Langsung ke konten
Sabtu, 10 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Madiun: Sarasehan Kampung Pesilat Perkuat Budaya Damai dan Persaudaraan Antarperguruan

Dihadiri Bupati Hari Wuryanto, Sarasehan Kampung Pesilat memperkuat budaya damai dan persaudaraan antarperguruan di Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun Hari Wuryanto saat sarasehan Kampung Pesilat di Pilangkeng, Jumat (9/10)./dok.DNY-Kominfo

Bupati Madiun Hari Wuryanto saat sarasehan Kampung Pesilat di Pilangkeng, Jumat (9/10)./dok.DNY-Kominfo

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sarasehan Harmonisasi Kampung Pesilat Kecamatan Pilangkenceng di Pendopo Kantor Kecamatan Pilangkenceng, Jumat (9/10/2026).

Sarasehan ini digelar bersama Kepala Daerah Kabupaten Madiun dengan dihadiri Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Hadir pula Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, serta unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan perwakilan perguruan pencak silat.

Baca juga: Merawat Harmoni Bumi Kampung Pesilat: Pemkab Madiun Lakukan Pendekatan Budaya Damai

Sarasehan Kampung Pesilat

Pesan Bupati Madiun

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa Kabupaten Madiun telah memiliki Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia.

Regulasi tersebut menjadi landasan dalam menjaga kerukunan antarperguruan, menciptakan situasi yang kondusif, serta mengembangkan potensi pencak silat sebagai warisan budaya dan bagian dari pembangunan daerah.

“Harapan kami ini betul-betul bisa mewujudkan Kabupaten Madiun yang guyub rukun, yang kondusif di antara kita semua,” ujar Bupati Madiun.

“Makanya kami berharap dan karena kami yakin dengan kondisi yang kondusif dan guyub rukun, maka kita bisa membangun Kabupaten Madiun lebih baik,” imbuh Hari Wuryanto.

Iklan

Baca juga: Yayasan Paramitra dan Kepala Sekolah SMP-Madrasah Madiun Matangkan Layanan Kesehatan Mata Inklusif

Komunikasi dan Toleransi

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, toleransi, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Melalui Paguyuban Kampung Pesilat, komunikasi antarperguruan diharapkan semakin baik, potensi konflik dapat dideteksi sejak dini, dan perselisihan dapat diselesaikan melalui dialog serta musyawarah.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan daerah membutuhkan peran bersama pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

“Suatu daerah akan maju ada 3 komponen yang berperan: pertama adalah pemerintah (government); yang kedua adalah private sector, itu pengusaha; yang ketiga adalah civil society, itu masyarakat,” ungkap Wakil Bupati Madiun.

“Ayo kita bareng-bareng, kita jaga kondusivitas supaya nanti pembangunan dan kesejahteraan di tempat kita, di masyarakat kita nanti akan sejahtera,” ajak Purnomo Hadi.

Baca juga: Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi Pelajar, Bupati Madiun: Pelajaran Adab Nomor Satu

Melalui sarasehan ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh perguruan pencak silat bersama berbagai pihak dapat menciptakan sinergi.

Berbagai pihak itu adalah pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Bersama mereka, seluruh perguruan pencak silat diharapkan terus memperkuat persaudaraan, menaati aturan, serta menjaga kondusivitas wilayah.

Dengan demikian, nilai-nilai luhur pencak silat dapat terus dilestarikan sekaligus mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Madiun.(DNY/Kominfo)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.