Langsung ke konten
Minggu, 1 November 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Puncak BIK, Kepala OJK Malang Farid Faletehan Sampaikan Catatan Kredit Rp112 Triliun, Ajak Masyarakat Cerdas Kelola Keuangan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Kepala OJK Malang foto bersama walikota Malang dan penerima kredit

Kepala OJK Malang foto bersama walikota Malang dan penerima kredit (Foto: Humas OJK Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta menggunakannya secara bijak.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, dalam kegiatan puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 melalui gelaran Financial Festival 2026 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mlaku Bareng, Guyub Bareng, Cerdas Finansial” ini berlangsung pukul 14.00 hingga 21.00 WIB. Berbagai kegiatan edukasi, hiburan, pelayanan keuangan, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dihadirkan untuk mendekatkan masyarakat dengan industri jasa keuangan.

Baca juga: Kepala OJK Malang Farid Faletehan Apresiasi Keikut-sertaan UMKM dan Lembaga Keuangan di Acara Puncak Bulan Inklusi Keuangan

Baca juga: Sektor Jasa Keuangan Terjaga, OJK Malang Tegas Sikat 38 Ribu Rekening Judi Online dan Pinjol Ilegal

Dalam sambutannya, Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah Malang Raya menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,2 persen, Jawa Timur sebesar 5,7 persen, sedangkan Malang Raya berada di kisaran 6 persen.

Menurut Farid, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor jasa keuangan yang terus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

“Pertumbuhan ekonomi itu tentunya juga didukung oleh lembaga keuangan. Sebagai informasi, pertumbuhan kredit yang ada di wilayah OJK Malang mencapai Rp112 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 3,7 persen,” ungkap Farid.

Ia menambahkan, penyaluran kredit kepada sektor UMKM mencapai Rp36,4 triliun. Angka tersebut menunjukkan peran penting UMKM dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperlihatkan besarnya kebutuhan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha.

Sebelas Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Libatkan 8.800 Peserta

Farid menjelaskan, Oktober menjadi momentum penting bagi OJK bersama industri jasa keuangan untuk memperluas edukasi dan akses keuangan masyarakat melalui Bulan Inklusi Keuangan.

Sepanjang Oktober 2026, OJK Malang bersama lembaga jasa keuangan telah melaksanakan sekitar 11 rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan dengan total peserta mencapai kurang lebih 8.800 orang.

Financial Festival 2026 menjadi kegiatan puncak dari rangkaian program tersebut.

Dalam festival ini, masyarakat dapat mengunjungi stan lembaga jasa keuangan dan UMKM. Berdasarkan pemaparan Farid, terdapat sekitar 30 stan lembaga jasa keuangan serta 50 stan UMKM yang turut berpartisipasi.

Menariknya, penyelenggara juga menghadirkan program BIK Financial Passport. Melalui mekanisme pengumpulan stempel dari sejumlah stan, pengunjung didorong untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat berbagai produk serta layanan lembaga jasa keuangan sebelum menukarkan stempel di stan OJK.

“Harapannya, masyarakat secara langsung akan datang ke stan-stan lembaga jasa keuangan. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mengenal lembaga jasa keuangan yang ada di wilayah Malang,” jelasnya.

Selain pameran keuangan dan UMKM, festival tersebut juga dimeriahkan dengan kegiatan fun walk, final BIK Financial Idol, final K-Pop Dance Cover, colorful competition, cek SLIK, talkshow keuangan, bazar sembako murah, pasar rakyat UMKM, hingga festival budaya.

Iklan

Acara juga menghadirkan guest star Bamsi serta pertunjukan seni budaya Bantengan sebagai bagian dari upaya memadukan edukasi keuangan dengan hiburan dan kearifan lokal.

Pembiayaan UMKM Capai Rp900 Miliar

Dukungan industri jasa keuangan terhadap pengembangan UMKM juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut.

Farid menyampaikan, sekitar tujuh hingga delapan lembaga keuangan di wilayah Malang telah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM dengan nilai mencapai sekitar Rp900 miliar selama Oktober 2026.

