PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: Aspirasi guru dan tenaga kependidikan (GTK) perlu mendapat ruang dalam perumusan kebijakan dan penganggaran pendidikan Islam. Isu tersebut menjadi pokok pembahasan dalam seminar publik bertajuk “Mengawal Aspirasi Anggaran Pendidikan Islam bersama DPR RI” yang digelar melalui Program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) di Probolinggo, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam ini menghadirkan H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII, dan Dr. H. Muhammad In’am Esha, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Forum tersebut mempertemukan perspektif pemangku kebijakan dan akademisi untuk membahas bagaimana kebutuhan pendidikan Islam dapat diperjuangkan dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Pembahasan menempatkan anggaran sebagai instrumen strategis peningkatan mutu pendidikan Islam. Dukungan pembiayaan yang direncanakan berdasarkan kebutuhan dapat memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan, meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, serta menunjang ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan.
Baca juga: FTIK UIN Malang dan Universiti Malaya Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital
Kehadiran Anggota DPR RI Komisi VIII memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami jalur penyampaian aspirasi kepada pemangku kebijakan. Sementara itu, perspektif akademisi yang disampaikan Dr. H. Muhammad In’am Esha memperluas pembahasan pada aspek tata kelola administrasi, perencanaan, dan keuangan. Kedua sudut pandang tersebut menegaskan pentingnya hubungan antara kebutuhan nyata lembaga pendidikan, proses kebijakan, dan pengelolaan sumber daya.
Bagi GTK, forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan. Aspirasi yang disertai data, argumentasi, dan pemetaan kebutuhan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program maupun menentukan prioritas anggaran pendidikan Islam.
Di sisi lain, pengawalan anggaran tidak cukup berhenti pada perjuangan memperoleh alokasi dana. Perencanaan yang tepat, pelaksanaan sesuai ketentuan, serta penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabel menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan pembiayaan benar-benar berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Melalui Program Ngopi, FTIK UIN Malang berupaya memperluas ruang dialog yang mempertemukan pengalaman para pendidik dengan perspektif kebijakan dan tata kelola. Kolaborasi antara pemangku kebijakan, akademisi, guru, dan tenaga kependidikan menjadi penting agar persoalan pendidikan Islam tidak hanya berhenti sebagai keluhan di tingkat pelaksana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aspirasi yang terarah dan diperjuangkan dalam proses pengambilan keputusan.
Seminar publik di Probolinggo ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan Islam membutuhkan kebijakan yang responsif, dukungan anggaran yang tepat sasaran, serta partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya. Dengan demikian, aspirasi dari lingkungan pendidikan diharapkan semakin diperhitungkan dalam agenda pembangunan pendidikan yang berkualitas, adil, dan berkelanjutan.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.