MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: MI Nurul Huda 1 Malang telah melaksanakan visitasi akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) pada Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah untuk merefleksikan perjalanan, mengevaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan, serta memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan Islam yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik. Visitasi dilaksanakan oleh dua asesor, yaitu Ibu Lilik Fauziyah, M.Pd. dan Ibu Titien Hardiana, S.Pd., M.Pd.
Bagi MI Nurul Huda 1 Malang, akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi maupun penilaian formal. Lebih dari itu, akreditasi merupakan sarana evaluasi dan refleksi untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan berjalan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, madrasah memperoleh kesempatan untuk meninjau kualitas pembelajaran, profesionalisme guru dan tenaga kependidikan (GTK), tata kelola kelembagaan, ketersediaan sarana prasarana, budaya madrasah, serta kualitas layanan kepada peserta didik.
Baca juga: Puncak Tema Wisuda Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda 1 Pakis

Persiapan Matang dan Gotong Royong Warga Madrasah
Perjalanan menuju visitasi akreditasi diawali dengan diterbitkannya jadwal resmi visitasi pada Kamis, 8 Oktober 2026. Sejak saat itu, seluruh warga madrasah bergerak bersama mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari kelengkapan dokumen, penataan lingkungan, kesiapan pembelajaran, hingga penguatan koordinasi antartim.
Madrasah membentuk panitia akreditasi dengan menunjuk koordinator, penanggung jawab, dan anggota pada setiap komponen penilaian. Pembagian tugas tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan terlaksana secara terarah, efektif, dan bertanggung jawab.
Proses persiapan juga mendapat pendampingan, motivasi, serta arahan dari Ibu Drs. Hj. Chusnul Khotimah, M.Pd. selaku Pokjawas Madrasah dan Ibu Muzainah, M.Pd. selaku Pengawas Madrasah. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membantu madrasah meninjau kelengkapan dokumen dan menyiapkan bukti dukung sesuai dengan kebutuhan akreditasi.
Semangat gotong royong dan kekompakan seluruh GTK menjadi kekuatan utama dalam proses tersebut. Setiap unsur menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab, saling mendukung, dan berorientasi pada tujuan bersama, yakni menghadirkan potret penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan kondisi nyata di madrasah.
Hari Pertama Visitasi: Penyambutan Hangat dan Paparan Perkembangan Madrasah
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, rangkaian visitasi hari pertama diawali dengan penyambutan tim asesor yang melibatkan GTK dan penampilan ekstrakurikuler Musik Religi di bawah binaan Bapak Sumariyono, S.Pd.I. Para peserta didik mempersembahkan lagu religi La Maulaya dan Mars MI Nurul Huda 1 Malang sebagai ungkapan penghormatan sekaligus kebanggaan terhadap madrasah.
Setelah penyambutan, tim asesor menuju ruang wawancara untuk mengikuti rangkaian kegiatan bersama Kepala Madrasah, didampingi unsur Pokjawas, Pengawas Madrasah, dan panitia akreditasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan pengurus BPLPM NU MI Nurul Huda 1 Malang, pengurus komite madrasah, perwakilan orang tua, serta alumni.
Acara diawali dengan sambutan perwakilan pengurus yang memaparkan sejarah singkat dan perjalanan perkembangan MI Nurul Huda 1 Malang. Selanjutnya, Kepala Madrasah menyampaikan presentasi mengenai perkembangan kelembagaan, jumlah peserta didik, kondisi sarana prasarana, capaian prestasi madrasah, serta berbagai prestasi akademik dan nonakademik peserta didik.
Dalam paparannya, disampaikan perjalanan panjang madrasah yang pada awal berdirinya hanya memiliki tiga ruang di kampung 2 dengan jumlah peserta didik yang masih terbatas. Berkat kerja keras, komitmen, dan dukungan berbagai pihak, MI Nurul Huda 1 Malang terus berkembang hingga pada Tahun Pelajaran 2026/2027 memiliki 721 peserta didik yang terbagi dalam 27 rombongan belajar.
