BALI | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Negeri Malang (UM) terus memantapkan langkah strategisnya dalam memperluas jejaring internasional serta mendongkrak reputasi global. Komitmen tersebut dibuktikan lewat keikutsertaan delegasi kampus berlogo lambang almamater tersebut dalam ajang bergengsi QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang dihelat di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, pada Selasa hingga Kamis (3–5/11).
Forum akbar yang mempertemukan lebih dari 1.600 pimpinan perguruan tinggi, pelaku industri, serta perwakilan pemerintah dari kawasan Asia Pasifik ini menjadi momentum strategis bagi UM. Dalam kesempatan tersebut, UM mendelegasikan Kepala Subdirektorat Pemeringkatan, Ir. Nurul Hidayat, S.Si., M.Si., Ph.D., bersama Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi, Achmad Taufani Irawan, S.Pd., M.T.
Nurul Hidayat menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam konferensi internasional ini bertujuan untuk mendalami metodologi pemeringkatan global secara komprehensif, memperluas jejaring kemitraan lintas negara, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi strategis demi mendongkrak rekognisi UM di kancah dunia.
Baca juga: Raih Peringkat 7 Nasional THE WUR, UIN Malang Terima Penghargaan dari Menag di OASE III

Strategi Global dan Peluang Kolaborasi Lintas Negara
Selama tiga hari penyelenggaraan acara, delegasi UM aktif mengikuti berbagai sesi diskusi mendalam yang membahas tren terkini, tantangan, serta inovasi di sektor pendidikan tinggi global. Fokus utama kegiatan ini meliputi pemecahan strategi pemeringkatan universitas, pengembangan riset bersama, hingga penguatan kerja sama lintas negara. Di sela-sela padatnya agenda konferensi, delegasi UM juga memanfaatkan waktu untuk berdialog langsung dengan para pimpinan perguruan tinggi mitra, akademisi, pimpinan industri, serta tim dari lembaga pemeringkatan QS guna bertukar praktik baik (best practices).
Menurut Nurul, forum internasional ini memberikan sudut pandang baru yang sangat berharga bagi lembaganya. Ia mengungkapkan bahwa dinamika pemeringkatan di kawasan Asia Pasifik bergerak sangat dinamis, sehingga wawasan dan jejaring yang telah diperoleh selama di Bali akan segera diterjemahkan ke dalam strategi nyata di tingkat institusi.
“Forum ini memberikan gambaran baru tentang arah pemeringkatan universitas di Asia Pasifik. Wawasan serta jejaring yang telah diperoleh akan kita terjemahkan menjadi strategi nyata untuk terus meningkatkan rekognisi global UM,” ujar Nurul Hidayat menegaskan komitmen kampusnya.
Lonjakan Signifikan: UM Melesat ke Peringkat 430 Asia

Momentum keikutsertaan UM dalam hajatan besar ini terasa semakin istimewa bertepatan dengan pengumuman resmi QS Asia University Rankings (AUR) 2027 pada 3 November 2026. Berdasarkan pemeringkatan terbaru tersebut, UM mencatatkan lompatan prestasi yang sangat signifikan di berbagai lini.
Secara nasional, posisi UM merangkak naik dari peringkat 25 menjadi peringkat 18. Sementara itu, di level Asia Tenggara, kampus ini berhasil melompat dari peringkat 101 ke posisi 82. Lonjakan paling mencolok terlihat pada pemeringkatan tingkat Asia, di mana UM sukses melesat dari peringkat 537 hingga menembus peringkat 430 dunia. Capaian gemilang ini menunjukkan bahwa peningkatan posisi UM masing-masing melonjak sebanyak 7 peringkat secara nasional, 19 peringkat di Asia Tenggara, dan 107 peringkat di kawasan Asia.
Lebih lanjut, pencapaian luar biasa ini dinilai tidak lepas dari kontribusi nyata institusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada SDG 17 tentang kemitraan global, SDG 4 terkait mutu pendidikan berkualitas, serta SDG 9 yang mendorong penguatan riset, inovasi, dan infrastruktur ilmiah.
Sebagai langkah tindak lanjut ke depan, pihak universitas menyiapkan serangkaian program konkret, mulai dari sosialisasi hasil kegiatan, perumusan strategi peningkatan peringkat lanjutan, hingga penguatan tata kelola data pemeringkatan internal. Melalui langkah terpadu ini, UM optimis jejaring kemitraan yang telah dibangun dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.