Langsung ke konten
Jumat, 30 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Milad ke-17 HMPS PBA UIN Malang Bergema dengan Salawat, Majelis Ar-Ridwan Gaungkan Cinta Rasul

Perayaan Milad ke-17 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Suasana gema salawat

Suasana gema salawat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Perayaan Milad ke-17 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung semarak melalui lantunan salawat bersama Majelis Maulid wa Ta’lim Ar-Ridwan, Senin (26/10/2026) malam. Ribuan jamaah memadati Lapangan Utama Kampus I untuk mengikuti majelis salawat dan pengajian umum yang menghadirkan Habib Jamal Toha Baagil dari Kota Batu.

Mengusung semangat menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB atau bakda Isya tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan kampus.

Suasana akademik PBA turut mewarnai pembukaan acara. Perwakilan panitia pelaksana, Chusnur Ridho, menyampaikan sambutan menggunakan bahasa Arab secara fasih di hadapan ribuan jamaah. Ia menegaskan, perayaan Milad melalui majelis salawat merupakan ikhtiar bersama untuk menumbuhkan dan memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unusida Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih tentang Hak Anak Yatim SIDOARJO – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (5/9/2024). Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi magnet tersendiri ketika menyampaikan motivasi terhadap calon mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Unusida sempat menitipkan pesan atau aspirasi untuk diperjuangkan Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama di kursi DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 nanti. “Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto. Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional. Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementrian terkait. “Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementrian,” kata Ning Lia. Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka. “Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Kita perjuangan masalah ini di DPD dan DPR RI serta kementrian terkait. Mohon doanya dari teman-teman mahasiswa baru yang sudah menyampaikan apresiasi terkait masalah tersebut,” harapnya. Ning Lia terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini. “Terharu, apresiasi untuk semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” harunya. Dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi. “Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya. Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita. “Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya. penulis: Maschan Yusuf

Baca juga: Bedah Buku Metode Penelitian Pendidikan Sosial, UIN Maliki Press Soroti Pentingnya Etika Riset

Ketua Program Studi PBA, Dr. Ahmad Mubaligh, menyampaikan apresiasi atas perjalanan HMPS PBA yang telah memasuki usia ke-17. Ia berharap organisasi mahasiswa tersebut terus berkembang menjadi wadah pembelajaran berorganisasi yang inklusif sekaligus mendorong mahasiswa untuk meningkatkan prestasi.

Iklan

Ahmad Mubaligh juga mengapresiasi kehadiran Majelis Ar-Ridwan yang turut menyemarakkan syiar Islam di lingkungan UIN Malang. Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan dan memperkuat tradisi keagamaan di kalangan sivitas akademika.

Sementara itu, Khodim Majelis Ar-Ridwan, Habib Jamal Toha Baagil, menyampaikan ucapan selamat Milad sekaligus doa agar HMPS PBA semakin sukses dan memberikan kemanfaatan yang lebih luas.

Dalam pesannya, Habib Jamal menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab sebagai kunci memahami sumber-sumber utama ajaran Islam. Ia mengajak mahasiswa PBA untuk mempelajari bahasa Arab secara sungguh-sungguh agar kelak mampu mentransformasikan ilmu tersebut kepada masyarakat.

Menurutnya, bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam kehidupan beragama. Pesan tersebut juga mengingatkan pada nasihat Khalifah Umar bin Khattab tentang pentingnya mempelajari bahasa Arab.

Puncak seremoni Milad ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Habib Jamal Toha Baagil bersama Ketua Prodi PBA, Dr. Ahmad Mubaligh, dan perwakilan mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan salawat bersama Majelis Ar-Ridwan dan pengajian umum hingga akhir kegiatan.

Iklan

Melalui momentum Milad ke-17 ini, HMPS PBA tidak hanya merayakan perjalanan organisasinya, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk mengembangkan tradisi keilmuan bahasa Arab yang berpadu dengan penguatan spiritualitas dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.