Perkembangan tersebut menjadi bukti perjalanan madrasah dalam membangun kepercayaan masyarakat dan memperluas layanan pendidikan. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kontribusi para pendiri, pengurus, pimpinan madrasah, GTK, orang tua, alumni, serta seluruh pihak yang senantiasa mendukung kemajuan madrasah.
Rangkaian kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan wawancara bersama pengurus komite, perwakilan orang tua, dan alumni selama lebih dari 60 menit. Selanjutnya, tim asesor melaksanakan wawancara bersama tim akreditasi dan GTK MI Nurul Huda 1 Malang hingga pukul 15.00 WIB. Pada hari pertama, proses asesmen mencakup komponen 1, 2, dan 3 sesuai dengan instrumen yang digunakan.
Hari Kedua: Observasi Pembelajaran, Wawancara, dan Refleksi Mutu
Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, visitasi dilanjutkan dengan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas reguler dan International Class Program (ICP). Tim asesor mengamati proses pembelajaran, interaksi antara guru dan peserta didik, serta suasana belajar yang mendukung keterlibatan aktif peserta didik.
Selain observasi pembelajaran, tim asesor juga melaksanakan wawancara dengan sejumlah peserta didik dan meninjau sarana prasarana madrasah. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada asesor untuk melihat secara langsung kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan dengan praktik nyata dalam penyelenggaraan pendidikan sehari-hari.
Bagi madrasah, tahap ini menjadi pengingat bahwa mutu pendidikan tidak hanya tercermin dalam kelengkapan dokumen, tetapi juga dalam pengalaman belajar peserta didik, keteladanan guru, lingkungan yang aman dan nyaman, serta budaya madrasah yang mendorong tumbuhnya karakter positif.
MI Nurul Huda 1 Malang terus berupaya mengembangkan pendidikan yang memadukan penguatan karakter Islami, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan pembelajaran mendalam. Melalui pendekatan tersebut, madrasah berkomitmen membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Rangkaian visitasi akreditasi ditutup dengan kegiatan refleksi yang dihadiri seluruh GTK MI Nurul Huda 1 Malang. Pada kesempatan tersebut, tim asesor menyampaikan hasil pengamatan, temuan, dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi serta pengembangan mutu madrasah ke depan.
Apresiasi turut diberikan terhadap kekompakan dan kerja sama tim yang ditunjukkan oleh unsur GTK, orang tua, alumni, dan peserta didik. Kesiapan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menggambarkan kehidupan dan penyelenggaraan pendidikan di madrasah secara nyata.
Kesesuaian antara dokumen yang disampaikan dengan kondisi yang ditemukan selama visitasi menjadi aspek penting dalam proses penjaminan mutu. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa akreditasi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Masukan dan rekomendasi dari tim asesor selanjutnya menjadi bahan refleksi bagi MI Nurul Huda 1 Malang untuk terus memperbaiki kekurangan, mempertahankan praktik baik, dan mengembangkan inovasi pembelajaran maupun tata kelola kelembagaan.
Pelaksanaan visitasi akreditasi pada 16–17 Oktober 2026 bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan bagian dari perjalanan panjang MI Nurul Huda 1 Malang dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Madrasah menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian administratif atau hasil penilaian, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pembelajaran yang bermakna, membangun karakter, menumbuhkan kepedulian, dan memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya.
Dengan semangat “Bersama Membangun Madrasah Unggul, Berprestasi, Berkarakter Islami, dan Penuh Cinta”, MI Nurul Huda 1 Malang berkomitmen menjadikan hasil refleksi dan rekomendasi akreditasi sebagai pijakan untuk terus berbenah, berinovasi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Kegiatan visitasi diakhiri dengan sesi foto bersama tim asesor, Pokjawas Madrasah, Pengawas Madrasah, dan seluruh GTK MI Nurul Huda 1 Malang. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian visitasi sekaligus simbol kebersamaan dan tekad untuk terus melangkah menuju madrasah yang semakin bermutu.
Akreditasi bukan sekadar tentang apa yang telah dicapai, tetapi tentang kesungguhan untuk terus memperbaiki diri. Sebab, madrasah yang hebat bukan hanya melahirkan peserta didik yang cerdas, melainkan juga generasi yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, dan membawa manfaat bagi sesama. (Humas Munisa Mlg)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.