Langsung ke konten
Kamis, 20 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Daerah

Dari Tugas Kuliah Menjadi Inovasi, Mahasiswa Tadris Matematika FITK UIN Malang Kembangkan STATBROSS untuk Pembelajaran Statistika

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Tugas kuliah tidak selalu berakhir sebagai dokumen yang dikumpulkan kepada dosen. Di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tugas akademik mahasiswa justru dikembangkan menjadi sebuah karya yang berupaya menjawab persoalan nyata dalam pembelajaran.

Hal itu ditunjukkan mahasiswa Program Studi Tadris Matematika melalui STATBROSS (Statistika Bross), media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dirancang untuk membantu siswa SMP Kelas VIII mempelajari materi statistika secara lebih interaktif.

STATBROSS dikembangkan oleh Zahrotus Zamamil Mahmuda, Velly Octa Nayla, dan Achmad Bihar Isyqi Dzulfarroh dalam Mata Kuliah Sumber dan Media Pembelajaran Matematika. Media tersebut secara khusus memuat materi mean, median, modus, dan range, empat konsep dasar statistika yang menjadi bagian dari pembelajaran matematika di jenjang SMP.

Gagasan pengembangan STATBROSS berangkat dari tantangan pembelajaran statistika yang kerap dianggap sulit oleh peserta didik. Materi yang membutuhkan pemahaman konsep sekaligus kemampuan mengolah data tersebut dapat menjadi kurang menarik apabila pembelajaran hanya bertumpu pada penyampaian materi secara konvensional.

Mahasiswa kemudian mencoba menawarkan pendekatan berbeda dengan mengintegrasikan materi, video pembelajaran, panduan belajar, latihan soal, dan pembahasan ke dalam satu media digital.

Dengan konsep tersebut, STATBROSS tidak hanya dirancang sebagai tempat siswa menerima materi. Siswa diarahkan untuk mengikuti alur belajar mulai dari memahami tujuan pembelajaran, mempelajari materi, mencoba latihan, melihat hasil, hingga meninjau kembali pembahasan ketika menemukan kesalahan.

Media ini dikembangkan dalam bentuk aplikasi/web interaktif yang dapat diakses menggunakan smartphone, tablet, maupun laptop. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa memanfaatkan sejumlah perangkat digital, antara lain Canva dan CapCut untuk pengolahan visual dan video, HTML dan CSS untuk membangun tampilan laman, serta Java dan Python untuk pengembangan sistem di bagian belakang.

Kombinasi tersebut menunjukkan perubahan tuntutan terhadap calon pendidik. Guru masa kini tidak cukup hanya memiliki kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga perlu memiliki literasi digital dan kemampuan memilih serta mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Dari sisi alur, STATBROSS dirancang agar siswa mengikuti tahapan pembelajaran secara sistematis. Pengguna terlebih dahulu melakukan login, kemudian melihat Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP), mempelajari panduan penggunaan, memasuki materi, mengerjakan latihan, dan melihat pembahasan.

Pada bagian materi, siswa dapat mempelajari mean, median, modus, dan range melalui video yang dilengkapi rumus serta contoh soal. Setelah memahami materi, siswa dapat mengerjakan 10 soal pilihan ganda dan menyaring latihan berdasarkan kategori materi yang ingin dipelajari.

Fitur tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk belajar secara aktif. Siswa tidak hanya membaca atau menonton penjelasan, tetapi juga menguji pemahaman melalui latihan, melihat hasil pengerjaan, kemudian mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Salah satu fitur yang menjadi nilai tambah STATBROSS adalah kesempatan untuk mengulang proses belajar. Ketika siswa belum memahami materi atau memperoleh hasil yang belum sesuai harapan, mereka dapat kembali ke video pembelajaran dan mengerjakan latihan kembali.

Konsep tersebut menghadirkan pola belajar yang lebih reflektif. Kesalahan dalam menjawab soal tidak berhenti sebagai sebuah skor, tetapi menjadi titik awal bagi siswa untuk meninjau kembali konsep dan memahami alasan di balik jawaban yang benar.

Dengan demikian, teknologi dalam STATBROSS ditempatkan sebagai instrumen pendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti peran guru. Media memberikan fleksibilitas kepada siswa untuk mengakses materi, berlatih, dan melakukan pengulangan sesuai kebutuhan belajarnya.

Lebih jauh, STATBROSS memperlihatkan bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai praktis. Melalui Mata Kuliah Sumber dan Media Pembelajaran Matematika, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tentang media pembelajaran, tetapi juga diberi ruang untuk menghubungkan teori tersebut dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi.

Di titik inilah tugas akademik menemukan bentuk lain. Apa yang semula menjadi bagian dari proses perkuliahan berkembang menjadi prototipe media pembelajaran yang dapat terus dikembangkan dan disempurnakan.

STATBROSS sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus berangkat dari teknologi yang kompleks. Inovasi dapat bermula dari persoalan sederhana yang ditemukan dalam proses belajar: siswa kesulitan memahami materi, pembelajaran membutuhkan media yang lebih interaktif, kemudian mahasiswa mencoba merancang solusi berdasarkan kemampuan yang mereka miliki.

Bagi calon pendidik, pengalaman tersebut menjadi proses belajar yang penting. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pengguna media pembelajaran, tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan mengidentifikasi masalah, merancang solusi, memanfaatkan teknologi, dan menghasilkan karya yang relevan.

STATBROSS menjadi salah satu gambaran bagaimana kreativitas mahasiswa FITK dapat bergerak dari ruang kelas menuju inovasi pembelajaran. Dari tugas kuliah, lahir sebuah karya; dari persoalan pembelajaran, muncul sebuah gagasan; dan dari gagasan tersebut, mahasiswa mulai belajar menghadirkan solusi bagi dunia pendidikan.

Di tengah perubahan teknologi pendidikan yang berlangsung cepat, karya seperti STATBROSS menjadi pengingat bahwa calon guru perlu memiliki lebih dari sekadar penguasaan materi. Mereka juga perlu peka terhadap persoalan pembelajaran, kreatif mencari solusi, adaptif terhadap teknologi, dan berani mengubah gagasan menjadi karya nyata.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.