Kolaborasi MMD UB dan Perpusnas: Lomba Melukis EdukatifBangkitkan Literasi Anak Desa Langon
Peserta lomba melukis menunjukkan hasil karya mereka pada kegiatan Apresiasi LiterasiKelompok 65 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) sukses menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Literasi Lomba Melukis sebagai puncak dari rangkaian KKN Tematik Literasi. Berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa literasi tidak melulu soal aktivitas membaca teks.
Lebih dari itu, literasi juga mencakup kemampuan anak dalam mengolah informasi, berimajinasi, dan mengekspresikan ide mereka secara berani ke dalam bentuk karya seni visual.Lomba melukis ini diikuti oleh 15 siswa yang merupakan perwakilan dari kelas IV, V, dan VI sekolah dasar di Desa Langon.
Dalam kompetisi ini, panitia secara khusus mengusung tema “Alam” sebagai pondasi utama eksplorasi kreativitas para peserta. Pemilihan tema tersebut dinilai sangat tepat untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar bisa menerjemahkan pandangan mereka tentang keindahan lingkungan sekitar, sekaligus perlahan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Sebelum mulai berkarya, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan teknis dari panitia mengenai tata cara perlombaan dan aspek-aspek penilaian agar acara dapat berjalan dengan tertib. Setelah memahami instruksi, mereka langsung larut dalam proses melukis dengan antusiasme dan tingkat fokus yang tinggi. Setiap anak tampak mandiri dalam menentukan konsep lukisan, memadukan warna, serta mengatur komposisi gambar, yang secara langsung turut melatih kemampuan mereka dalam mengambil keputusan.
Setelah waktu melukis usai, tiba saatnya bagi dewan juri untuk melakukan penilaian terhadap seluruh karya yang telah dirampungkan. Tim penilai ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak, yang terdiri dari Kepala SD Negeri 01 Langon, Koordinator Perpustakaan Desa Lentera Asa, serta Koordinator Desa MMD UB Kelompok 65. Penilaian tersebut didasarkan pada kriteria yang objektif, meliputi kesesuaian karya dengan tema alam, tingkat kreativitas, komposisi warna, kerapian, hingga orisinalitas ide masing-masing peserta.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan momen yang paling dinanti, yakni pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan. Menariknya, panitia tidak hanya memberikan hadiah kepada para juara lomba, tetapi juga membagikan bingkisan apresiasi kepada seluruh partisipan yang telah berani unjuk gigi dan berkreasi. Kegiatan yang penuh keceriaan dan sarat akan nilai edukasi ini kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama yang melibatkan seluruh peserta, dewan juri, guru pendamping, dan panitia mahasiswa.
Dokumentasi bersama peserta, dewan juri, dan panitia setelah kegiatan.Melalui kegiatan puncak ini, Tim MMD UB Kelompok 65 berharap agar anak-anak di Desa Langon terus memiliki semangat untuk mengembangkan potensi diri dan tidak ragu dalam menyampaikan gagasan. Lomba melukis ini menjadi bukti nyata bahwa menanamkan budaya literasi pada anak sangat bisa dilakukan melalui pendekatan yang kreatif, dekat dengan keseharian mereka, dan menyenangkan. Harapannya, semangat ini terus menyala sehingga dapat melahirkan generasi penerus yang cerdas, percaya diri, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitarnya.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.