Langsung ke konten
Rabu, 4 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Polbangtan Yoma Belajar Penjaminan Mutu hingga Hilirisasi Riset di FTAB UB

Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB) menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Pembangunan

Kunjungan benchmarking dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Kunjungan benchmarking dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB) menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), Rabu (4/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi praktik baik dalam pengelolaan mutu pendidikan, hilirisasi hasil penelitian, dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Rombongan Polbangtan Yoma dipimpin Wakil Direktur I, Dr. Endah Puspitojati, S.TP., M.P., bersama 21 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan, ketua jurusan, ketua program studi, serta pengelola unit penjaminan mutu dan Teaching Factory (TEFA).

Endah mengatakan, FTAB UB dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai memiliki pengalaman dalam membangun sistem penjaminan mutu, mengembangkan riset hingga tahap hilirisasi, serta membina mahasiswa agar mampu merintis usaha.

Baca juga: 3 Paten Unggulan FTAB UB Tampil di Forum Bisnis Paten Indonesia 2026

Baca juga: Mahasiswa FTAB UB Juara 1 Global Almond Innovation Competition 2026 di Hong Kong

“Kami datang ke FTAB UB karena melihat tiga kekuatan utama yang ingin kami pelajari, yakni sistem penjaminan mutu yang berjalan konsisten, penelitian yang tidak berhenti di jurnal tetapi berlanjut ke hilirisasi, serta pembinaan mahasiswa menjadi wirausaha. Kami ingin belajar langsung, bukan hanya dari dokumen,” ujarnya.

FTAB UB memiliki sejumlah capaian akademik dan kelembagaan. Beberapa program studi sarjananya telah mengantongi akreditasi internasional, sementara mayoritas program studi meraih akreditasi Unggul dan Baik Sekali. Fakultas tersebut juga memperoleh predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI WBBM).

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menyambut kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan fakultas untuk berbagi pengalaman pengelolaan pendidikan dan riset.

Menurutnya, pencapaian mutu tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan sistem yang dijalankan secara konsisten, penelitian yang memberikan dampak, serta dukungan terhadap kreativitas dan kemandirian mahasiswa.

“Mutu itu dibangun melalui sistem yang dijalankan bersama, riset yang berdampak, dan mahasiswa yang berani berwirausaha,” kata Yusuf.

Ia berharap pengalaman FTAB UB dapat menjadi referensi bagi Polbangtan Yoma dalam mewujudkan visi menjadi politeknik unggul bertaraf internasional pada 2035.

Agenda berikutnya diisi pemaparan profil FTAB UB oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Endrika Widyastuti, Ph.D. Materi yang disampaikan meliputi visi dan misi, program studi, capaian akademik, serta jejaring kerja sama dengan lebih dari 60 universitas dalam dan luar negeri, industri, dan lembaga riset.

Endrika menjelaskan, jejaring tersebut berperan dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa, dan pengembangan produk hasil riset.

Iklan

Ia juga memperkenalkan program Prime CoE Grant, yakni hibah strategis yang dirancang untuk membantu dosen mengembangkan inovasi menjadi produk siap pasar.

“Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong agar produk selesai dikembangkan, tetapi juga menguji apakah produk tersebut dapat diterima konsumen,” jelasnya.

Pembahasan kemudian berlanjut pada tiga agenda utama benchmarking. Sesi pertama mengenai sistem penjaminan mutu disampaikan Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FTAB UB, Dr. Nur Ida Panca, STP., MP.

Ia memaparkan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan, serta pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI).

Menurut Nur Ida, sistem tersebut menjadi instrumen untuk memastikan kurikulum, proses pembelajaran, hingga layanan mahasiswa berjalan sesuai standar dan terus mengalami perbaikan.

“SPMI di FTAB UB bukan hanya dokumen. Melalui siklus PPEPP, kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, terdokumentasi, dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sesi kedua membahas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Materi disampaikan Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) FTAB UB, Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D.

Ia menjelaskan, penelitian di FTAB UB diarahkan agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun industri.

Sejumlah riset, kata dia, telah menghasilkan produk pangan fungsional dan teknologi agroindustri yang dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra industri.

Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara nyata, tidak hanya menjadi capaian akademik.

Sementara itu, sesi ketiga mengangkat pengembangan kewirausahaan mahasiswa. FTAB UB memaparkan strategi pembinaan melalui startup, inkubasi bisnis, serta pendampingan usaha berbasis hasil penelitian.

Iklan

Sejumlah mahasiswa FTAB UB bahkan telah meraih prestasi dalam kompetisi kewirausahaan tingkat nasional dan mengembangkan usaha dari produk hasil riset dosen.

Model pembinaan tersebut menarik perhatian Polbangtan Yoma, terutama dalam upaya memperkuat kemampuan mahasiswa vokasi untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarlembaga pendidikan tinggi pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset yang aplikatif, serta tumbuhnya kemandirian dan jiwa kewirausahaan mahasiswa. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.