Menurutnya, dukungan pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengenai pentingnya keterhubungan antara lembaga jasa keuangan, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif.

Kolaborasi antarpihak diharapkan tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen lebih luas, dan meningkatkan daya saing.

Literasi Keuangan 69 Persen, OJK Ingatkan Bahaya Penipuan Digital

Di balik meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, Farid mengingatkan masih adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan.

Berdasarkan data survei yang disampaikannya, tingkat literasi keuangan masyarakat berada di angka sekitar 69 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 93 persen.

Artinya, masih terdapat masyarakat yang telah memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami karakteristik, manfaat, serta risiko produk yang digunakan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terutama di tengah meningkatnya kasus penipuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Farid mengungkapkan, hingga September 2026, terdapat sebanyak 2.997 orang yang datang ke kantor OJK untuk menyampaikan pengaduan maupun memperoleh layanan konsultasi.

Dari laporan yang diterima, persentase masyarakat yang menjadi korban penipuan mengalami peningkatan menjadi sekitar 23,6 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 12–13 persen.

“Sekarang meningkat. Sebanyak 23,6 persen itu korban penipuan. Tahun lalu sekitar 12 sampai 13 persen. Jadi, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Ia menyebutkan, modus penipuan semakin beragam. Pelaku kerap menghubungi korban dengan mengaku sebagai pihak perbankan, platform perdagangan elektronik seperti Shopee dan Tokopedia, Direktorat Jenderal Pajak, maupun Dukcapil.

Menurut Farid, pelaku biasanya mengawali komunikasi dengan cara yang meyakinkan dan menggunakan bahasa yang halus. Namun, pada akhirnya mereka berusaha mendapatkan data pribadi maupun informasi keuangan korban.

Iklan

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menghubungi melalui telepon atau pesan singkat, terlebih jika meminta nomor rekening, PIN, maupun kode OTP.

“Kalau sudah meminta PIN, jangan pernah diberikan. Hampir semua yang melapor ke OJK itu bukan hanya masyarakat biasa. Dosen pun ada yang menjadi korban, wartawan juga ada. Bahkan, kerugiannya tidak sedikit, ada yang mencapai Rp80 juta dan seterusnya,” ungkap Farid.

Ia menegaskan, pihak perbankan tidak pernah meminta PIN maupun kode OTP nasabah. Oleh sebab itu, masyarakat harus menjaga kerahasiaan informasi tersebut dan tidak memberikannya kepada siapa pun.

Sinergi Perkuat Ekosistem Keuangan dan UMKM

Melalui penyelenggaraan Financial Festival 2026, OJK Malang berharap masyarakat semakin mengenal produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan finansial secara tepat.

Sementara itu, keterlibatan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

Inklusi keuangan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah masyarakat yang mengakses layanan keuangan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan usaha, perluasan pasar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Farid berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui edukasi, interaksi langsung dengan lembaga jasa keuangan, maupun kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya.

“Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih memahami produk lembaga jasa keuangan sehingga tidak mudah tertipu. Jadi, kita harus cerdas mengelola keuangan sesuai dengan tema kegiatan hari ini,” ujarnya.

Turut hadir Wali Kota Malang Wahyu Wahyu Hidayat , menyampaikan bahwa inklusi keuangan memiliki peran lebih luas daripada sekadar memberikan kemudahan akses terhadap layanan keuangan. Menurutnya, inklusi keuangan juga dapat berjalan beriringan dengan penguatan UMKM dan pengembangan industri kreatif.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga dapat berjalan beriringan dengan penguatan UMKM dan pengembangan industri kreatif,” ungkap Wahyu.

Ia menilai, kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, lembaga jasa keuangan, dan komunitas kreatif tersebut dapat membuka berbagai peluang baru, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita melihat bagaimana pelaku usaha, lembaga jasa keuangan, dan komunitas kreatif dapat saling terhubung untuk membuka peluang, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Melalui semangat Mlaku Bareng, Guyub Bareng, Cerdas Finansial, Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Kota Malang diharapkan menjadi kegiatan penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, aman, produktif, dan berkelanjutan. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.