MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkenalkan pendekatan Islamic Montessori sebagai alternatif pengembangan pembelajaran anak usia dini yang menekankan kemandirian, pembentukan karakter, dan penanaman akhlak Islami. Pendekatan tersebut dibahas dalam seminar bertema “Membangun Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia Sejak Usia Dini” di Aula Microteaching FTIK, Selasa (3/11/2026).
Seminar menghadirkan Rr. Rayi Chandra Mietri, M.Psi., yang mengajak mahasiswa memahami bahwa setiap anak memiliki fitrah, kebutuhan, dan potensi perkembangan yang berbeda. Karena itu, pendidik tidak cukup hanya memberikan instruksi, tetapi perlu menyiapkan lingkungan belajar yang memungkinkan anak bereksplorasi, mengambil keputusan, dan mengembangkan kemandirian sesuai tahap perkembangannya.
Salah satu konsep utama yang diperkenalkan adalah prepared environment, yakni lingkungan belajar yang dirancang secara terencana agar anak dapat beraktivitas dengan nyaman, terarah, dan mandiri. Dalam pendekatan Montessori, anak diberikan kebebasan untuk memilih dan melakukan aktivitas, tetapi tetap dalam batasan yang jelas serta disertai tanggung jawab dan penghormatan terhadap orang lain.
Baca juga: Guru Besar PBA UIN Malang Perkenalkan Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis AI di Universitas Jambi

Rayi menjelaskan bahwa aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermakna. Kegiatan menuang air, merapikan meja, hingga mengembalikan alat permainan ke tempat semula, misalnya, bukan sekadar rutinitas. Aktivitas tersebut melatih koordinasi motorik, konsentrasi, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab anak.
Dalam pendekatan Islamic Montessori, pengalaman belajar tersebut juga dapat diintegrasikan dengan pembiasaan nilai-nilai keislaman. Membaca basmalah sebelum beraktivitas, mengucapkan hamdalah setelah menyelesaikan pekerjaan, bersabar menunggu giliran, dan menghargai hak teman merupakan contoh penanaman akhlak melalui tindakan sehari-hari.
Pembelajaran juga dapat diarahkan untuk mengenalkan kebesaran Allah SWT melalui pengalaman anak mengamati lingkungan. Ketika mengenal warna, bentuk, ukuran, berat, dan tekstur benda, pendidik dapat menghubungkan pengalaman sensoris tersebut dengan pemahaman tentang alam sebagai ciptaan Allah.
Ketua Program Studi PIAUD, Akhmad Mukhlis, M.A., menyampaikan apresiasi kepada 22 mahasiswa terpilih yang mengikuti pelatihan Islamic Montessori. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi calon pendidik agar memiliki wawasan dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang beragam dan relevan.
Sementara itu, Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini dalam mempersiapkan kualitas generasi mendatang. Ia bahkan mengibaratkan bidang PIAUD sebagai “tambang emas” karena memiliki potensi besar dalam membangun fondasi perkembangan anak. Ia juga menyampaikan harapan untuk mengembangkan lembaga Raudhatul Athfal (RA) binaan sebagai salah satu upaya memperluas kontribusi FTIK dalam pendidikan anak usia dini.
Seminar yang diikuti dosen dan mahasiswa PIAUD FTIK UIN Malang angkatan 2023–2026 serta mahasiswa PIAUD Universitas Islam Malang (UNISMA) tersebut juga dilengkapi sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta berkesempatan mendalami penerapan pendekatan Islamic Montessori sekaligus mendiskusikan tantangan implementasinya di lembaga pendidikan anak usia dini.
Menutup pemaparannya, Rayi menyampaikan pesan, “Every child deserves to be understood.” Pesan tersebut menegaskan bahwa setiap anak berhak dipahami sebagai pribadi yang memiliki keunikan, kebutuhan, dan proses perkembangan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, PIAUD FTIK UIN Malang mendorong calon pendidik untuk tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menumbuhkan kemandirian, karakter, dan akhlak. Pendidikan anak usia dini, dalam perspektif tersebut, dimulai dari kemampuan pendidik memahami anak dan menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya potensi mereka.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.