Sorotan
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Widodaren, Kabupaten Ngawi, menggelar Pengajian Jumat Pahing spesial memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB di Masjid Ikhsanul Iman, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Pengajian Spesial Maulid Nabi Muhammad SAW ini, menghadirkan Kiai Amin Musthofa dari Solo, Jawa Tengah, sebagai penceramah.
Para jamaah mengikuti kegiatan dengan antusias dalam suasana penuh kekhidmatan sekaligus keakraban.
Di mana warga NU diminta untuk senang dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, selain tidak hanya online atau kirim tahlil saja, akan tetapi juga offline atau ziarah kubur kepada ortu dan sanak keluarga.
Baca juga: NU-Care PCNU Kabupaten Ngawi Bangga Ikuti Silatnas LAZISNU Sedunia 2026
Berbagai Kegiatan Maulid Nabi di PAC Muslimat NU Widodaren
Peringatan Maulid Nabi kali ini tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial dan tradisi kebersamaan warga Nahdlatul Ulama.
Salah satunya adalah pentasyarufan sedekah berupa 10 paket sembako untuk kaum dhuafa yang disalurkan melalui GSR (Gerakan Sedekah Rosok) NU-Care Ranting Sidolaju.
Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selain kegiatan pengajian dan pentasyarufan, suasana khas Jumat Pahing juga makin terasa dengan adanya berbagai gantungan perabot serta jajanan yang dibawa dan dipasang di lokasi pengajian.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi dan gotong royong jamaah dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pesan Pengajian untuk Warga NU
Kiai Amin Musthofa menyampaikan salah satu cerita dari kitab Kitab An-Nawadir yang dikarang oleh Syekh Ahmad Syihabuddin bin Salamah al-Hufi al-Qalyubi.
Cerita tersebut tentang seorang anak yatim berusia enam tahun yang baru bisa baca basmalah, sehingga ayahnya dalam kubur tidak lagi mendapatkan siksa.
Dalam tausiyahnya, Kiai Amin Musthofa menyampaikan pentingnya warga Nahdlatul Ulama untuk tetap istiqamah dalam menjaga tradisi dan amaliyah NU.
Jamaah diajak untuk tidak mudah meninggalkan lingkungan NU. Menurutnya, berbagai amaliyah yang dijalankan warga NU memiliki dasar dan tuntunan yang bersambung kepada ajaran Rasulullah SAW.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak sekadar mengenal NU sebagai organisasi, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan para ulama.
“Warga NU jangan sampai keluar dari NU, karena amaliyah-amaliyah NU memiliki tuntunan yang bersumber dari Rasulullah SAW,” ujar Kiai Amin.
Pesan ini menjadi salah satu yang penting untuk disampaikan dalam pengajian tersebut.
Selain membahas pentingnya menjaga amaliyah dan tradisi ke-NU-an, Kiai Amin Musthofa juga menyampaikan materi mengenai lima keistimewaan menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, jamaah diminta untuk bangga menjadi umat Nabi Muhammad SAW, karena mendapatkan 5 keistimewaan:
1. Bisa ditutupi aibnya di hari kiamat, ketika mau menutupi aib saudaranya.
2. Siksa kubur dihapus akibat adanya amalan kirim baca AlQuran, doa, dan sedekah, dari orang-orang yang masih hidup.
3. Diamanahkan haji, yang sekarang perkiraan hanya 15 juta saja.
4. Disedekahi yang dalam budaya Jawa disebut selametan. Kemudian oleh orang NU diringkas jadi tahlilan. Sehingga hal ini Jawa ojo ilang jawane: menjaga kearifan lokal.
5. Dimintakan ngapuro atau maaf, minimal baca doa Allahummaghfirli.
Materi tersebut menjadi bagian yang menarik perhatian jamaah. Keistimewaan umat Rasulullah SAW diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Pengajian Jumat Pahing PAC Muslimat NU Widodaren Ngawi Dihadiri 25 Ribu Jamaah
Peringatan Maulid Nabi melalui Pengajian Jumat Pahing PAC Muslimat NU Widodaren tersebut akhirnya menjadi momentum yang memadukan dakwah, silaturahmi, tradisi NU, dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi mampu memperkuat kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW, menjaga amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, PAC Muslimat NU Widodaren terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkaya ilmu keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seperti tradisi slametan, yang oleh warga NU disebut atau diringkas menjadi tahlilan. Sehingga amaliyah NU secara tidak langsung dinilai turut menjaga kearifan lokal.(QONY)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.