Langsung ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Pemkab Madiun Gunakan Strategi EWS, Cegah Potensi Penyimpangan di PAUD dan Terapkan RPJMN 2025–2029

Pemkab Madiun menggunakan strategi EWS untuk mencegah potensi penyimpangan di PAUD dan menerapkan RPJMN 2025–2029.

Pemkab Madiun menerapkan strategi EWS untuk mencegah potensi penyimpangan di dunia pendidikan anak usia dini./dok.DNY-Kominfo

Pemkab Madiun menerapkan strategi EWS untuk mencegah potensi penyimpangan di dunia pendidikan anak usia dini./dok.DNY-Kominfo

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan strategi Early Warning System (EWS).

Strategi ini sebagai langkah deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi penyimpangan.

Penerapan strategi EWS juga melalui program revitalisasi berskala besar yang menyasar 89 satuan PAUD di berbagai desa.

Guna memastikan seluruh proses berjalan bersih, transparan, dan akuntabel, pemerintah menyosialisasikannya agar seluruh elemen memahami strategi EWS.

Sosialisasi dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Agenda ini juga diikuti kepala desa, kepala sekolah PAUD, panitia pembangunan pendidikan, dan konsultan pengawasan revitalisasi PAUD.

Baca juga: Pemkab Madiun Tingkatkan Digitalisasi Pelayanan Publik, Wujudkan Pemerintah Profesional dan Responsif di 206 Desa-Kelurahan

Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

Pemkab Madiun Terapkan EWS

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi mengatakan bahwa langkah strategis ini selaras dengan arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029 di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan wajib belajar 13 tahun.

Iklan

Wabup Purnomo juga mengatakan, revitalisasi sekolah tidak sekadar fokus pada perbaikan fisik bangunan, melainkan upaya fundamental untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi anak-anak.

“Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi emas pembentukan karakter dan kecerdasan anak-anak kita. Investasi pada jenjang ini tidak boleh main-main,” ungkapnya.

Baca juga: Madiun: Bupati Hari Wuryanto Buka SMAPI Silat Cup I, Diikuti 288 Pelajar Sekabupaten

Usung Tiga Pilar Utama

Dikatakan pula, agar pelaksanaan di lapangan tetap berada di jalur yang benar (on the track), maka seluruh pemangku kepentingan diminta untuk mengedepankan tiga pilar utama.

Seluruh pemangku kepentingan yang dimaksud mulai dari dinas pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, hingga panitia pembangunan.

Tiga pilar tersebut juga mencakup pengawasan deteksi dini secara menyeluruh di tiap tahapan.

Mulai dari perencanaan hingga pengerjaan fisik, memperkuat integritas moral agar tidak ada penyalahgunaan anggaran, serta melakukan pencegahan risiko hukum melalui pemahaman regulasi yang matang dan pendampingan dari aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian.

Melalui sosialisasi EWS ini, seluruh pihak diharapkan mampu mengenali titik rawan serta bersama-sama mengawal suksesnya program revitalisasi PAUD demi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera.(DNY/Kominfo)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.