
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Di tengah maraknya gim digital yang berorientasi pada hiburan semata, lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengeksekusi peluang pasar yang belum tergarap optimal: media intervensi dan latihan fokus bagi anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH).
Daftar Isi
Inovasi bertajuk ATTENIX Gim Digital GPPH ini dikembangkan oleh Nur Mukhammad Khilmi bersama timnya (Diska Putri Rismadanti, Nurlaila Mutiara Ningsih, Nirmala Anugrah Firdausy, dan Saskia Wahyutama) di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Deka Dyah Utami, S.Pd., M.Pd. Produk ini berhasil memperoleh pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K).
Inovasi ATTENIX Gim Digital GPPH dari Mahasiswa UM
ATTENIX Gim Digital GPPH mengintegrasikan tiga elemen terapeutik utama dalam satu kesatuan produk: gim digital berbasis neuroterapi ringan, panduan aktivitas fisik, dan kit sensorik (sensory kit). Integrasi ini dikemas menggunakan metode Focus–Break–Reengage untuk menjaga ketahanan atensi anak tanpa memicu kelelahan kognitif.
Struktur tingkat kesulitan produk dirancang secara berjenjang guna menyesuaikan profil regulasi diri anak:
- Level Explorer: Difokuskan pada pengenalan stimulasi sensorik dasar dan pembentukan rentang fokus awal.
- Level Adventurer: Melatih koordinasi motorik kasar yang dipadukan dengan kontrol respons impulsif.
- Level Master: Menguji pemecahan masalah kompleks dan fleksibilitas kognitif.
Pendekatan Metodologis dan Model Bisnis ATTENIX
Tim mengawali proyek ini dari riset empiris terkait kebutuhan intervensi anak neurodivergen. Tahapan dilanjutkan ke perancangan arsitektur gim, pengujian beban sensorik, hingga penyusunan model bisnis (business model canvas) dan rencana penetrasi pasar.
Eksistensi ATTENIX Gim Digital GPPH membuktikan bahwa rancangan alat bantu kognitif dapat ditransformasikan menjadi komoditas bernilai jual tinggi. Implementasi media berbasis permainan ini sejalan dengan prinsip Game-Based Learning yang terbukti secara klinis meningkatkan keterlibatan aktif serta regulasi emosi anak selama proses terapi. Informasi lengkap mengenai rekam jejak inovasi dan riset mahasiswa dapat diakses melalui portal resmi Universitas Negeri Malang.
Dampak Sosial dan Nilai Komersial Produk
“ATTENIX bukan hanya sebuah produk, tetapi juga menjadi bentuk nyata bagaimana kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat,” tegas Khilmi, Ketua Tim ATTENIX.
Melalui komersialisasi ATTENIX Gim Digital GPPH, tim UM tidak sekadar mengejar performa finansial, tetapi juga menghadirkan scalable social impact. Produk ini membuka akses bagi praktisi, sekolah inklusi, dan orang tua untuk memperoleh media intervensi GPPH yang terjangkau, terstruktur, dan berbasis bukti empiris.
Untuk membaca artikel inovasi mahasiswa dan analisis Isu Sosial lainnya di Jawa Timur, Anda dapat menyimak informasi lengkapnya di portal Jatim Satunews.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.