MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rizal Rafid Arriqoh dan Muhammad Izzuddin, meraih Juara 1 Musabaqah Debat Ilmiah Al-Qur’an dalam ajang Gebyar Brawijaya Qur’ani Nasional (GBQN) 2026 pada 27 September 2026. Dalam kompetisi tersebut, Rizal juga memperoleh predikat Ahsanu Mutakallim atas kemampuan komunikasinya dalam menyampaikan gagasan dan argumentasi.
Prestasi tersebut menjadi capaian ganda bagi mahasiswa PBA FTIK UIN Malang. Selain memenangkan kompetisi debat secara berpasangan, Rizal mendapatkan penghargaan individual yang menunjukkan keunggulannya dalam kemampuan berbicara dan mengomunikasikan gagasan di hadapan forum.
Musabaqah Debat Ilmiah Al-Qur’an merupakan kompetisi yang mempertemukan kemampuan berpikir kritis, penguasaan materi keislaman, dan kecakapan berargumentasi. Peserta dituntut tidak hanya memahami persoalan berdasarkan perspektif Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyusun argumentasi secara sistematis, merespons pandangan lawan, serta mempertahankan pendapat dengan bahasa yang jelas dan meyakinkan.
Baca juga: Dua Mahasiswa PBA UIN Malang Raih Juara 1 Lomba Karya Tulis Arab GBA 2026
Keberhasilan Rizal dan Muhammad Izzuddin memperlihatkan bahwa kompetensi mahasiswa PBA tidak terbatas pada penguasaan bahasa Arab secara tekstual. Kemampuan berbahasa juga dapat menjadi sarana untuk mengartikulasikan pemikiran, membangun dialog keilmuan, dan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pendekatan argumentatif.
Selain menjadi kebanggaan bagi PBA FTIK UIN Malang, prestasi ini menunjukkan pentingnya kompetisi ilmiah sebagai ruang pengembangan kapasitas akademik mahasiswa. Melalui debat, mahasiswa dilatih menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan pandangan, serta menjadikan pengetahuan sebagai landasan dalam berargumentasi.
Capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat diaktualisasikan melalui tradisi berpikir kritis dan dialog yang beradab. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memahami pesan keagamaan, tetapi juga mengomunikasikannya secara ilmiah, argumentatif, dan bertanggung jawab.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.