Langsung ke konten
Selasa, 13 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Kupas Tuntas Peluang Karier Modern, UMM Sukses Gelar iLeague BRI Goes to Campus

Berbagai peluang karier menjanjikan tersebut diperkenalkan secara mendalam melalui ajang iLeague BRI Goes to Campus yang dihelat di Aula Lantai 9 GKB 4

Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni

Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni (Foto: Humas UMM)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Industri sepak bola modern tidak lagi sekadar tentang aksi para pemain di atas rumput hijau, pelatih, maupun wasit semata. Sektor ini kini telah bertransformasi menjadi industri raksasa yang membutuhkan beragam tenaga profesional di bidang bisnis, keuangan, hukum, kesehatan, teknologi, hingga media. Berbagai peluang karier menjanjikan tersebut diperkenalkan secara mendalam melalui ajang iLeague BRI Goes to Campus yang dihelat di Aula Lantai 9 GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin, 12 Oktober 2026.

Potensi Luas dan Kebutuhan Profesional di Balik Industri Sepak Bola

Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak (ditengah) sedang memaparkan materi dalam acara iLeague BRI Goes to Campus di Aula GKB 4 UMM.
Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak (ditengah) sedang memaparkan materi dalam acara iLeague BRI Goes to Campus di Aula GKB 4 UMM. (Foto: Humas UMM)

Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada dinamika industri sepak bola sekaligus membuka wawasan mereka mengenai luasnya peluang kerja di dalamnya. Menurutnya, penyelenggaraan sebuah kompetisi melibatkan banyak sekali sektor pendukung, mulai dari transportasi, perhotelan, konsumsi, keamanan, pemberdayaan UMKM, sponsor, hingga media.

“Ketika pertandingan sepak bola digelar, bukan hanya berbicara soal teknik, tetapi banyak aspek kehidupan ekonomi yang bisa berjalan di sana,” ujar Hanif menjelaskan.

Baca juga: Pastikan Fisik dan Administrasi Tepat Sasaran, Itdam V/Brawijaya Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Kodim 0833 Kota Malang

Baca juga: Kisah Inspiratif Isa Almasih Putra Muhammadiyah: Dari Rasa Minder hingga Pidato di Podium Wisuda UMM

Iklan

Hanif menambahkan bahwa klub-klub sepak bola profesional saat ini sangat membutuhkan tenaga ahli di berbagai lini, seperti staf media, analis data, tenaga medis, ahli gizi, pengelola bisnis, hingga operator teknologi canggih seperti Video Assistant Referee (VAR). Oleh karena itu, mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi memiliki kesempatan emas untuk berkarier di industri ini tanpa harus menjadi atlet. Ia juga berpesan agar mahasiswa senantiasa membekali diri dengan kemampuan bahasa Inggris serta kesiapan mengasah kompetensi sesuai standar industri.

Sinergi Nyata Dunia Akademis, Klub, dan Perbankan

Dari sudut pandang klub, Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan bahwa pengelolaan tim sepak bola profesional memerlukan sokongan tenaga profesional di luar ranah teknis olahraga. Ia menilai bahwa pengalaman praktik secara langsung sangat krusial agar mahasiswa mampu memahami kebutuhan nyata industri dan siap menghadapi dunia kerja selepas lulus.

“Harapannya, kita tidak hanya berhenti di acara seminar hari ini, tetapi ada yang berkesinambungan, agar mahasiswa bisa mengasah ilmunya kemudian mengaplikasikannya,” ungkap Sudarmaji.

Lebih lanjut, Sudarmaji memaparkan bahwa Arema FC membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa UMM untuk mengikuti program magang, praktik kerja, maupun penelitian. Mahasiswa ilmu komunikasi misalnya, dapat memperdalam dunia jurnalistik olahraga, sementara mahasiswa dari bidang ekonomi, kesehatan, dan teknik juga memiliki ruang kontribusi yang sama besarnya sesuai keilmuan masing-masing.

Dukungan serupa disampaikan oleh Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak. Ia menuturkan bahwa keterlibatan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam kompetisi sepak bola tidak hanya berorientasi pada aspek keolahragaan, melainkan juga upaya menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara luas.

“BRI ingin memberikan makna kepada Indonesia, salah satunya melalui olahraga sepak bola yang banyak diminati masyarakat di berbagai daerah,” imbuhnya.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., menekankan pentingnya kepekaan mahasiswa dalam menangkap peluang besar ini. Ia berpesan agar bekal akademik di kampus diperkaya dengan pengalaman praktik serta kemauan kuat untuk bekerja secara lintas bidang.

“Untuk bekerja di industri sepak bola, mahasiswa tidak harus menjadi pemain sepak bola,” tegas Tatag mengakhiri.

Melalui sinergi ini, UMM berhasil mempertemukan langsung para mahasiswa dengan para pemangku kepentingan industri sepak bola nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal kolaborasi berkelanjutan, mulai dari program magang hingga penyusunan kurikulum pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.