MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: SMAN 1 Turen menjadi tuan rumah Turnamen Gateball Malang Raya yang diikuti 22 tim dari 20 klub pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarklub, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Turnamen tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga gateball kepada kalangan pelajar. Melalui kompetisi dan pembinaan berkelanjutan, gateball diharapkan semakin dikenal masyarakat serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari lingkungan sekolah.
Menurutnya, gateball selama ini lebih banyak diminati kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Karena itu, pengenalan olahraga tersebut di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis untuk menjaring bibit atlet sejak dini.
“Yang pertama tentu kita ingin bahwa olahraga gateball ini bisa bermasyarakat di berbagai kalangan, tidak hanya di usia yang matang, di 40 sampai 60 tahun ke atas, bahkan ini ada yang sampai 75 tahun. Tapi juga kita ingin bahwa mereka bisa masuk di tatanan sekolah-sekolah supaya nanti berjenjang mereka akhirnya mendapatkan atlet-atlet di usia dini yang nanti bisa dipersiapkan di tingkat nasional,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, perkembangan gateball di Jawa Timur menunjukkan tren yang cukup baik. Berdasarkan peringkat nasional, Jawa Timur masih berada di jajaran 10 besar. Selain itu, lebih dari separuh dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur telah memiliki perwakilan gateball.
Aries berharap semakin banyak sekolah yang menjadikan gateball sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, pengembangan dapat dimulai dari satu sekolah percontohan di setiap daerah, kemudian diperluas secara bertahap ke sekolah lainnya.
Ia bahkan berharap gateball dapat dikembangkan menjadi olahraga ekstrakurikuler wajib di SMA dan SMK di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Jadi, tidak perlu semua, mungkin kita contohkan satu daerah, satu sekolah. Nanti lama-lama berkembang dengan sendirinya sehingga peminat dari gateball itu sendiri makin banyak,” katanya.
Lebih dari sekadar olahraga pertandingan, Aries menilai gateball memiliki nilai pendidikan karakter. Olahraga ini mengajarkan kolaborasi, sinergi, komunikasi, dan persahabatan yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Kalau orang yang paham betul bermain, mereka akan tahu ternyata seninya main gateball itu adalah kolaborasi,” ungkapnya.
Malang Raya Aktif Gelar Turnamen Gateball
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PERGATSI Kabupaten Malang sekaligus Humas SMAN 1 Turen, Drs. Damiran, mengatakan turnamen ini menjadi salah satu upaya memperkuat silaturahmi sekaligus mengukur kemampuan para pemain, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum.
Menurut Damiran, Malang Raya merupakan salah satu wilayah yang cukup aktif dalam mengembangkan olahraga gateball. Dalam setahun, kawasan ini dapat menyelenggarakan turnamen hingga empat kali.
Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 20 klub berpartisipasi dengan total 22 tim. Jumlah tim lebih banyak daripada jumlah klub karena terdapat klub yang mengirimkan dua tim untuk bertanding.
“Tujuannya adalah silaturahmi. Untuk jumlah klub yang ada di Malang Raya, tahun ini ikut 20 klub, tapi jumlah pesertanya 22 tim, karena ada klub yang besar mengikutkan dua tim,” jelasnya.
Damiran menambahkan, SMAN 1 Turen telah memiliki klub gateball yang dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Keberadaan klub tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk berlatih, mengenal teknik permainan, serta meningkatkan kemampuan melalui latihan rutin.
Meski tergolong olahraga yang relatif baru di lingkungan sekolah dan kawasan Malang Raya, pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan. Saat ini, atlet gateball SMAN 1 Turen masih berada pada tingkat provinsi.
SMAN 1 Turen juga menjadi bagian dari persiapan tim Pusat Cup Malang Gateball untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
“Untuk gateball karena termasuk olahraga baru di SMA Turen atau di Malang Raya ini, untuk atletnya masih tingkatannya provinsi. Sedangkan ini kami paksakan untuk latihan rutinitas karena tim Pusat Cup Malang Gateball diwakili oleh SMA Negeri 1 Turen untuk persiapan Porprov 2027,” ujarnya.
Kepala Sekolah Dukung Pembinaan Atlet dari Lingkungan Sekolah
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, mengatakan pengembangan gateball di sekolah bermula ketika pihaknya menerima lapangan gateball yang sebelumnya belum dimanfaatkan. Karena saat itu belum banyak sekolah yang memiliki fasilitas serupa, SMAN 1 Turen kemudian berupaya mengoptimalkan lapangan tersebut melalui pembinaan siswa.
“Kami latih anak-anak selama dua minggu dengan menghadirkan pelatih dari Kota Malang. Kota Malang sudah sering juara gateball, sehingga kami meminta mereka melatih siswa-siswa kami,” kata Agus.
Menurut Agus, hasil latihan tersebut cukup menggembirakan. Meski belum berhasil menjadi juara, tim siswa SMAN 1 Turen mampu bersaing dan melaju hingga babak 16 besar.
“Alhamdulillah, walaupun tidak juara, anak-anak tidak langsung kalah. Mereka masih bisa masuk 16 besar. Itu membuat kami cukup terkejut, ternyata anak-anak bisa,” ujarnya.
Agus menuturkan, keterlibatan guru olahraga sekaligus pengurus gateball dan KONI Kabupaten Malang turut membuka peluang bagi SMAN 1 Turen untuk dipercaya menjadi tuan rumah turnamen. Setelah pelaksanaan turnamen sebelumnya di Bali Besar Gateball, penyelenggaraan berikutnya kemudian disepakati berlangsung di Turen.
“Kami menerima kepercayaan itu, lalu menyiapkan kegiatan dengan berkoordinasi bersama banyak pihak. Sekalian, pada akhirnya, saya juga meresmikan museum,” katanya.
Ia menambahkan, turnamen tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan piala bergilir yang diharapkan dapat berkembang di Jawa Timur. Piala yang semula direncanakan sebagai Bupati Cup kemudian diperluas setelah mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan.
“Ini kali pertama dan alhamdulillah piala bergilirnya diletakkan di SMAN 1 Turen sebagai tuan rumah,” ujar Agus.
Kehadiran turnamen di lingkungan SMAN 1 Turen juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal gateball secara lebih dekat. Selain mengembangkan keterampilan olahraga, kegiatan ini dapat menanamkan nilai disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan tanggung jawab.
Targetkan Lahirnya Atlet Gateball Berprestasi
Melalui Turnamen Gateball Malang Raya, penyelenggara berharap semakin banyak pelajar yang tertarik menekuni olahraga tersebut. Kompetisi ini sekaligus menjadi ruang bagi para pemain untuk mengukur kemampuan, bertukar pengalaman, dan memperkuat persaudaraan antarklub.
Pembinaan melalui ekstrakurikuler di sekolah, latihan rutin, serta penyelenggaraan turnamen secara berkala diharapkan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas atlet gateball di Malang Raya.
Dengan semakin luasnya pengenalan gateball di kalangan pelajar, peluang menjaring atlet muda potensial juga semakin terbuka. Langkah ini diharapkan dapat mendukung persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 sekaligus memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam kompetisi gateball tingkat nasional.

Video Kepala SMAN 1 Turen Histeria Sukses Memasukkan bola


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.