Segenap pengurus MWC NU Lowokwaru, banom, dan tamu undangan berfoto bersama usai pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional 2026. (Foto: Istimewa)
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026 -di Kantor MWC NU Lowokwaru, Jl. Candi Panggung 56 Kota Malang
Bertugas menjadi pembina upacara Bapak Wiwit, SE Kasi Trantimbum kecamatan lowokwaru, hadir pula Seklur Mojolangu Bpk. Marta Rosi Saga, S.E dan dihadiri oleh Rais Syuriah MWC NU KH.Hamid Manan dan jajarannya , ketua Tanfidziah MWC NU K. Zainal Arifin, M.Ag, dan jajarannya , Ketua Muslimat PAC Lowokwaru Bu.Nyai Millah dan jajarannya serta unsur Ansor, Banser, Fatayat, IPNU, IPPNU, unsur kepala TK Muslimat pengurus Alhamdulillah, pada pagi yang penuh berkah ini, Kamis, 22 Oktober 2026, kita bisa bersama-sama melaksanakan Apel Hari Santri Nasional di kantor kebanggaan kita, MWC NU Lowokwaru.
Pembina upacara Dalam sambutannya menyampaikan: 1. Atas nama Pemerintah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saya mengucapkan: Selamat Hari Santri Nasional 2026. Tema tahun ini sangat dalam dan sangat relevan: “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Terkait tema HSN tahun 2026 ini ingin sy jelaskan: Pertama, Menguatkan Akar Tradisi. Saya melihat, MWC NU Lowokwaru adalah contoh terbaiknya. Akar tradisi itu tidak ditinggalkan, tapi dikuatkan. Ini bukti bahwa tradisi sarung, tradisi ngaji kitab, dzikir, itu bukan kuno. Itu adalah jati diri kita. Santri Lowokwaru itu unik: Akhlaknya pesantren, keterampilannya modern.
Kedua, Menjaga Keutuhan Negeri. Menjaga negeri hari ini bukan lagi mengangkat senjata seperti Resolusi Jihad 1945. Tugas santri hari ini lebih berat, yaitu menjaga negeri hari ini adalah menjaga kampung kita dari hoaks, dari judi online, dari pinjaman online yang meresahkan warga, dari paham intoleran yang memecah belah. santri diajari _Hubbul Wathan Minal Iman_ – Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman.
Iklan
2. Pemerintah Kecamatan Lowokwaru sangat berterima kasih kepada MWC NU Lowokwaru. Sinergi kita sangat luar biasa. Untuk itu, 1. Teruslah jadi santri yang guyub dan rukun. 2. Jadilah santri yang memberi solusi, bukan menambah masalah. 3. Jaga Lowokwaru tetap Malang Mbois, guyub rukun, toleran.
Akhirnya, mari kita jadikan Hari Santri ini bukan sekadar upacara, tapi momentum untuk bekerja lebih keras untuk Lowokwaru yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.