Langsung ke konten
Sabtu, 29 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Sinergi Tiga Pilar dan Warga, Babinsa Kawal Guyubnya Tradisi Bersih Desa Bumiayu Malang

Babinsa Koramil 0833-02/Kedungkandang, Peltu Sugiantoro dan Kopka Aris, tampak turun langsung mendampingi warga bersama jajaran Tiga Pilar, menyatu dalam

Babinsa Koramil 0833-02/Kedungkandang, Peltu Sugiantoro dan Kopka Aris, bersama aparat kepolisian dan tokoh masyarakat tampak guyub berjalan beriringan mengawal kelancaran prosesi tradisi Bersih Desa.

Babinsa Koramil 0833-02/Kedungkandang, Peltu Sugiantoro dan Kopka Aris, bersama aparat kepolisian dan tokoh masyarakat tampak guyub berjalan beriringan mengawal kelancaran prosesi tradisi Bersih Desa. (Foto: Tim Babinsa, Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana keakraban dan kekeluargaan yang kental mewarnai jalannya tradisi bersih desa di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Sabtu (29/08). Babinsa Koramil 0833-02/Kedungkandang, Peltu Sugiantoro dan Kopka Aris, tampak turun langsung mendampingi warga bersama jajaran Tiga Pilar, menyatu dalam semangat gotong royong yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

Bagi warga Bumiayu, kegiatan turun-temurun ini dimaknai lebih dari sekadar agenda membersihkan lingkungan fisik. Tradisi ini telah mengakar sebagai ruang komunal untuk merajut silaturahmi, mempererat persaudaraan, sekaligus memanjatkan rasa syukur yang mendalam atas ketenteraman hidup bermasyarakat yang selama ini mereka rasakan.

Peltu Sugiantoro menjelaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan komitmen untuk selalu berada di barisan terdekat warga binaannya. Ia menegaskan, pengawalan ini bukan semata-mata soal keamanan, melainkan tentang menjaga ruh kebersamaan.

Baca juga: Sinergi Tiga Pilar, Babinsa Karangbesuki Amankan Tradisi Kirab Gunungan di Sukun Malang

Baca juga: SRMP 14 Kota Batu dari Membatik Hingga Bantengan, Guru PAI Dessy Suparni Ungkap Tiga Pilar dan Pola Pembinaan Siswa Berasrama

“Yang paling utama adalah kebersamaan. Kami hadir bersama warga, ikut menjaga agar kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus ikut melestarikan tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” tegas Peltu Sugiantoro saat berinteraksi dengan tokoh masyarakat setempat.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kearifan lokal bersih desa ini menyimpan pesan moral yang krusial untuk terus dihidupkan. Menurutnya, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan gotong royong harus secara konsisten diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh cepatnya laju perubahan zaman.

Antusiasme warga dalam menyambut kehadiran Babinsa dan Tiga Pilar membuktikan kokohnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Interaksi dua arah yang terbangun sangat cair, menciptakan suasana yang tertib, aman, dan sangat kondusif hingga akhir acara. Melalui kolaborasi ini, tradisi bersih desa Bumiayu sukses membuktikan bahwa ruh kebersamaan akan selalu memiliki tempat istimewa dalam merawat kearifan lokal Nusantara.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.