PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus dimulai dari kegiatan besar. Dari sebuah rumah warga di lingkungan perumahan, gerakan kemanusiaan melalui donor darah justru tumbuh dan dilaksanakan secara rutin. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kabupaten Pasuruan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini akrab dipanggil Mas Zaini.
Kegiatan donor darah yang digelar di rumah Darso menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat dan kekuatan komunitas memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit.
Mas Zaini mengapresiasi Bu Darso yang telah menginisiasi kegiatan sekaligus bersedia menyediakan rumahnya sebagai lokasi pelaksanaan donor darah. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah berlangsung sekitar tiga hingga empat kali di lingkungan perumahan.
Ia menilai, kesediaan warga membuka rumah untuk kegiatan sosial merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut dicontoh oleh lingkungan perumahan lainnya.
“Ini sangat luar biasa. Saya mengapresiasi pasangan Pak dan Bu Darso yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Beliau juga bersedia membuka rumahnya sebagai tempat pelaksanaan donor darah. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi perumahan-perumahan lain untuk ikut menyelenggarakan kegiatan serupa,” ungkap Muhammad Zaini.
Menurutnya, gerakan donor darah berbasis komunitas dapat menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas jangkauan kegiatan kemanusiaan. Semakin banyak lingkungan masyarakat yang terlibat, semakin besar pula peluang terpenuhinya kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
PDDI Pantau Pelayanan dan Dukung Misi Kemanusiaan PMI
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Zaini juga menjelaskan bahwa kehadirannya tidak sekadar mengikuti kegiatan donor darah, tetapi sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan dan perkembangan pelayanan PMI.
Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir, aktivitas yang menjadi perhatiannya dinilai kurang aktif. Karena itu, ia ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan donor darah serta peningkatan kualitas pelayanan PMI di lapangan.
“Alhamdulillah, hari ini saya sengaja hadir karena ingin melihat bagaimana pelaksanaan donor darah ini dan sejauh mana pelayanan PMI. Apakah sudah mulai mengalami peningkatan, perbaikan, dan sebagainya. Mudah-mudahan ke depannya semakin baik,” tuturnya.
Sebagai Ketua PDDI Kabupaten Pasuruan yang turut mendampingi PMI, Mas Zaini menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Menurutnya, PDDI dan PMI perlu terus bersinergi bersama komunitas masyarakat untuk menggerakkan partisipasi pendonor sekaligus membantu menjaga ketersediaan darah.
Kebutuhan Darah Capai 70–80 Kantong Per Hari
Sementara itu dari PMI Romi turut menyampaikan pentingnya keterlibatan komunitas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Pasuruan.
Ia menilai, kegiatan donor darah di lingkungan perumahan merupakan contoh positif bagaimana masyarakat dapat mengambil bagian secara langsung dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Roni berharap semakin banyak komunitas, organisasi, maupun kelompok masyarakat yang tergerak menyelenggarakan kegiatan serupa.
Menurutnya, kebutuhan darah di rumah sakit umum di Kabupaten Pasuruan tergolong tinggi. Berdasarkan keterangannya, kebutuhan darah mencapai sekitar 70–80 kantong setiap hari.
“Kebutuhan darah di rumah sakit umum kita cukup besar. Setiap hari sekitar 70 sampai 80 kantong. Karena itu, kami juga harus berupaya mencari pendonor sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.
Ia berharap sinergi PMI, PDDI, serta komunitas masyarakat dapat semakin kuat dan berjalan selaras. Dengan demikian, ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan dapat terus terjaga.
Dari Rumah Warga, Tumbuh Gerakan Kemanusiaan
Pelaksanaan donor darah di rumah warga memberikan gambaran bahwa gerakan kemanusiaan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Tidak harus menunggu kegiatan berskala besar, kepedulian masyarakat yang dilakukan secara konsisten juga dapat memberikan kontribusi nyata.

Keterlibatan warga yang bersedia menjadi pendonor, dukungan tuan rumah, serta pendampingan organisasi kemanusiaan menjadi modal penting dalam membangun budaya donor darah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak perumahan dan komunitas di Kabupaten Pasuruan yang terinspirasi untuk mengadakan donor darah secara berkala.
Sebab, setetes darah yang disumbangkan bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan juga harapan hidup bagi sesama yang sedang membutuhkan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.