Malang | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Ziyad Alfai Azizi, menghadirkan inovasi pembelajaran digital melalui Edublox. Game edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar memahami materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Inovasi mahasiswa PPG angkatan 2026 itu berangkat dari pengamatan terhadap kebiasaan anak-anak yang gemar bermain game. Ziyad menilai, ketertarikan tersebut dapat diarahkan menjadi sarana belajar yang produktif daripada sekadar melarang anak bermain.
Gagasan Edublox bermula dari tugas mata kuliah Produksi Media Pembelajaran Digital. Ia kemudian mengembangkan permainan edukatif yang mengadaptasi konsep dunia virtual yang sudah familier bagi anak-anak.
Baca juga: Mahasiswa PBA UIN Malang Siapkan 10 Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab Digital
“Anak-anak suka sekali bermain game. Jadi, sebisa mungkin kita arahkan apa yang mereka sukai agar tidak terlalu kecanduan bermain game. Kita arahkan ke game yang edukatif, tetapi tetap familier bagi mereka,” jelas Ziyad.
Dalam pengembangannya, Ziyad memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menyusun kode program dan menyesuaikan tampilan permainan. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan ketelitian, terutama dalam menyusun instruksi agar fitur dan konten game sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Edublox mulai dikembangkan pada 13 Oktober 2026 dan diperkenalkan kepada siswa sehari setelahnya. Saat ini, materi yang tersedia ditujukan bagi siswa kelas IV hingga VI sekolah dasar, dengan fokus pada komponen biotik dan abiotik serta rantai makanan.
Game tersebut memiliki dua mode permainan, yakni Eduadventure dan Edurise. Mode Eduadventure memungkinkan siswa menjelajahi lingkungan virtual secara mandiri untuk mengenali tumbuhan, hewan, dan perannya dalam ekosistem.
Sementara itu, Edurise menghadirkan konsep permainan balapan yang dipadukan dengan kuis. Siswa harus menjawab pertanyaan dengan benar untuk meningkatkan kecepatan permainan. Konsep ini membuat proses belajar berlangsung lebih kompetitif sekaligus menghibur.
Inovasi tersebut telah diuji coba kepada siswa SDN Kauman 1 Kota Malang ketika Ziyad menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada 14 Oktober 2026.
Uji coba itu mendapat respons positif dari para siswa. Antusiasme mereka terlihat ketika sejumlah siswa rela menunggu giliran untuk mencoba permainan, bahkan hingga jam pelajaran berakhir.
Ziyad berharap Edublox dapat dikembangkan menjadi platform pembelajaran yang bisa diakses lebih banyak sekolah. Ke depan, platform tersebut juga diharapkan tidak terbatas pada satu mata pelajaran, tetapi dapat menampung berbagai game edukasi yang dikembangkan guru dari beragam jenjang pendidikan.
Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjawab kebutuhan pembelajaran.
Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan calon guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik generasi saat ini.
Ia berharap Edublox tidak berhenti sebagai proyek perkuliahan, tetapi terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
UMM, lanjutnya, berkomitmen membekali calon pendidik dengan kompetensi dan kreativitas untuk menghasilkan solusi pembelajaran yang inovatif. Upaya tersebut sejalan dengan visi UMM sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak. (Ans)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.