Langsung ke konten
Jumat, 2 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Yayasan Paramitra dan Kepala Sekolah SMP-Madrasah Madiun Matangkan Layanan Kesehatan Mata Inklusif

Yayasan Paramitra dan Kepala Sekolah jenjang SMP-Madrasah Madiun mengadakan diskusi publik untuk mematangkan layanan kesehatan mata inklusif.

Yayasan Paramitra dan Kepala Sekolah jenjang SMP-Madrasah Madiun mengadakan diskusi publik untuk mematangkan layanan kesehatan mata inklusif./dok.DNY

Yayasan Paramitra dan Kepala Sekolah jenjang SMP-Madrasah Madiun mengadakan diskusi publik untuk mematangkan layanan kesehatan mata inklusif./dok.DNY

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka meningkatkan program berkelanjutan layanan kesehatan mata, Yayasan Paramitra menggelar diskusi publik di rumah makan Taliroso Caruban, Rabu (30/9/2026).

Diskusi publik ini digelar melalui program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE).

Kegiatan ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun (Kemenag) H Irfan Alkhaidari, S.Ag.,M.Pd.I.

Kemudian, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Kepala Madrasah di Kabupaten Madiun wilayah bagian timur.

Baca juga: Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi Pelajar, Bupati Madiun: Pelajaran Adab Nomor Satu

Kemenag Apresiasi Yayasan Paramitra

Dalam sambutannya H Irfan Alkhaidari, S.Ag.,M.Pd.I, menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Paramitra dalam menjalankan program kesehatan mata di Kabupaten Madiun serta membangun kesadaran kesehatan mata sejak dini.

Agenda ini juga disebut bertujuan membangun kesadaran yang dapat meningkatkan layanan dan akses terhadap kesehatan mata di sekolah.

“Program kesehatan mata ini bukan sekadar program atau tugas baru melainkan menjadi kegiatan rutin di sekolah, yang sama halnya kurikulum sekolah yang sudah berjalan,” tuturnya.

Melalui sinergi lintas sektor bersama sistem pelayanan kesehatan mata yang inklusif dan efektif dapat terus terintegrasi secara permanen.

Iklan

Ia juga menegaskan, para guru sebagai ujung tombak deteksi dini adanya ganggu penglihatan pada siswa/i.

Para guru juga dapat menjadi pihak yang memperkuat kolaborasi antarsekolah dan madrasah, hingga dinas kesehatan dalam mempersiapkan generasi emas.

Perjalanan Program di Madiun

Yayasan Paramitra sudah berjalan 3 tahun di Kabupaten Madiun dengan program yang telah dirintis tetap berlanjut dan tidak berhenti saat masa pendampingan usai.

Sistem pelayanan kesehatan mata yang inklusif dan efektif dapat terus terintegrasi ke dalam kebijakan daerah secara permanen.

Sementara itu, M. Sulaiman selaku koordinator tim I-SEE Yayasan Paramitra wilayah kabupaten Madiun mengungkapkan diskusi publik tahap ketiga ini menjelaskan dan mengedukasi kesehatan mata, skrining, maupun rujukan siswa.

Tujuannya mendukung deteksi dini kesehatan mata dan program Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Yayasan paramitra sudah melakukan skrining mata mulai 2024 hingga 2026, sebanyak 23.000 anak dan membagikan kacamata gratis sampai Agustus 2026 sebanyak 750 kacamata,” ungkap Sulaiman.

Lebih lanjut, melalui interaksi langsung turun dilapangan menjalankan program kesehatan mata disekolah bisa terkelola dengan baik.

“Sebanyak 13 anak sudah didampingi rujukan ke rumah sakit mata di Surabaya, sampai akhir tahun 2026 ada penambahan kacamata gratis sebanyak 500 kacamata,” ucapnya lagi.

Program I-SEE ini diharapkan dapat bermanfaat langsung kepada siswa-siswi sekolah, dan skrining mata juga bisa berjalan rutin di sekolah.(DNY)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.