MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membekali mahasiswa baru dengan keterampilan kepemimpinan dan organisasi melalui PILOT PGMI 2026 (PGMI Leadership and Organization Training).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Agustus 2026, tersebut digelar di Gedung C dan Gedung D UIN Malang. Selain menjadi ajang pengenalan program studi, PILOT dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan akademik sekaligus mengenali ruang pengembangan diri melalui organisasi.
Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi, antara lain ke-Prodi-an, analisis diri dan leadership, energy management dan time management, serta ke-IMPI-an. Materi tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai identitas program studi sekaligus kemampuan mengelola diri dan mengambil peran dalam organisasi.
Pembekalan kepemimpinan menjadi relevan bagi mahasiswa PGMI karena mereka dipersiapkan menjadi calon pendidik pada jenjang pendidikan dasar. Selain penguasaan kompetensi akademik, calon guru membutuhkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta memimpin dalam lingkungan pendidikan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui senam pagi, sosialisasi PSDM dan multimedia, serta permainan estafet yang menekankan kekompakan dan kerja sama antarpeserta.
Kreativitas mahasiswa juga mendapat ruang melalui pentas seni. Sejumlah penampilan seperti musikalisasi puisi, teater, orasi, tari, drama musikal, stand-up comedy, parodi, hingga flash performance menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman dan agenda euphoria yang mempertemukan mahasiswa baru dan panitia dalam suasana kebersamaan.
Melalui PILOT PGMI 2026, mahasiswa baru diperkenalkan pada kehidupan PGMI yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas akademik, tetapi juga pengembangan kepemimpinan, organisasi, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi.
Dua hari pelaksanaan PILOT menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus memahami bahwa kompetensi sebagai calon guru tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi dan bekerja bersama.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.