
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Ada waktu untuk menjawab soal, ada pula waktu untuk berkeliling kota. Perpaduan itulah yang mewarnai National Geography Competition (NAGEON) XIII, kompetisi geografi tingkat nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi Universitas Negeri Malang (UM). Babak finalnya berlangsung secara luring di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM pada 9-11 Oktober 2026 dan mempertemukan tim-tim terbaik pelajar SMA/MA sederajat dari berbagai daerah.

Para peserta dan pendamping NAGEON XIII berfoto bersama di depan gedung FIS UM. Keseruan itu dirasakan langsung para peserta.
“NAGEON kali ini seru banget, ada waktu untuk kompetisi, tapi ada juga waktu untuk kita (peserta) jalan-jalan keliling Malang,” tutur salah satu peserta.
Kesan tersebut menggambarkan wajah NAGEON tahun ini, yakni kompetisi akademik yang menantang tetapi tetap menyisakan ruang untuk bersantai dan mempererat kebersamaan.
Kompetisi diikuti siswa-siswi SMA/MA sederajat kelas 10 dan 11 dalam tim beranggotakan dua siswa yang didampingi satu guru pendamping. Seleksi berjenjang berjalan secara daring dengan pembagian rayon pulau agar peserta dari berbagai daerah mendapat kesempatan yang proporsional. Dari ratusan tim pendaftar, 150 tim melaju ke semifinal, dan 30 tim terbaik akhirnya bertarung di Malang.
Di babak final, para finalis diuji lewat empat tes, yaitu Written Response Test, Laboratory Test, Multimedia Test, dan Field Work Test. Field Work Test menjadi hal baru tahun ini, berupa tes berbasis observasi lapangan yang meminta peserta menjawab persoalan yang terjadi pada suatu wilayah kajian. Kualitas penyelenggaraan pun mendapat apresiasi.
“NAGEON tahun ini sudah berkembang lebih baik dari tahun kemarin, bahkan soalnya juga hampir menyamai OSN,” ujar seorang guru pendamping dari SMAN 1 Blitar.
Di sela kompetisi, para finalis dan pendamping mengikuti GEODE (Geo Discussion with Expert), talkshow bersama narasumber geografi yang membahas persoalan kebencanaan, serta Laboratory Tour untuk mengenal laboratorium kartografi, penginderaan jauh, SIG, geomorfologi, dan hidrologi di Departemen Geografi UM. Suasana makin cair lewat Malang Urban Explorer, jalan santai menyusuri kawasan Kayutangan Heritage, dan Live Music yang menghangatkan acara.

Keseruan peserta saat Malang Urban Explorer di kawasan Kayutangan Heritage.
Semua rangkaian itu mengusung tema “Semangat Muda Aksi Nyata: Bangun Ketangguhan untuk Menciptakan Mitigasi Bencana Berkelanjutan”. Indonesia berada di jalur Ring of Fire dan pertemuan tiga lempeng tektonik, sehingga panitia berharap generasi muda tidak hanya memahami mitigasi bencana secara teori, tetapi juga berani mengambil langkah nyata sebagai agen perubahan.
Ketua Pelaksana NAGEON XIII, Ahmad Roihan Syahrizad, mengaku sangat bangga karena acara berjalan lancar dari awal hingga akhir.
“NAGEON kali ini pesertanya benar-benar terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.
Pada akhirnya, tiga tim terbaik dinobatkan sebagai juara. Juara 1 diraih SMA Negeri 1 Blitar, Juara 2 SMA Taruna Nusantara Magelang, dan Juara 3 SMA Negeri 3 Bandung. Para juara menerima piala, medali, cendera mata, dan uang pembinaan, sementara Juara 1 juga membawa pulang Piala Bergilir dan Golden Ticket UM. Seluruh peserta memperoleh e-sertifikat, dan finalis lain diapresiasi dengan medali perak atau perunggu sesuai peringkat.

Momen penyerahan piala dan piagam Juara NAGEON XIII.
Bagi NAGEON XIII, juara memang penting, tetapi pengalaman belajar dan kebersamaan sama berharganya. Selamat kepada seluruh finalis dan para pemenang. Sampai jumpa di NAGEON berikutnya!


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.