MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : UPT Puskesmas Pujon, Kabupaten Malang, menggelar sosialisasi kebencanaan bagi tenaga kesehatan internal sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat peran tenaga medis dalam penanggulangan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Puskesmas Pujon, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan tenaga kesehatan ketika menghadapi situasi bencana, mulai dari proses evakuasi, koordinasi antarpihak, komunikasi darurat, hingga mekanisme pelaporan.
Kepala Puskesmas Pujon, Drg. Angga, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kesiapan internal puskesmas sebelum melibatkan unsur lintas sektor di wilayah Kecamatan Pujon.
Baca juga: Sinergi Umara dan Ulama: LAK-PB MUI Jatim dan BPBD Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Baca juga: Latih Respons Cepat Hadapi Bencana, Babinsa Lumbang Bekali Warga dengan Simulasi Evakuasi
“Hari ini kami mengadakan sosialisasi kebencanaan untuk internal Puskesmas Pujon. Nanti pada Jumat, kami akan mengundang camat, Danramil, Kapolsek, kepala desa, UPT terkait serta organisasi masyarakat yang ada di wilayah ini,” ujar Drg. Angga An Novita.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut sangat penting agar penanganan bencana dapat berjalan secara terkoordinasi, terarah, dan sesuai dengan peran masing-masing pihak.
Ia berharap, ketika terjadi bencana, seluruh unsur yang terlibat sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga proses penanganan dapat berlangsung lebih efektif.
“Harapannya, apabila terjadi bencana, penanganannya bisa terkoordinasi dengan rapi, apa pun jenis bencananya, baik bencana alam, bencana nonalam, maupun bencana sosial,” tambahnya.
BPBD Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Sejak Prabencana
Perwakilan BPBD Kabupaten Malang, Indra, menyambut baik inisiatif Puskesmas Pujon yang berupaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi potensi bencana.
Menurut Indra, Analis Kebencanaan Ahli Pertama BPBD Kabupaten Malang tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam sistem penanggulangan bencana. Keberadaan mereka dibutuhkan tidak hanya saat terjadi keadaan darurat, tetapi juga pada tahap prabencana melalui penguatan kesiapsiagaan, perencanaan, dan koordinasi.
Ia menjelaskan, materi sosialisasi diarahkan untuk memberikan pemahaman praktis kepada tenaga kesehatan mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, termasuk bagaimana melakukan evakuasi, membangun komunikasi dengan pihak terkait, serta menentukan jalur pelaporan yang tepat.
“Peran tenaga medis ini sangat diperlukan dalam kaitannya dengan penanggulangan bencana. Tenaga kesehatan akan bersinergi dengan kami, baik dalam situasi darurat maupun dalam upaya kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi,” jelas Indra.
Ia menambahkan, pengalaman menghadapi berbagai kejadian bencana menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Karena itu, menurutnya, pembagian peran dan penguatan komunikasi harus dipersiapkan sejak dini. Dengan demikian, ketika bencana benar-benar terjadi, masing-masing unsur tidak lagi kebingungan menentukan langkah maupun pihak yang harus dihubungi.
Diharapkan Menjadi Contoh bagi Puskesmas Lain
Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Malang berharap kegiatan peningkatan kapasitas kebencanaan tidak hanya dilakukan di Puskesmas Pujon, tetapi juga dapat dikembangkan di puskesmas lain di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Indra menilai, tenaga kesehatan yang bertugas dan berada dekat dengan masyarakat di setiap desa memiliki posisi penting dalam mendukung upaya penanggulangan bencana. Pengetahuan yang memadai mengenai kebencanaan diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif tenaga kesehatan dalam perencanaan dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
“Harapan kami, kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus dilakukan, tidak hanya di UPT Puskesmas Pujon, tetapi juga melalui fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Malang,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama peningkatan kapasitas kebencanaan bukanlah untuk menunggu terjadinya keadaan darurat, melainkan memastikan seluruh unsur telah memiliki kesiapan yang memadai sebelum bencana datang.
Melalui sosialisasi ini, Puskesmas Pujon dan BPBD Kabupaten Malang diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terencana, responsif, dan terkoordinasi.
Dengan kesiapan tenaga kesehatan serta dukungan pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat, upaya perlindungan terhadap masyarakat di wilayah Kecamatan Pujon diharapkan semakin optimal, baik dalam menghadapi bencana alam, nonalam, maupun bencana sosial.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.