PASURUAN | JATIMSATUNEWS. COM: Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesda P2KB) Kabupaten Pasuruan menggelar Workshop Kesehatan untuk para santri di pondok pesantren alias santri husada. Workshop tersebut dilaksanakan di Aula PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori.
Cetak 100 Kader Santri Husada untuk Lingkungan Pesantren Sehat
Kepala Dinkesda P2KB Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina mengatakan workshop ini lebih mengarah pada edukasi kesehatan dengan target sasaran adalah santri husada. Yakni santri yang mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang kesehatan.
Total ada 100 santri yang dilibatkan untuk dapat berperan sebagai penggerak, pemberi informasi, teladan, dan sekaligus role model pendukung kegiatan kesehatan di lingkungan pondok pesantren.
“Kita bentuk dan latih kader santri husada guna menciptakan pondok pesantren yang bersih dan sehat,” katanya.
Selama workshop berlangsung, para santri dibekali dengan banyak ilmu seputar penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Arma menegaskan bahwa Santri Husada diharapkan tidak hanya memahami kesehatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengajak teman-teman dan masyarakat pesantren untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Baca juga: Mahasiswa UM Sulap Limbah Organik Jadi WHISH, Inovasi Tisu Pembersih Sepatu Ramah Lingkungan
Baca juga: Dari Limbah Sawit ke Lapisan Anti-Air: Inovasi Nano-Lignin untuk Masa Depan Ramah Lingkungan
“Para santri ini juga bisa melakukan survey mawas diri, apakah ponpes nya sudah menerapkan PHBS atau belum. Jika belum, maka perlu disusun perencanaan perbaikan secara terus menerus,” imbuhnya.
Wabup Shobih Asrori Dorong Pengaktifan Kembali Poskestren
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan bahwa lingkungan pondok pesantren di jaman sekarang sudah saatnya menjadi semakin bersih dan sehat. Melalui edukasi kesehatan, ia berharap pengetahuan dan keterampilan para santri husada akan semakin meningkat. Sehingga bisa meminimalisir potensi jumlah santri yang sakit.
“Hadirnya workshop ini bertujuan agar pengetahuan dan keterampilan para santri menjadi semakin meningkat, kehidupan di pondok lebih baik lagi, sehingga tidak ada yang namanya sakit. Dan yang terpenting, kualitas pondok pesantren bisa meningkat, salah satunya dengan adanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” terangnya.
Tak selesai sampai di situ, Gus Shobih – sapaan akrab Wabup Pasuruan ini juga menyampaikan bahwa digelarnya workshop santri husada juga semata-mata untuk mengaktifkan kembali Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren)yang telah ada.
“Kita melakukan kaderisasi untuk santri terkait bagaimana penanganan santri yang sakit secara benar, sekaligus menghidupkan kembali pelatihan untuk kelompok Poskestren. Jadi kita memberikan pelatihan pengelolaan Poskestren untuk pengurusnya, sekaligus kaderisasi,” urainya. (Ari)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.