Langsung ke konten
Kamis, 22 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kopmen SBW Malang Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Alam

Refleksi Mendalam dan Filosofi Semesta MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang menggelar acara doa bersama lintas

Para tokoh lintas agama dan penghayat kepercayaan memimpin doa bersama.

Para tokoh lintas agama dan penghayat kepercayaan memimpin doa bersama. (Foto: Istimewa)

Refleksi Mendalam dan Filosofi Semesta

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang menggelar acara doa bersama lintas agama dan penghayat kepercayaan yang melibatkan jajaran pengurus, pengawas, karyawan, serta perwakilan ketua-ketua kelompok di Gedung SBW Malang. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diawali dengan pembacaan puisi menyentuh bertajuk “Bumi yang Dahaga” karya Laili Fitria dari Kelompok 340, serta pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza dan lantunan karya balada Ebiet G. Ade. Suasana haru sempat menyelimuti ruang pertemuan tatkala Ketua Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., memberikan sambutan dengan suara bergetar menahan air mata setelah merespons pesan mendalam dari puisi yang dibacakan sebelumnya.

Di hadapan para peserta, Sri Untari mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi alam saat ini. “Hati saya habis mendengar puisi tadi. Pikiran dan hati kita seperti tercabik-cabik. Kita selalu memanfaatkan bumi hanya untuk kepentingan kita sendiri, tetapi tidak pernah merawatnya dengan tulus dan ikhlas. Bumi menangis, alam berteriak,” ungkapnya penuh emosional. Ia juga mengingatkan kembali filosofi leluhur Jawa mengenai keterikatan batin antara manusia dan semesta, di mana bumi dan langit selayaknya diposisikan sebagai saudara tua manusia. “Bumi kuwi urip, langit iku urip. Dari bumi apa yang keluar kita makan, airnya kita minum, dan udara langit kita hirup. Jangan lagi menganggap bumi hanya bertugas melayani kita tanpa kita mengembalikan keharmonisannya,” tuturnya menegaskan.

Baca juga: Kuatkan Tata Kelola Koperasi SBW Malang, Sri Untari Bisowarno Edukasi Anggota Tertib Pajak

Baca juga: Reses Masa Sidang III, DPRD Provinsi Jatim Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., Bersama Anggota Koperasi SBW Malang Raya

Suasana khidmat peserta saat mengikuti doa bersama di Gedung SBW Malang.
Suasana khidmat peserta saat mengikuti doa bersama di Gedung SBW Malang. (Foto: Istimewa)

Empat Hajat Utama dan Munajat Lintas Agama

Acara yang turut dihadiri oleh para tokoh dan pemuka dari berbagai agama—mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa—ini dilangsungkan secara khusyuk. Sebelum doa dilambungkan, Sri Untari mengimbau seluruh keluarga besar SBW untuk melaraskan niat dan fokus dalam keheningan tanpa terdistraksi oleh gawai atau rekaman media sosial. “Tolong gawai diletakkan. Jangan ada yang sibuk memotret atau merekam video, biarkan petugas yang bekerja. Niat kita di sini murni untuk donga dengan hati yang ikhlas, bukan untuk konten,” tegasnya.

Iklan

​Dalam munajat lintas agama tersebut, dirumuskan empat hajat utama yang dipanjatkan bersama. Pertama, membangkitkan kesadaran moral agar manusia kembali mengingat kewajibannya hidup selaras dan menjaga kelestarian alam semesta. Kedua, memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga besar SBW, suami, anak-cucu, anggota, karyawan, hingga jajaran pengurus dan pengawas koperasi. Ketiga, memohon kekuatan menghadapi masa depan berupa keteguhan batin serta kelapangan rezeki dalam mengarungi dinamika zaman. Keempat, memohon berkah hujan kepada Sang Maha Pencipta guna memulihkan mata air, memadamkan titik api, serta mengembalikan harapan para petani. “Kita memohon dengan penuh keikhlasan kepada para tokoh agama untuk melambungkan doa ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Semoga pintu rahmat dan pintu rezeki dibuka lebar, bala dan bencana dijauhkan, serta hujan segera turun membawa berkah bagi kita semua,” pungkas Sri Untari yang disambut seruan amin serentak oleh seluruh hadirin.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.