Langsung ke konten
Jumat, 2 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi Pelajar, Bupati Madiun: Pelajaran Adab Nomor Satu

Hadiri Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi Pelajar, Bupati Madiun menegaskan bahwa pelajaran adab adalah nomor satu.

Bupati Madiun menghadiri Seminar Ketahanan Pangan dan Toleransi Pelajar di Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun (30/9/2026)./dok.DNY-HUM

Bupati Madiun menghadiri Seminar Ketahanan Pangan dan Toleransi Pelajar di Desa Bulakrejo Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun (30/9/2026)./dok.DNY-HUM

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam upaya memperkuat persatuan, toleransi, serta sikap saling menghormati di kalangan pelajar, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi untuk Pelajar se-Kabupaten Madiun, Rabu (30/9/2026).

Agenda ini terlaksana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Wisata Religi Lima Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, diikuti para pelajar SMP dan SMA/SMK/sederajat se-Kabupaten Madiun.

Baca juga: Gerakan Tanam Serempak di Wonoasri, Strategi Kabupaten Madiun Perkuat Lumbung Pangan di Tengah Cuaca Ekstrem

Pesan Bupati Madiun

Seminar turut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, jajaran kepala perangkat daerah, camat.

Hadir pula Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh dan pemuka agama, guru pendamping, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa seminar tersebut penting bagi para pelajar, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Menurutnya, kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan untuk memilah dan menyaring informasi secara bijak.

Para pelajar, kata Bupati, perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Termasuk berita bohong (hoaks), konten yang mengandung intoleransi, hingga perundungan atau bullying.

Iklan

“Harapan kami, dengan kegiatan ini anak-anak bisa memahami semuanya, bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah,” ujar Hari Wuryanto.

Toleransi adalah Kekuatan Indonesia

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman luar biasa. Mulai dari suku, agama, budaya, bahasa, hingga adat istiadat.

Keberagaman tersebut, menurutnya, harus dipahami sebagai kekuatan yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Hal itu juga tercermin dalam pelaksanaan seminar yang diawali dengan doa bersama dari berbagai agama dan keyakinan, yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha.

Menurut Bupati, keberagaman tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

“Jangan menjadikan perbedaan tersebut sebagai sebuah permusuhan, tetapi jadikan itu semua sebagai keanekaragaman dari bangsa Indonesia,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar senantiasa berpegang teguh pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Ini yang menjadi acuan kita bersama. Meskipun berbeda-beda, namun tetap satu jua, adalah Indonesia,” tegasnya.

Di hadapan para pelajar, Bupati Madiun juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik dengan karakter, etika, dan norma dalam kehidupan.

Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari bagaimana ia mampu bersikap, menghargai orang lain, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tolong anak-anakku semua, jangan hanya pandai di akademi saja, etika dan norma juga diterapkan. Kalau kalian hanya pandai di akademi saja, itu nanti akan menjadikan suatu kesombongan.

“Kesombongan itu awal dari kehancuran. Etika dan norma, pelajaran adab itu nomor satu,” pungkas Hari Wuryanto.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memiliki wawasan tentang ketahanan bangsa dan toleransi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang berkarakter, menghargai keberagaman, bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta turut menjaga persatuan dan kerukunan di Kabupaten Madiun.(DNY/HUM)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.