadi jembatan silaturahmi antarmasyarakat di berbagai kampung dan desa. Dengan berkumpul dan beribadah bersama, diharapkan hubungan sosial masyarakat semakin kuat serta tumbuh rasa kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui gerakan Kesadaran Subuh Berjamaah, IASS terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid, menjaga istiqomah dalam beribadah, memperbanyak membaca Al-Qur'an dan sholawat, serta mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan Jumat pagi di Masjid Nurul Jadid tersebut menjadi salah satu bukti bahwa semangat menghidupkan masjid melalui salat Subuh berjamaah masih terus dijaga dan dikembangkan.
IASS berharap langkah kecil yang dilakukan secara istiqomah tersebut dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang tergerak untuk meninggalkan rasa malas di waktu Subuh, kemudian bersama-sama datang ke masjid atau mushala untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Dengan demikian, gerakan KSB diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin setiap Jumat, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya Subuh berjamaah, membaca Al-Qur'an, bersholawat, menuntut ilmu dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.(SA/SM)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.