Langsung ke konten
Sabtu, 10 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Tak Ingin Sekadar Melanjutkan Rutinitas, PW IPPNU Jatim Baca Perubahan dan Rumuskan Arah Baru Organisasi

Berangkat dari tantangan tersebut, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur menggelar New Horizons Strategic Forum dalam

Banner resmi New Horizons Strategic Forum PW IPPNU Jawa Timur.

Banner resmi New Horizons Strategic Forum PW IPPNU Jawa Timur.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Perubahan zaman bergerak lebih cepat daripada organisasi yang hanya sibuk mempertahankan rutinitas. Tantangan pelajar putri hari ini tidak lagi berhenti pada persoalan kaderisasi dan aktivitas organisasi, tetapi merambah ruang digital, pendidikan, kepemimpinan, hingga kemampuan menciptakan dampak nyata di tengah masyarakat.

Berangkat dari tantangan tersebut, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur menggelar New Horizons Strategic Forum dalam rangkaian Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PW IPPNU Jawa Timur, 10–11 Oktober 2026, di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Forum ini mengusung tema “Membaca Perubahan, Menyatukan Arah, Menguatkan Kader, dan Menciptakan Dampak.” Tema tersebut menjadi penanda bahwa PW IPPNU Jawa Timur ingin membawa organisasi memasuki cakrawala baru: tidak hanya bergerak, tetapi mengetahui ke mana harus bergerak dan dampak apa yang hendak ditinggalkan.

Baca juga: PW IPPNU Jawa Timur Audiensi dengan BAZNAS Jatim, Dorong Kolaborasi Program Pemberdayaan Pelajar

Baca juga: Pelantikan PC IPNU-IPPNU Ngawi, PW IPPNU Jatim Dorong Khidmah yang Berkarakter dan Berdampak

Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Aprilia Nur Azizah, dalam forum tersebut dijadwalkan membuka rangkaian agenda strategis organisasi. Forum juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyampaikan arah kepengurusan, pemaparan departemen dan lembaga, hasil Rapimnas IPPNU, serap aspirasi dari pimpinan cabang, hingga briefing menuju Kongres.

Rangkaian kegiatan diawali New Horizons Connect pada Sabtu (10/10), yang diisi dengan New Horizons Spiritual Night. Agenda tersebut dikemas dengan istighotsah, tahlil, doa bersama, serta refleksi mengenang tokoh-tokoh yang memiliki jejak penting bagi perjuangan IPPNU.

Iklan

Tidak berhenti pada konsolidasi struktural, forum juga menghadirkan Prof. Dr. Hj. Evy Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. dalam agenda Orasi Forum Strategis. Kehadiran perspektif akademik tersebut memperkuat upaya IPPNU Jatim dalam membaca perubahan secara lebih kritis dan kontekstual.

Menyatukan Perspektif Lewat Agenda Strategis

Memasuki agenda utama pada Minggu (11/10), New Horizons Strategic Forum diarahkan menjadi ruang untuk menyatukan perspektif dan mempertegas agenda organisasi ke depan.

Bagi PW IPPNU Jawa Timur, konsolidasi tersebut menjadi penting karena organisasi pelajar tidak cukup hanya menghasilkan kader yang aktif dalam kegiatan. Kader harus disiapkan untuk menjadi pelajar putri yang mampu bertumbuh, berinovasi, sekaligus menghadirkan dampak.

Semangat itu sejalan dengan arah besar kepengurusan PW IPPNU Jawa Timur yang membawa gagasan “The New Horizons” dengan tiga pijakan utama: Growth, Innovation, dan Impact.

Growth menegaskan pentingnya pertumbuhan kapasitas kader. Innovation mendorong IPPNU untuk berani melahirkan pendekatan dan terobosan baru. Sementara Impact menjadi ukuran bahwa setiap gerakan organisasi harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan, bukan berhenti pada aktivitas seremonial.

Dengan demikian, New Horizons Strategic Forum bukan sekadar forum rapat. Ia menjadi ruang untuk menentukan apakah IPPNU Jawa Timur akan hanya mengikuti perubahan, atau ikut mengambil peran dalam menciptakan perubahan.

Sebab, bagi organisasi pelajar putri yang hidup di tengah perubahan zaman, arah adalah keberanian untuk memilih masa depan.
Dan New Horizons adalah upaya IPPNU Jawa Timur untuk memastikan bahwa masa depan itu tidak sekadar ditunggu, tetapi dirancang, diperjuangkan, dan diberi dampak.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.