Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Dampingi Larbi Benattia, Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Anugerahkan Penghargaan kepada Lima Perempuan Inspiratif Dunia

Kiprah perempuan dalam kepemimpinan, pemberdayaan sosial, dan perjuangan kemanusiaan mendapat pengakuan dalam The Sixth Fatima al-Fihriya Awards

Dokumentasi bersama

Dokumentasi bersama (Foto: Humas UIN Malang)

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Kiprah perempuan dalam kepemimpinan, pemberdayaan sosial, dan perjuangan kemanusiaan mendapat pengakuan dalam The Sixth Fatima al-Fihriya Awards. Lima perempuan inspiratif dari Indonesia, Singapura, Maroko, dan Tunisia menerima penghargaan tersebut dalam acara yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (6/11/2026).

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama Ketua Umum Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU), Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc., M.A., mendapat kepercayaan mendampingi President Association de Soutien au Programme Med 21, Larbi Benattia, dalam prosesi penganugerahan.

Lima penerima penghargaan tersebut adalah Khofifah Indar Parawansa dari Indonesia untuk kategori Kepemimpinan Perempuan dan Pemberdayaan Sosial; Sinta Nuriyah Wahid dari Indonesia untuk kategori Advokasi Kemanusiaan dan Kesetaraan Gender; Halimah Yacob dari Singapura untuk kategori Kepemimpinan Perempuan, Keadilan Sosial, dan Tata Kelola; Bassima Hakkaoui dari Maroko untuk kategori Pemberdayaan Perempuan dan Kebijakan Sosial; serta Neziha Labidi dari Tunisia untuk kategori Hak Perempuan dan Anak serta Pembangunan Keluarga.

Baca juga: SD Almaarif 2 Singosari Gelar Bimtek Deklarasi dan MOU Sekolah Ramah Anak Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Baca juga: Refleksi Capaian Kenerja Pemerintah Selama Kepemimpinannya, Sejumlah LSM di Sampang Gelar Diskusi Publik

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari kepemimpinan dan kebijakan sosial hingga advokasi kemanusiaan serta perlindungan perempuan dan anak. Forum tersebut sekaligus mempertemukan figur-figur perempuan lintas negara yang memiliki rekam jejak dalam mendorong perubahan sosial.

Iklan

Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Hj. Arifatul Choiri Fauzi, S.Ag., M.Si., dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, serta pejabat dan tamu undangan dari berbagai negara Asia dan Afrika.

Bagi Prof. Ilfi, salah satu penerima penghargaan yang memiliki makna tersendiri adalah Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid. Kiprahnya dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kesetaraan menjadi teladan bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui jabatan formal.

Konsistensi Sinta dalam menyuarakan hak kelompok rentan dan membangun ruang kebersamaan lintas latar belakang memperlihatkan bahwa kepemimpinan juga tumbuh dari kepedulian serta keberanian membela martabat manusia.

Sementara itu, penghargaan kepada Khofifah Indar Parawansa merepresentasikan kontribusi perempuan dalam kepemimpinan pemerintahan dan pemberdayaan sosial. Bersama empat penerima lainnya, Khofifah menunjukkan luasnya ruang kontribusi perempuan dalam kehidupan publik, baik pada level nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilfi juga menerima buku berjudul Muslimat NU Menjawab Perubahan Zaman yang diserahkan langsung oleh Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi. Buku tersebut menjadi bagian dari pertemuan gagasan dan pengalaman perempuan dalam merespons dinamika perubahan zaman.

Keterlibatan Prof. Ilfi dalam forum internasional ini juga sejalan dengan kiprahnya sebagai rektor perempuan pertama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kepemimpinannya di perguruan tinggi menjadi salah satu gambaran bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk memimpin institusi, mengelola perubahan, membangun kolaborasi, dan memperluas kontribusi pendidikan tinggi di tingkat global.

Penghargaan terhadap lima perempuan dari berbagai negara tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan tidak berhenti pada representasi di ruang publik. Lebih dari itu, kepemimpinan diukur melalui gagasan, keputusan, dan kontribusi nyata yang memberi dampak bagi kehidupan masyarakat.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.