MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih dua penghargaan akademik dalam apresiasi Capaian Satu Tahun Kepemimpinan SAKTI, Rabu (28/10/2026). FTIK dinobatkan sebagai Subsatker dengan Publikasi dan Sitasi Terbanyak sekaligus meraih Juara 3 kategori Riset Afirmatif dengan penghargaan senilai Rp100 juta.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Capaian ini menjadi pengakuan atas produktivitas publikasi ilmiah dan kontribusi riset FTIK dalam penguatan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Pada kategori publikasi dan sitasi, FTIK memperoleh penghargaan sebagai subsatker dengan capaian terbanyak. Pengakuan ini menegaskan kontribusi sivitas akademika FTIK dalam menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan dan dirujuk oleh komunitas akademik.
Baca juga: JatimSatuNews Raih Penghargaan
Baca juga: FTIK UIN Malang Dorong Madrasah Inklusif, Tak Boleh Ada Anak Tertinggal
Selain itu, FTIK meraih Juara 3 kategori Riset Afirmatif dengan target luaran berupa publikasi pada jurnal terindeks Scopus minimal Q2. Atas capaian tersebut, FTIK memperoleh penghargaan sebesar Rp100 juta. Prestasi ini menambah capaian fakultas dalam pengembangan penelitian yang diarahkan pada publikasi ilmiah bereputasi.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FTIK juga menyerahkan Laporan Kinerja Fakultas kepada Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban atas pelaksanaan program dan capaian fakultas selama satu tahun kepemimpinan SAKTI, sekaligus mendukung transparansi dan evaluasi kinerja institusi.

Dua penghargaan tersebut menjadi momentum bagi FTIK untuk memperkuat produktivitas riset sekaligus menjaga kualitas publikasi ilmiah. Dalam bidang pendidikan dan keguruan, penelitian memiliki peran strategis untuk mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkaya kajian pedagogis, serta merespons berbagai persoalan pendidikan berdasarkan temuan ilmiah.
Karena itu, peningkatan jumlah publikasi dan sitasi perlu berjalan seiring dengan mutu penelitian dan relevansi kontribusinya. Hasil riset diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, praktik pendidikan, dan pengambilan kebijakan.
Penghargaan dalam momentum Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII ini sekaligus menjadi dorongan bagi sivitas akademika FTIK untuk memperluas kolaborasi penelitian, meningkatkan kualitas karya ilmiah, dan memperkuat ekosistem riset yang produktif serta berdaya saing.
Bagi FTIK UIN Malang, capaian tersebut bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang menghasilkan pengetahuan bermutu dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.