Langsung ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kemasan Kreatif, Produk Kompetitif: Pelatihan Desain Kemasan untuk Memperkuat Ekonomi Kreatif

Pelatihan Desain Kemasan dalam Penguatan Ekraf.

Pelatihan Desain Kemasan dalam Penguatan Ekraf.

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM – Sebelum konsumen mengenal rasa, kualitas, atau keunggulan sebuah produk, ada satu hal yang lebih dahulu mencuri perhatian: kemasan. Perpaduan warna, bentuk, nama, hingga ilustrasi di dalamnya dapat menjadi daya tarik pertama yang menentukan apakah sebuah produk sekadar dilirik atau justru melekat dalam ingatan. Kemasan bukan lagi sekadar pembungkus, melainkan wajah produk yang menyimpan identitas, karakter, dan cerita di baliknya.

Pentingnya desain kemasan inilah yang menjadi perhatian dalam kegiatan pelatihan desain kemasan bertema penguatan ekonomi kreatif yang diselenggarakan di Gedung Kampung Pesilat pada Kamis (29/10/2026).

Dian Widayanti, S.E., M.Si., selaku Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun sekaligus penyelenggara pelatihan, mengajak lebih dari 40 pelaku ekonomi kreatif untuk lebih memperhatikan aspek kemasan pada produk yang dihasilkan.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Madiun dapat meningkatkan kualitas kemasan produknya agar tampil lebih menarik, memiliki karakter dan ciri khas, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Hadir sebagai narasumber, Endro Tri Susanto, S.Sn., M.Sn., dosen Desain Produk Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, memaparkan pentingnya kemasan dalam menarik perhatian konsumen. Menurutnya, pemilihan warna dan nama produk menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam merancang kemasan agar mudah dikenali dan diingat.

“Konsumen akan mengingat kemasan dari warna, untuk itu gunakan warna yang tajam, seperti kuning menuju orange. Selain itu nama yang pendek dan mudah diingat, juga menjadi perhatian konsumen selanjutnya,” paparnya.

Penjelasan tersebut menggarisbawahi bahwa desain kemasan tidak cukup hanya terlihat indah. Pemilihan warna perlu mempertimbangkan karakter produk dan sasaran konsumen. Sementara nama yang ringkas dapat membantu membangun identitas yang lebih mudah dikenali. Dengan perpaduan unsur visual dan identitas yang tepat, kemasan berpotensi menjadi salah satu kekuatan dalam membangun citra produk di tengah persaingan pasar.

Iklan

Perspektif berbeda disampaikan oleh Agus Yusuf, pelukis senior yang berkarya dalam naungan AMFPA (Association of Mouth and Foot Painting Artists), Swiss. Ia menekankan bahwa kemasan perlu memiliki karakter kuat agar mampu menampilkan keunikan dan membedakan sebuah produk dari produk lainnya. Baginya, kreativitas personal merupakan modal penting yang dapat diolah menjadi identitas visual yang autentik.

“Kemasan harus memiliki karakter yang kuat. Di tengah gempuran digital, saya ingin mengajak teman-teman menciptakan gambar pada kemasan dari ide dan kreativitas sendiri,” kata Agus.

Pesan tersebut tidak berhenti pada penjelasan. Agus kemudian memperlihatkan secara langsung kemampuannya melukis di atas kanvas menggunakan mulutnya dengan piawai. Demonstrasi ini menghadirkan pengalaman yang mengesankan sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dapat menemukan jalannya melalui berbagai cara. Karya visual tidak harus selalu lahir dari metode yang lazim, tetapi dapat tumbuh dari keberanian mengeksplorasi potensi dan mengolah gagasan menjadi karya yang memiliki karakter.

Bagi para pelaku ekonomi kreatif, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa desain kemasan membuka ruang yang luas untuk bereksperimen. Ilustrasi buatan sendiri, pemilihan warna yang khas, serta identitas visual yang konsisten dapat menjadi pembeda sekaligus memperkuat cerita sebuah produk. Di tengah perkembangan pemasaran digital, karakter visual yang kuat juga dapat membantu produk tampil lebih menonjol ketika diperkenalkan melalui berbagai platform.

Melalui pelatihan ini, desain kemasan ditempatkan bukan semata-mata sebagai urusan estetika, melainkan bagian dari strategi pengembangan usaha. Kreativitas yang dipadukan dengan pemahaman desain diharapkan dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk melihat produknya dari sudut pandang yang lebih luas: bukan hanya apa yang dijual, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikenali, dipersepsikan, dan diingat oleh konsumen.

Pada akhirnya, kemasan yang baik tidak selalu harus mewah atau mahal. Yang terpenting adalah kemampuannya menyampaikan identitas, menonjolkan keunikan, dan membangun kesan yang tepat. Sebab, di balik sebuah kemasan, ada peluang untuk menghadirkan nilai tambah, memperkuat daya saing, dan membawa produk lokal melangkah lebih jauh. Lebih dari sekadar bungkus, desain kemasan dapat menjadi salah satu penggerak kreativitas dan pertumbuhan ekonomi kreatif. (SRD)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.