Langsung ke konten
Rabu, 4 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Berita

Direktur Thanks Institute Indonesia Kunjungi Rumah Buruh Gresik,”Buruh Harus Naik Kelas, Bukan Sekedar Naik Upah”

JATIMSATUNEWS.COM, GRESIK — Direktur Thanks Institute Indonesia, Dr. Ketut Abid Halimi, melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah Buruh Gresik, Rabu (4/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus menjajaki kolaborasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kompetensi, dan daya saing pekerja, khususnya di Kabupaten Gresik.

Kehadiran Dr. Ketut Abid Halimi disambut oleh Ketua SPSI dan Founder Rumah Buruh Gresik, Imam Syaifudin, yang juga merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan. Kedua tokoh membahas berbagai tantangan dunia ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kapasitas pekerja, penguatan mentalitas kerja, kepemimpinan, hingga pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.

Buruh Harus Naik Kelas, Bukan Sekadar Naik Upah

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ketut Abid Halimi menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang masa depan buruh. Menurutnya, perjuangan meningkatkan kesejahteraan pekerja perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas diri dan kompetensi.

“Buruh tidak cukup hanya diperjuangkan hak-haknya, tetapi juga harus diperkuat kapasitas dan kompetensinya. Buruh harus naik kelas, bukan sekadar naik upah. Ketika keterampilan meningkat, produktivitas bertambah, dan mentalitas semakin tangguh, maka peluang peningkatan kesejahteraan juga semakin terbuka.”

Ia juga menilai bahwa Kabupaten Gresik, sebagai salah satu kawasan industri penting di Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan SDM pekerja yang unggul dan kompetitif.

“Jangan sampai industri tumbuh semakin besar, tetapi kualitas SDM pekerjanya berjalan di tempat. Kita ingin buruh Gresik tidak hanya menjadi penonton kemajuan industri, melainkan menjadi aktor utama yang memiliki kompetensi, integritas, dan daya saing,” lanjutnya dalam usulan pernyataan tersebut.

Iklan

Sementara itu, Ketua SPSi dan Founder Rumah Buruh Gresik, Imam Syaifudin, menyambut positif gagasan kolaborasi dengan Thanks Institute Indonesia.

Ia memandang bahwa keberadaan Rumah Buruh tidak semestinya hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi dan perjuangan hak pekerja, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat edukasi, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup keluarga buruh.

“Kami menyambut baik semangat dan gagasan yang dibawa Dr. Ketut Abid Halimi bersama Thanks Institute Indonesia. Rumah Buruh Gresik harus menjadi rumah solusi, bukan hanya tempat menyampaikan persoalan, tetapi juga tempat melahirkan gagasan, keterampilan, dan peluang baru bagi para pekerja.”

“Perjuangan buruh tidak boleh berhenti pada persoalan normatif ketenagakerjaan. Kita juga harus memikirkan bagaimana pekerja memiliki kemampuan yang terus berkembang, keluarga buruh semakin mandiri, dan generasi penerusnya memiliki masa depan yang lebih baik,” demikian usulan pernyataannya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menjajaki sejumlah program yang berpotensi dikembangkan secara kolaboratif, di antaranya:

  1. Buruh Hebat Academy, program pelatihan motivasi, penguatan karakter, kepemimpinan, disiplin, etos kerja, dan peningkatan produktivitas.
  2. Digital Skill for Workers, pelatihan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), desain grafis, pemasaran digital, dan keterampilan teknologi yang relevan dengan perkembangan industri.
  3. Public Speaking dan Leadership Training, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, negosiasi, penyelesaian konflik, serta kepemimpinan organisasi pekerja.
  4. Entrepreneurship for Workers, pembekalan kewirausahaan, pengelolaan keuangan keluarga, dan pengembangan usaha sampingan produktif sebagai alternatif penguatan ekonomi keluarga buruh.
  5. Mental Health dan Motivasi Kerja, penguatan ketahanan mental, pengelolaan stres, keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, serta pembangunan budaya kerja yang sehat dan positif.
  6. Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi, penjajakan kerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan keterampilan teknis pekerja sesuai kebutuhan dunia industri.
  7. Buruh Berdaya, Keluarga Sejahtera, program pemberdayaan keluarga pekerja, termasuk pengembangan keterampilan perempuan dan generasi muda dari keluarga buruh.

Program-program tersebut masih berupa gagasan awal yang memerlukan pembahasan lanjutan mengenai bentuk kerja sama, pelaksana, pembiayaan, serta jadwal pelaksanaan.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Buruh Gresik yang Unggul

Dr. Ketut Abid Halimi dan Imam Syaifudin memiliki semangat yang sejalan dalam mendorong penguatan kualitas pekerja melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan berkelanjutan.

Iklan

Sinergi antara Thanks Institute Indonesia dan Rumah Buruh Gresik diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, perusahaan, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

Keduanya juga memandang bahwa hubungan industrial yang harmonis perlu dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan hak pekerja, peningkatan kompetensi, produktivitas perusahaan, dan kesejahteraan bersama.

Pertemuan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

“Buruh Hebat, Industri Kuat, Gresik Bermartabat” menjadi semangat yang dapat diusung dalam pengembangan program pemberdayaan pekerja ke depan.

Melalui kolaborasi tersebut, Rumah Buruh Gresik diharapkan semakin berkembang sebagai pusat perjuangan, pembelajaran, dan pemberdayaan, sementara Thanks Institute Indonesia dapat berkontribusi melalui penguatan motivasi, karakter, kepemimpinan, dan keterampilan sumber daya manusia.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.